
Saat itu, hari benar benar sudah larut malam. Jasmine dan Ria terlihat basah kuyup akibat hujan, ia kemudian pulang ke rumah Jasmine. Saat mereka berdua berada di kamar Jasmine, Ria duduk di kursi yang berada di depan cermin.
"Gimana sekarang? Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Ria dengan baik kepada Jasmine.
"Entahlah, aku tidak tahu."
"Bagaimana bisa? Jasmine, aku pikir kamu lebih baik menerima kembali perjodohan kamu dengan Firman. Karena aku tahu, penolakan Firman waktu itu, karena dia tahu kamu sedang menunggu seseorang. Dan sekarang, sekarang kami sudah terlepas dari semua itu!" ucap Ria dengan berbalik melihat ke arah Jasmine yang saat itu tengah duduk di atas tempat tidurnya.
"Apakah Firman masih mau menerima aku lagi?" ucap Jasmine dengan ragu karena ia merasa sudah melukai hati Firman.
Mendengar hal itu, Ria pun bangun dari duduknya dan mendekati Jasmine. Saat ia sudah berada di samping Jasmine, ia memegangi salah satu tangan Jasmine lalu dengan lembut ia berkata kepada Jasmine.
"Apa salahnya berusaha? Mungkin saja Firman masih mencintai kamu!" jawab Ria lalu ia semakin erat memegangi tangan Jasmine. "Kamu harus percaya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Aku yakin Firman masih mencintai kamu!."
Mendengar hal itu, Jasmine pun tersenyum kepada Ria lalu beberapa saat kemudian ia memeluk Ria dengan sangat erat dan ia kemudian mengucapkan terimakasih kepada Ria.
Keesokkan harinya, waktu menunjukkan pukul 18.45 malam. Saat itu terlihat Jasmine sudah berada di depan rumah Firman. Ia kemudian mengetuk pintu beberapa kali dengan sopan, beberapa saat kemudian Ibu Firman keluar dari dalam rumah. Ia terlihat sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, karena ia melihat Jasmine berdiri di depan pintu rumah.
"Jasmine, kenapa kamu kemari?" tanya Ibu Firman dengan sedikit kesal karena ia merasa sudah tidak punya hubungan apapun dengan Jasmine.
"Tante, saya ingin bertemu dengan Mas Firman. Saya ingin berbicara sesuatu dengan dirinya," jawab Jasmine lalu secara bersamaan Firman keluar dari kamarnya dan melihat Jasmine.
Melihat hal itu, Firman pun meminta untuk Ibunya pergi dan mengajak Jasmine masuk ke dalam rumah. Ia kemudian mengajak Jasmine ke teras rumahnya.
"Maafkan aku, karena aku menemui kamu tanpa sepengetahuan atau meminta janji ke Mas!" ucap Jasmine dengan nada rendah dan merasa tidak enak dengan tindakannya.
"Tidak papa, tidak masalah bagi ku!. Oh yeah, gimana kabar kamu?" tanya Firman dengan baik sambil melihat lihat ke arah lain tanpa melihat ke arah Jasmine.
"Aku baik dan kamu, gimana?" tanya balik Jasmine.
__ADS_1
"Aku juga baik, " jawab Firman.
Mendengar jawaban itu Jasmine pun memberi senyuman kecil di mulutnya dengan mata yang terlihat masih sedih. Melihat Jasmine tersenyum kepada dirinya, Firman terlihat mulai memberanikan diri untuk melihat Jasmine.
"Oh yeah, dan... Gimana kabar dari orang yang kamu tunggu?" tanya Ijaz dengan baik.
Mendengar pertanyaan itu, Jasmine langsung menundukkan kepalanya dan ia terlihat sedih. Menyadari kalau Jasmine sedih mendengar pertanyaan dari dirinya, Firman pun langsung meminta maaf karena ia merasa sangat bersalah dengan Jasmine sudah bertanya tentang hal itu.
