Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
24. Wanita tanpa nama


__ADS_3

Di tempat lain, Samira, Ibu Ayan, dan Ayah Ayan terlihat berusaha untuk mencari ke sana kemari. Namun ketika selama beberapa saat mencari, Samira berpikir kalau Ayan pasti mencari ibunya di pemakaman. Menyadari hal itu, Samira pun mengajak ibu dan Ayan Ayan ke pemakaman.


Sesampainya di pemakaman, dengan tubuh yang menggigil Ayan tertidur di samping makam Jasmin. Saat itu teriakan demi teriakan di ucapkan oleh ketika orang itu untuk mencari tahu keberadaan dari Ayan.


Beberapa saat kemudian, Samira melihat dengan tubuh yang menggigil Ayan berada di tanah dengan posisi tidur memeluk makam Jasmin. Menyadari hal itu, Samira terlihat lebih tenang. Ia kemudian mendekati Ayan.


"Om Ayan," panggil Samira dengan lirih dan sedih setalah ia berada di dekat makam ibunya.


Ayan yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah Samira, dengan perlahan ia bangun dari tidur nya dengan keadaan dia sangat kedinginan.


Melihat Ayan bangun dari tidurnya, Samira pun langsung memeluk erat Ayan air matanya menetes di pelukan Ayan. Tidak hanya Samira, Ayan pun juga merasakan hal yang sama di mana dirinya juga merasa kan hak yang sama seperti yang di rasakan oleh Samira. Ia sedih atas kehilangan Jasmin, orang yang ia cintai di dalam hidup nya.


Ketika Samira memeluk erat Ayan dengan air mata yang terus mengalir, Samira berharap di dalam hatinya, ia berharap kalau ibunya bisa melihat apa yang sudah terjadi setalah ia pergi.


Setalah berharap ibunya muncul, dengan cahaya yang terang menyelimuti tubuhnya. Jasmin pun datang, dengan senyum kecil di bibirnya dan terlihat bahagia ia berdiri di belakang Ayan. Samira yang menyadari hal itu, ia yang menangis seketika diam, dan ia tersenyum kepada Samira atas apa yang sudah ia lakukan.


Tanpa banyak bicara, Jasmin pun meminta agar Samira menghapus air matanya dan air mata Ayan dengan cara memperagakan tangannya yang membersihkan air matanya dengan jari telunjuk.


Melihat hal itu, Samira pun melepas kan pelukan nya ke Ayan dan ia menghapus air mata Ayan dengan perlahan walaupun ia juga masih sedih atas apa yang sudah di lakukan oleh Ayan.


"Om... Om jangan sedih ya, Mama udah tenang. Kalau Om terus bersedih dan menangis untuk Mama, yang ada Mama tidak akan mungkin tenang," ucap Samira dengan baik sambil menghapus air matanya.  Saat itu orang tua Ayan hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun saat ia melihat hal itu. Ia hanya sedih atas apa yang sudah terjadi dengan Ayan setelah Jasmin pergi.


Setelah melihat Ayan tenang, Samira pun mengajak Ayan pulang ke rumah. Saat itu, Jasmin masih berdiri mengawasi kepergian Ayan dan keluarganya dari pemakaman. Menyadari hal itu, Samira menoleh ke arah ibunya dan terlihat senyum Jasmin dengan terlihat bahagia. Ia juga melambaikan tangannya kepada Samira.


Akhirnya Samira dan yang lainnya pun pergi dari pemakaman dengan raut muka sedih.


****


Keesokan harinya, Ayan terlihat masih tertidur namun saat itu ia terlihat panas, tubuhnya menggigil kedinginan walaupun sudah di selimuti oleh beberapa lapis selimut.


Saat itu Samira yang menyadari hal itu ia terlihat sangat sedih. Namun, ia harus tetap berangkat ke sekolah karena saat itu Firman sudah berada di halaman rumah Ayan dan sedang  menunggu Samira.


"Nak Samira, apa kamu tidak sekolah? Ayah kamu sudah berada di depan rumah, kasihan dia menunggu kamu!" ucap Ayah Ayan dengan baik kepada Samira. Samira yang saat itu menyadari kalau Ayan sedang sakit ia terlihat berat meninggalkan Ayan, namun saat itu ia di tenangkan oleh Ibu Ayan dengan mengatakan kalau dia akan menjaga Ayan dengan baik dan tidak akan meninggalkan Ayan sedetik pun.


Mendengar ucapan itu akhirnya Samira pun berangkat ke sekolahan dengan Ayahnya.


*****

__ADS_1


Di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik berjalan dengan high heels berwarna hitam, dengan celana jeans dan pakaian hitam bak seorang preman wanita berjalan di pinggir jalan.


Di waktu yang bersamaan terlihat Firman yang tidak fokus mengemudi kan mobilnya. Ia fokus ke arah Samira yang terlihat sedih. Ketika ia tidak fokus mengemudi, Firman hampir saja menabrak wanita yang tengah menyebrang itu hingga membuat wanita itu terkejut dan terjatuh di jalan.


