Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
32. Akan pergi


__ADS_3

Keesokan harinya terlihat Syakira sudah bersiap siap untuk mencari tempat tinggal baru, saat itu terlihat ia berusaha membangun kan anak anak itu dengan perlahan agar tidak membuat keributan yang nantinya membangunkan orang tua Ayan dan keluarga nya yang lainnya.


Namun, hal itu sia sia karena apa yang di lakukan oleh Syakira ketahuan oleh Ibu Ayan.


"Syakira, kamu mau kemana?" tanya Ibu Ayan kepada Syakira yang saat itu tengah sibuk membangunkan anak anak jalanan yang saat itu tengah tidur.


Syakira yang menyadari kalau ia ketahuan, ia pun menjauhi anak yang di bangunkan itu dan ia berdiri dengan kepala menunduk. Melihat hal itu, Ibu Ayan mendekati Syakira dan kembali menanyakan hal yang sama kepada Syakira.


"Kamu ingin pergi? Pergi kemana?" tanya Ibu Ayan lagi dengan semakin tegas.


"Iya Tante, saya dan anak anak ingin pergi saya akan mencari tempat baru untuk tinggal. Saya tidak mau jika terus menerus merepotkan keluarga Tante!" jawab Syakira dengan tidak enak.


Mendengar ucapan itu, Ibu Ayan tersenyum dan kemudian ia memegangi kedua lengan Syakira dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Syakira, Tante sama sekali tidak masalah dengan kamu yang tinggal di sini  bersama anak anak ini. Saya bahagia dengan hal ini, karena apa... Karena ketika saya melihat kamu maka saya seperti melihat Jasmin kembali hadir di depan mata saya!."


Mendengar ucapan itu suasana tiba tiba berubah sedih dan mengharukan. Saat itu air mata terlihat membasahi pipi Ibu Ayan, melihat hal itu Syakira yang merasa kalau Ibu Ayan sedih karena keinginan nya untuk pergi, akhirnya ia pun mengurungkan niat nya untuk pergi dari rumah Ayan dan memilih untuk tetap tinggal di rumah Ayan.


Mendengar kalau Syakira mengurungkan niat nya, Ibu Ayan yang saat itu sedih tiba tiba berubah menjadi terlihat tersenyum dan tidak sedih lagi. Ia kemudian mengajak Syakira untuk memasak makanan untuk sarapan bagi anak anak itu dan orang orang yang lainnya.


Beberapa saat kemudian, masakan yang di masak oleh Ibu Ayan dan Syakira sudah matang. Saat itu Ayan baru saja keluar dari kamarnya, melihat kalau Syakira berada di dapur ia hanya tersenyum dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah Syakira.


Menyadari kalau Samira belum bangun dari tidurnya, ia bertanya kepada ibunya untuk memastikan apa kah benar kalau Samira belum bangun dari tidurnya.


Setelah ia mengetahui kalau Samira memang belum bangun, Ayan pun ingin membangunkan Samira. Namun, saat itu ia di hentikan oleh Syakira dan ia menawarkan diri untuk membangun kan Samira, Ayan yang mendengar hal itu ia pun mengiyakan apa yang di inginkan oleh Syakira, dan setelah itu Syakira pun pergi ke kamar yang di tempati oleh Samira.


Saat ia berada di dalam kamar ia melihat gadis kecil nan cantik itu tertidur dengan pulas, lalu dengan langkah perlahan ia mendekati gadis cantik itu dan setelah itu u duduk di samping gadis cantik itu dengan membelai lembut rambut Samira.


Samira yang saat itu tengah mengigau, ia mengira kalau wanita yang membelai rambutnya adalah ibunya.

__ADS_1


"Mama, tunggu sebentar lagi..... " ucap Samira dengan nyawa yang masih setengah terkumpul di dalam dirinya.


Mendengar Samira memanggil dirinya dengan sebutan Mama, ia seakan tercengang. Matanya tiba tiba di penuhi dengan air mata, ia merasakan kerinduan yang teramat dalam terhadap ibunya. Saat itu ia hanya diam dengan terus membelai gadis cantik itu. Tanpa ia sadari air mata menetes membasahi matanya, dan mengalir jatuh ke pipi Samira, Samira yang menyadari hal itu ia yang saat itu masih setengah sadar ia langsung terbangun dari tidurnya menyadari kalau ada air mata yang menetes membasahi pipinya.


Setelah ia terbangun memegangi air yang menetes di pipinya, ia kemudian melihat ke arah Syakira yang saat itu menangis dengan membelai dirinya.


"Tante Syakira kenapa menangis?" tanya Samira kepada Syakira yang saat itu menangis. Menyadari kalau Samira sudah terbangun, Syakira pun langsung menghapus air matanya dan meminta maaf kepada Samira karena ia sudah membangunkan Samira dari tidurnya.


