
Keesokan harinya terlihat matahari sudah bangun dari sembunyi nya, terlihat Syakira baru saja dari tempat pemandian umum karena ia habis mandi.
Di sisi lain, di rumah Ayan. Samira sudah duduk di ruang makan bersama dengan Ayan dan Firman. Melihat kehadiran Firman, Ibu Ayan terlihat biasa saja. Ia seperti memperlakukan tamu dengan semestinya. Ia mengajak Firman makan dan bercanda bersama, namun ketika waktu berangkat ke sekolah Samira yang saat itu ingin berangkat dengan Ayan tiba tiba Firman meminta untuk mengantarkan Samira. Di saat itu Samira terlihat ingin menolak, namun karena Ayan sadar kalau Samira akan menolak Ayan pun memberikan sebuah kode untuk menerima tawaran itu.
Akhirnya mau tak mau Samira pun pergi dengan Firman. Sesampainya di sekolah, ia di sambut oleh Nova, wanita yang pernah menjadi kekasih gelapnya. Saat itu sebenarnya Nova tidak ingin menyambut Firman, namun ia menyambut Samira selaku anak didiknya. Melihat kalau yang mengantarkan Samira di saat itu Firman dan bukannya Ayan, Nova hanya tercengang melihat hal itu ia kemudian meminta Samira untuk masuk ke dalam kelas. Selain Nova yang terkejut melihat kedatangan Firman, Firman pun juga terkejut dengan yang di lihat oleh matanya.
Ia terlihat tidak bisa berkata kata dan dengan perlahan ia mendekati Nova, di saat itu Firman terlihat kembali jatuh cinta kepada Nova, begitu pula Nova yang terlihat seperti masih menaruh hati dengan Firman.
"Nova, sudah lama ya kita tidak bertemu?" ucap Firman kepada Nova dengan terlihat berjalan mendekati Nova. Nova yang melihat hal itu ia hanya tersenyum dengan menundukkan kepalanya.
"Iya, ngomong ngomong gimana kedua Mas setelah kematian Jasmin?" tanya Nova kepada Firman dengan baik.
Mendengar ucapan itu, Firman menjawab baik baik saja. Setalah itu Nova membalas senyum dan ia memberi tahu Firman kalau dia harus pergi karena dia akan segera mengajar. Firman yang mendengar hal itu pun membalas senyuman dan mengizinkan kepergian Nova untuk mengajar.
Ketika Nova sudah pergi, Firman pun pergi terlihat ia sangat bahagia dengan pertemuan nya dengan Nova. Walaupun Nova terlihat seperti ragu dengan Firman.
Di tempat lain terlihat Syakira mundur mandir ke sana kemari. Ia terlihat menunggu kedatangan seseorang dan orang yang di tunggu oleh Syakira tak lain adalah Firman, namun semua penantian itu sia sia karena Firman sudah tidak cinta dengan Syakira setalah ia mengetahui kalau Syakira adalah gadis jalanan.
"Kenapa ya Mas Firman tidak datang kemari? Apa jangan jangan ia tidak ingin bertemu dengan aku?" ucap Syakira dengan wajah yang terlihat cantik dengan pakai motif bunga bunga berwarna merah muda dan rok polos berwarna hitam.
Saat itu ia terus menunggu dengan berjalan ke sana kemari seperti orang yang kebingungan. Tiba tiba ketika ia tengah berhenti di salah satu titik terlihat sebuah tangan laki laki memegangi bahunya, menyadari hal itu Syakira berpikir kalau laki laki itu adalah Firman.
Mengetahui hal itu, Syakira pun langsung berbalik dengan menutup mata dan tanpa berpikir panjang ia memeluk laki laki itu. Ia berpikir kalau laki laki itu adalah Firman, namun kenyataannya laki laki itu adalah Ayan. Ayan yang menerima pelukan itu ia hanya diam, lalu ia terlihat ingin membalas pelukan Syakira namun ia tidak melakukan hal itu.
"Makasih Mas, makasih Mas sudah datang untuk menemui aku!" ucap Syakira tanpa mengetahui siapa laki laki yang di peluknya. Saat itu Ayan hanya diam saja, dan ia ingin membalas pelukan itu namun hal itu tidak ia lakukan, entah apa yang membuat Ayan tidak membalas pelukan itu.