Tidak hanya si wanita, Firman pun juga terlihat sangat terkejut setalah ia menyadari kalau mobilnya menabrak seseorang.


"Aduh, gimana sih kalau mengemudikan mobil?" ucap wanita itu namun masih belum terlihat wajah dari wanita itu.


Setalah merasakan sakit beberapa saat, akhirnya si wanita itu membangunkan dirinya dan di waktu yang bersamaan Samira dan Firman yang merasa sudah melakukan kejahatannya, ia pun turun dan meminta maaf kepada wanita itu. Saat itu Samira langsung mendekati si wanita, untuk memeriksa keadaan nya. Namun, keadaan berubah ketika Samira menyadari kalau wanita yang di tabrak oleh Firman adalah wanita yang sangat mirip dengan ibunya. Tidak hanya Samira, Firman yang menyadari hal itu, ia langsung terdiam seribu bahasa dengan pandangan mata yang sedikit pun tidak berkedip.


"Kalian itu gimana sih? Apa kalian tidak bisa  melihat? Terutama kamu, kamu itu yang mengemudikan mobilnya, terus kenapa kamu tidak berhati hati. Sampai sampai kamu ingin menabrak aku," ucap si wanita yang berada di hadapannya Samira dan Firman dengan berbicara tanpa henti dan terlihat sangat marah.


Ocehan nya tiba tiba terhenti ketika ia menerima pelukan dari Samira dan panggilan lirih dari Samira.


Melihat kalau tubuhnya di peluk oleh seseorang yang tidak di kenal nya, si wanita itu hanya diam dengan mata yang secara tiba tiba berkaca kaca.


"Mama, aku bahagia Mama bisa kembali. Aku mohon dengan Mama, jangan tinggalkan Samira lagi," ucap Samira dengan sedih. Mengetahui wanita itu bukan orang yang di maksud oleh Samira, dengan kasar wanita itu melepaskan pelukan Samira dan kemudian ia mengatakan kalau dirinya bukan ibu nya.


Setelah mengaku kalau wanita itu bukanlah ibu dari Samira, ia pun meminta ganti rugi atas apa yang di lakukan oleh Firman dengan meminta uang kepada Firman. Firman yang menyadari hal itu pun hanya diam saja dan menuruti apa yang diinginkan oleh wanita itu di mana dirinya memberi sejumlah uang untuk si wanita dan setelah menerima uang dari Firman si wanita itu langsung pergi dari hadapan mereka, tanpa mempedulikan Samira atau Firman lagi.


Menyadari kesedihan Samira yang sangat dalam, Firman pun mendekati Samira dan ia meminta kepada Samira untuk tetap tenang dan tidak sedih atas apa yang sudah terjadi.


"Samira, kamu jangan sedih. Mungkin memang benar, kalau wanita itu bukan lah ibu kamu, mungkin dia adalah orang lain yang memiliki wajah yang sama seperti wajah Mama Jasmin!."


Ucap Firman untuk menenangkan Samira, Samira yang mendengar kan panggilan itu pun langsung terdiam dan dia tidak bisa berkata kata, ia hanya diam seribu bahasa. Setalah itu ia pergi menuju mobilnya dan pergi ke sekolah.


Waktu berlalu begitu cepat, terlihat seorang wanita yang tak lain adalah wanita yang di tabrak oleh Firman berjalan dari pasar dengan membawa beberapa kantung plastik makanan dan sayuran.


Ia terlihat sangat bahagia karena ia dapat memasak untuk anak anak yang ia asuh selama ini.


Ketika ia tengah berjalan dipinggir jalan, lagi lagi Firman melihat wanita itu. Melihat hal itu Firman yang penasaran menepikan mobilnya dan ia mengejar wanita itu dengan berjalan kaki. Ketika ia sudah berada di dekat si wanita, tanpa ragu Firman menghentikan wanita itu dengan memegangi salah satu tangannya dan ia memanggil wanita itu dengan nama Jasmin.


Menyadari tangannya di pegangin oleh seseorang, wanita itu berbalik melihat ke arah Firman. Setalah wanita itu berbalik ia terlihat sangat terkejut melihat laki laki yang menabraknya tadi, ia berusaha untuk melepaskan dirinya. Ketika ia sudah berhasil melepaskan dirinya ia berlari dengan sekuat tenaga untuk menjauhi laki laki itu. Namun, apalah daya kekuatan lari wanita itu dengan Firman kalah cepat dan akhirnya wanita itu pun kembali tertangkap oleh Firman.


"Lepas! Lepaskan tangan aku!" ucap wanita itu dengan meronta ronta hingga membuat sayuran yang di bawahnya jatuh berserakan di tanah.


Menyadari hal itu, akhirnya Firman pun melepas kan tangannya yang memegangi tangan wanita itu.

__ADS_1


"Aku akan melepaskan tangan kamu, tapi saya mohon tolong, tolong kamu jangan pergi dari hadapanku. Saya berjanji saya tidak akan meminta uang saya ataupun memenjarakan anda, mungkin saya akan membantu anda tapi saya mohon jangan lari, tenang."