Melihat hal itu, Samira pun bangun dari duduknya dan duduk di samping Syakira.


"Ada apa Tante menangis? Siapa yang membuat Tante menangis?" tanya Samira kepada Syakira.


"Kamu yang membuat saya sedih, apa kamu sangat merindukan ibu kamu?" jawab Syakira dengan sedih dan ia terlihat berbalik bertanya kepada Samira dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya.


Mendengar ucapan itu, ia pun terdiam selama beberapa saat. Tiba tiba matanya di penuhi oleh air mata, lalu tanpa dia sadari air matanya mengalir dan jatuh. Setalah menyadari hal itu, ia menghapus air matanya dengan  dengan jari nya.


"Saya memang merindukan Mama, Tante!" jawab Samira dengan air mata yang berderai.


"Kamu yang sabar ya, Tante yakin Ibu kamu bahagia jika melihat kamu tersenyum, dia pasti sedih jika kamu terus terus menangis seperti ini, "ucap Syakira dengan memeluk erat Samira, setelah itu ia melepas kan pelukannya dan meminta Samira agar ia tidak menangis lagi.


Setelah Samira tenang dan dia memang tidak menangis lagi, Syakira pun bangun dari duduknya bersama dengan Samira. Ia kemudian keluar dari kamar untuk menemui Ayan yang sudah menunggu dirinya.


"Papa Ayan," panggil Samira kepada Ayan yang saat itu sudah berada di ruang makan.


Mendengar panggilan itu, Ayan hanya tersenyum kecil di bibirnya.


Ia kemudian meminta a


Samira untuk melakukan sarapan pagi, namun sebelum ia meminta hal itu ia meminta Samira untuk pergi mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


Samira yang memang sangat sayang dengan Ayan, ia pun akhirnya menuruti apa yang di inginkan oleh Ayan dan ia pun pergi ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, terlihat Samira keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah bersih dan segar, ia kemudian kembali ke ruang makan dan ia pun bergabung melakukan sarapan pagi dengan yang lainnya.


Tak berselang lama, Samira dan Ayan sudah berada di luar rumah. Mereka berdua berpamitan kepada ayah dan Ibu Ayan dengan sangat baik. Tidak hanya mereka berdua, Samira pun juga terlihat berpamitan kepada Syakira orang yang mirip dengan ibunya.


"Tante, Samira pamit, Samira mau pergi ke sekolah!." Ucap Samira dengan baik kepada Syakira, Syakira yang melihat dan mendengar hal itu ia terlihat tersenyum, dengan lembut ia membelai halus rambut Samira.


Akhirnya, Samira pun pergi meninggalkan keluarganya. Ia terlihat sangat bahagia.


Waktu berlalu begitu cepat, setalah mengantar Samira, Ayan bergegas pulang. Sesampainya di rumah ia melihat Syakira tengah berada di taman rumah, mengajar anak anak jalanan itu.


Melihat hal itu senyum kecil, terlihat di bibirnya. Matanya terus menatap ke arah Syakira yang tengah sibuk mengajar.


Beberapa saat kemudian, ibunya datang menghampiri Ayan yang tanpa mengedipkan mata. Ia kemudian memegangi salah satu bahu Ayan dengan santai. Menyadari bahunya di pegang oleh seseorang Ayan langsung berbalik dan dirinya melihat ke arah orang yang memegangi bahunya.


"Ibu," panggil Ayan dengan lirih.


"Ada apa Ayan? Apa kamu suka dengan Syakira?" tanya Ibu Ayan menggoda anak laki lakinya.


Ayan yang menerima godaan itu pun hanya tersenyum dengan malu atas apa yang sudah ibunya lakukan.


"Ibu tahu, kamu suka dengan Syakira." Ucap wanita Ibu Ayan untuk yakinkan Ayan bahwa dia memang cinta dengan Syakira.


Ayan pun hanya diam dengan tersenyum, lalu ia pergi meninggalkan ibunya. Namun, ketika baru beberapa langkah Ayan menghentikan langkahnya. Ia tersenyum dan berbalik melihat ibunya.


"Ibu ... Ibu akan tahu apa yang aku rasakan kepada Syakira sebentar lagi!."


Ucapan itu membuat Ibu Ayan tersenyum kecil, dengan raut muka yang terlihat malu malu kucing. Ayan berbalik kembali membelakangi ibunya. Ia melanjutkan pergi masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Syakira yang saat itu fokus mengajar anak jalanan itu, pandangannya langsung berfokus kepada kedua orang itu. Ia terlihat sangat penasaran dengan perbincangan antara Ayan dan ibunya. Tetapi, hal itu terjadi karena Ibu Ayan menyadari kalau Syakira melihat dirinya.


__ADS_2