Akhirnya Ayan pun hanya menjawab sama sama kepada Syakira. Mendengar suara itu bukan lah suara dari Firman Syakira langsung membuka mata, ia sangat terkejut dengan hal itu. Ia terlihat bergegas melepaskan pelukannya.
"Mas Ayan, maafkan aku Mas. Aku tidak tahu kalau yang datang itu Mas, aku kira orang lain!" ucap Syakira dengan terlihat tidak enak dengan apa yang sudah ia lakukan.
__ADS_1
"Memangnya, kamu kira aku siapa?" jawab Ayan. Mendengar ucapan itu, Syakira langsung terdiam dan ia hanya mematung, namun saat itu ia masih bisa menyembunyikan tantang jati diri orang yang dia tunggu adalah Firman.
"Bukan siapa siapa Mas, " jawab Syakira dengan baik lalu ia tersenyum kepada Ayan. Menyadari sebenarnya Syakira menunggu seseorang, Ayan terlihat biasa saja. Ia terlihat tidak memaksa Syakira untuk memberi tahu. Ia hanya memberikan kantung plastik yang di bawakan oleh Ayan untuk anak anak itu. Ketika Ayan sibuk berbagi makanan, terlihat Syakira melihat ke sana kemari seperti orang yang terlihat tengah mencari seseorang, namun orang yang ia cari tidak kunjung datang.
Saat itu Ayan menyadari kalau Syakira terlihat seperti orang yang kebingungan dan terlihat seperti orang yang tengah mencari seseorang.
Namun, saat itu ia tidak berusaha untuk mencari tahu siapa orang yang di cari oleh Syakira. Ia hanya terlihat seperti orang yang tidak peduli, walaupun sebenarnya ia sedih dengan sikap Syakira.
"Syakira," panggil Ayan kepada Syakira yang saat itu berada di titik awal di mana dirinya memeluk Ayan di waktu itu.
Mendengar panggilan itu, Syakira langsung berbalik dan melihat ke arah Ayan. Setelah ia berbalik ia hanya bisa menunduk kan kepalanya.
"Makasih ya Mas, karena Mas sudah membawakan makanan untuk anak anak. Seharusnya, Mas tidak perlu melakukan hal itu."
Ucap Syakira dengan terlihat tidak enak dengan sikap baik Ayan kepada diri nya dan anak anak jalanan yang di rawat nya. Namun, berbalik lagi dengan perasaan nya di mana diri nya tidak mencintai Ayan dan hanya mencintai Firman.
"Sama sama, Syakira. Nanti malam, kita makan malam yuk," tawar Ayan kepada Syakira yang saat itu berada di hadapan nya. Mendengar tawaran itu, Syakira sempat berpikir selama beberapa saat, setalah itu ia meninggikan kepala nya melihat ke arah Ayan.
Mendengar jawaban itu, Syakira Ayan pun mengajak Syakira untuk berbelanja, namun saat itu Syakira menolak Ayan dengan memberi alasan kepada Ayan kalau dirinya tidak bisa meninggalkan anak anak itu.
Mendengar jawaban dari Syakira, Ayan terlihat tidak memaksa Syakira dan diri nya terlihat menerima keputusan Syakira dan tidak memaksa nya.
Waktu berlalu begitu cepat, Samira pun waktunya pulang ke rumah, namun saat itu Ayan dan Firman belum datang, hal itu terjadi karena Ayan terjebak macet begitu pula Firman. Setalah menunggu beberapa saat, Nova datang menghampiri Samira yang ingin pulang ke rumah.
"Hey, Samira. Kamu belum pulang?" tanya Nova kepada Samira dengan baik dan senyum kecil di bibirnya.
"Belum Bu, saya sedang menunggu kedatangan Papa Firman," jawab Samira lalu ia melihat ke sana kemari seperti seorang yang tengah menunggu seseorang.
Tak berselang lama, kedua Ayahnya datang. Menyadari hal itu, Samira terlihat bingung untuk ikut pulang dengan siapa, namun karena di waktu itu Samira ingin pulang ke rumah Ayan akhirnya ia pun memilih untuk pulang dengan Ayan, sedangkan Firman masih berada di sekolahan bersama dengan Nova.
__ADS_1
Ketika kedua orang itu sudah pergi, tiba tiba terlintas di benak Firman. Di mana dirinya ingin mengajak makan malam Nova dengan dirinya. Pada awalnya ia ragu ragu untuk bertanya kepada Nova, namun ia memberanikan dirinya dan tidak ragu menawari ajakan makan malam di salah satu restoran.