Mendengar ucapan itu akhirnya wanita itu pun tenang dan diam pun terlihat tidak marah atau ketakutan lagi. Ketika ia sudah tenang, ia mengambil sayuran yang jatuh ke tanah itu dengan di bantu oleh Firman. Menerima bantuan itu dengan kepala menunduk ia berterimakasih kepada Firman.


"Saya berjanji, saya tidak akan berbuat jahat dengan kamu. Tapi saya mohon, tolong jangan lari!" pinta Firman dengan baik kepada wanita yang mirip dengan Jasmin itu.


"Apa yang Anda inginkan dengan saya?" tanya wanita itu dengan baik dan masih terlihat ketakutan.


"Saya hanya ingin tahu siapa anda sebenarnya? Kenapa bisa Anda mirip sekali dengan Jasmin?" tanya Firman.


Mendengar nama Jasmin, wanita itu terlihat sangat kebingungan, ia merasa tidak mengenal Jasmin lalu apa hubungannya dengan Jasmin.


"Saya tidak tahu siapa Jasmin? Dan saya juga tidak mengenal dia, maaf saya harus pergi!" jawab wanita itu dengan baik lalu ia ingin pergi, namun saat itu tangannya kembali di pegang oleh Firman saat ia melihat wanita itu akan pergi.


"Tunggu saya akan jelaskan dan saya akan beri tahu siapa orang yang saya maksud dan apa hubungan Jasmin dengan anda," ucap Firman lalu ia melepaskan tangannya, dan ia mengeluarkan ponselnya yang berada di saku celana kanannya. Ketika ia sudah mengeluarkan ponselnya, ia menunjukan sebuah foto di mana foto itu adalah foto Samira dan Jasmin.


Melihat foto itu wanita itu terlihat sangat terkejut dan ia terlihat tidak percaya dengan apa yang di jelaskan oleh Firman. Setelah mengeluarkan foto itu, Firman mengajak wanita itu untuk pergi ke salah satu restoran terdekat di tempat itu. Melihat hal itu, wanita itu terlihat menuruti apa yang di inginkan oleh Firman.


Tak berselang lama, Firman dan wanita itu berada di salah satu restoran. Mereka terlihat duduk berhadapan antara satu dengan yang lain tanpa ada keraguan, namun di waktu itu si wanita itu terlihat fokus melihat ke arah foto yang ada di ponsel Firman.


"Siapa dia? Kenapa wajahnya sangat mirip dengan aku?" tanya wanita itu dengan terlihat keheranan dengan apa yang di lihat di matanya.


"Nama nya Jasmin, dan gadis kecil yang ada di samping nya adalah Samira, gadis kecil yang tadi memeluk kamu!" ucap Firman lalu ia berhenti beberapa saat. Ia kemudian melanjutkan "dan saya adalah Firman. Jasmin adalah mantan istri saya, dan gadis kecil di foto itu adalah anak kandung saya. Beberapa hari lalu, kami harus kehilangan Jasmin!."


Ucap Firman seketika ia langsung menunjukkan wajah yang sedih, menyadari hal itu wanita itu mengembalikan ponsel Firman dan setalah ia mengembalikan ponselnya, wanita itu melihat Firman yang menceritakan tentang kehidupan nya dan siapa orang yang ia maksud dengan Jasmin.


"Setalah saya mendengar semua yanga Anda ceritakan, maafkan saya. Saya bukan Jasmin, dan saya tidak ingin menjadi Jasmin. Saya harus pergi," ucap wanita itu lalu ia bangun dari duduknya dan terlihat bangun dari duduknya. Melihat hal itu, Firman pun langsung bangun dari duduknya untuk menghentikan wanita itu. Melihat hal itu wanita itu pun berhenti, ia berdiri dengan tatapan mata yang terlihat tidak suka dengan sikap Firman.


"Maafkan saya Mas, saya harus pergi. Lepaskan tangan saya, " ucap wanita itu dengan tegas kepada Firman. Firman yang mendengar hal itu ia langsung terdiam dan dengan perlahan ia melepas kan tangan nya dari tangan wanita.


"Tunggu, kalau kamu memang ingin pergi dari sini biarkan saya antar kamu ke tempat tujuan kamu," tawar Firman kepada wanita itu, namun saat itu wanita itu menolak tawaran Firman dan ia bergegas pergi dari restoran itu dan meninggalkan Firman.


Firman yang menyadari hal itu, ia berusaha untuk mengejar wanita itu namun saat itu wanita itu terus berlari, bakan ia sampai lupa membawa belanjaan nya yang ia beli dari uang hasil menipu Firman.


Menyadari kalau wanita itu terus berlari dari hadapannya, Firman pun akhirnya memutuskan untuk tidak memaksa mengejar wanita itu. Ia membiarkan wanita itu pergi dari hadapan nya, namun saat itu ia masih terlihat berharap agar bisa bertemu dengan wanita yang mirip sekali dengan Jasmin itu.


"Aku harap kita bisa bertemu lagi, " ucap Firman setelah ia melihat wanita itu naik ke salah satu angkutan umum yang melewati dirinya. Setalah mengatakan hal itu, Firman pun pergi dari restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2