"Nova, nanti malam kamu ada acara atau tidak?" tanya Firman kepada Nova.
"Tidak Mas, saya tidak ada acara memangnya ada apa," jawab Nova dengan baik kepada Firman.
Mendengar jawaban itu ia terlihat bahagia, karena menurutnya ini adalah kesempatan dimana dirinya kembali bersama dengan Nova. Akhirnya Firman pun tanpa ragu menawari Nova makan malam. Mendengar ajakan itu, Nova sempat berpikir sejenak dan akhirnya ia mau untuk ajakan makan malam bersama dengan laki laki yang pernah ia cintai itu.
Mengetahui kalau Nova mau makan malam dengan dirinya, Firman terlihat sangat bahagia.
Malam hari pun tiba, terlihat Firman berdiri di hadapan sebuah cermin dengan jas berwarna hitam, pekat kemeja putih dan dasi berwarna hitam berdiri gagah dan tampan di depan cermin dengan senyum kecil di bibirnya dengan merapikan rambut dan pakaian nya yang terlihat kusut.
Setalah semua rapi, ia bergegas pergi dari kamar nya dengan raut muka yang bahagia untuk menjemput Nova.
Beberapa saat kemudian terlihat Firman berada di depan rumah Nova, menunggu kedatangan Nova. Tak berselang lama, terlihat Nova datang dengan gaun berwarna putih dan sangat cantik di pakaiannya. Ia terlihat seperti seorang ratu hijab di malam itu, dengan senyum kecil dan langkah yang anggun. Ia berjalan menghampiri Firman, saat itu Firman terlihat tercengang melihat kecantikan Nova yang tidak kalah dengan Jasmin. Saat Nova sudah berada di dekat mobilnya Firman membukakan pintu mobil untuk Nova, Nova yang menyadari hal itu di malam itu ia merasa kalau dirinya sangat di ratu kan oleh Firman. Lalu, dengan perlahan ia pun masuk ke dalam mobil dengan raut muka yang sangat bahagia.
Setelah itu di susul oleh Firman yang masuk mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Di tempat lain terlihat Syakira berjalan di pinggir jalan dengan memikirkan Firman yang tidak datang hari ini.
"Kenapa Mas Firman tidak datang ya hari ini?" ucap Syakira dengan berbicara sendiri di pinggir jalan. Lalu, tak berselang lama ia melewati restoran yang di kunjungi nya dengan Firman. Ketika Syakira melewati restoran itu, ia menyadari kalau mobil Firman sudah berada di dalam restoran itu.
Menyadari hal itu ia terlihat bahagia dan ia langsung menghampiri restoran itu untuk menemui Firman. Namun, saat ia baru membuka pintu ia sudah di kejutkan dengan sebuah kejadian yang tidak enak di pandang nya. Di mana di waktu itu ia melihat laki laki yang ia cintai ternyata tengah makan malam dengan orang lain.
Saat itu ia benar benar sedih, ia ingin marah dengan apa yang di lakukan oleh Firman, namun untuk apa dia marah, dia kan bukan siapa siapa di hidup Firman. Akhirnya ia pun lebih memilih untuk memendam amarahnya. Ia terlihat hanya diam dengan air mata yang memenuhi matanya.
Ia kemudian berbalik dan pergi dari restoran itu dengan perasaan patah hati dan kecewa yang menjadi satu di dalam diri Syakira di malam itu.
Ketika dia sudah jauh dari restoran itu, Syakira duduk di sebuah kursi taman yang kosong dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa sangat sedih melihat hal itu? Kenapa aku belum bisa cemburu melihat Mas Firman makan malam dengan orang lain? Kamu harus sadar Syakira, kamu itu siapa di hidup Mas Firman? Kamu itu bukan siapa siapa di hidup nya!" ucap Syakira dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
Saat itu Syakira hanya diam di taman itu dengan menundukkan kepalanya. Tiba tiba, hujan turun membasahi tubuh nya. Syakira yang menyadari hal itu ia tidak pergi mencari tempat teduh, ia hanya diam dengan seribu bahasan merasakan kesedihan yang ia rasakan di dalam hatinya dan merasakan hujan yang jatuh di tubuhnya seakan ia juga merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Syakira di malam itu.