"Aku minta maaf, sudah membuat kamu sedih!" ucap Firman dengan nada rendah dan merasa bersalah.
Mendengar hal itu, Jasmine kemudian meninggikan kepalanya lagi dan ia kemudian melihat ke arah Firman dengan mata yang memerah.
"Untuk apa kamu meminta maaf? Kalau kamu tidak melakukan apapun yang menyakiti aku!."
"Tapi kenapa kamu sedih setelah mendengar pertanyaan ku?" jawab Firman.
Jasmine langsung jatuh ke pelukan Firman, melihat hal itu Firman pun membalas pelukan Jasmine dengan belaian lembut dengan penuh kasih sayang.
"Apa yang terjadi? Kenapa dengan laki laki yang bernama Ijaz itu?" tanya Firman dengan lembut kepada Jasmine yang saat itu tengah menangis hingga sesegukan. Jasmine pun langsung menceritakan semua yang sudah terjadi di dalam hatinya, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya ia terus menceritakan semuanya. Saat itu, Firman terlihat hanya diam mendengarkan cerita dari Jasmine.
Beberapa saat kemudian, Jasmine menjauhkan dirinya dari tubuh Firman. Ia kemudian menghapus air matanya dari hadapan Firman.
"Aku benar benar minta maaf ke kamu," ucap Firman setelah melihat Jasmine menghapus air matanya.
"Aku juga minta maaf sama kamu, mungkin kamu mengira kalau aku hanya menjadikan kamu pelarian saja tapi aku mohon sama kamu, tolong!. Tolong, kamu terima lagi perjodohan kamu dan aku," jawab Jasmine dengan baik dan terlihat raut wajahnya terlihat sangat sedih.
Mendengar ucapan Jasmine, Firman terlihat sangat terkejut. Ia hany terdiam mematung selama beberapa saat. Setelah itu, ia bangun dari duduknya dan menjauh dari Jasmine. Melihat tindakan Firman, Jasmine mengira Firman sudah mendapatkan pengganti di hati Firman. Ia kemudian berdiri dari duduknya.
"Maafkan aku, aku tahu jawaban kamu!. Kamu benar benar menolak perjodohan ini, kalau begitu aku pamit ya!" jawab Jasmine lalu ia berbalik dari hadapan Firman dan mulai melangkahkan kakinya menjauhi Firman namun saat baru beberapa langkah menjauh pergi Firman menghentikan Jasmine.
__ADS_1
"Apa kamu dengan yang aku ucapkan?" ucap Firman lalu ia berhenti beberapa saat, setelah itu ia menghampiri Jasmine dan berdiri di belakang Jasmine. Setelah itu, ia terlihat meminta Jasmine berbalik melihat ke arahnya.
"Aku akan kembali kepada kamu, Jika yang meminta aku untuk kembali. Aku juga selalu menunggu kamu, karena apa? Karena aku... Aku tulus mencintai kamu," ucap Firman dengan menatap mata Jasmine yang saat itu terlihat sedih.
Beberapa saat kemudian, terlihat air mata Jasmine terlihat mengalir kembali membasahi pipinya. Melihat hal itu, Firman langsung menghapus air mata Jasmine.
"Jangan menangis, hapus air mata ini. Aku ingin air mata ini menetes ketika kita berdua duduk bersama di pelaminan!" ucap Firman lagi hingga membuat Jasmine benar benar terharu. Ia pun langsung memeluk Firman dengan sangat erat, menerima pelukan dari Jasmine Firman pun membalas belaian halus penuh kasih sayang untuk Jasmine.
"Tapi aku sudah menyakiti kamu," jawab Jasmine dengan sedih.
"Kata siapa? Aku tidak merasa terluka, aku bahagia. Karena apa... Karena kamu berani untuk jujur dan aku sadar. Cinta ku kamu, aku tidak bisa memaksakannya!."
Setelah mengatakan hal itu Firman melepaskan pelukan Jasmine. Ia kembali menghapus air mata Jasmine.
"Aku sudah katakan kepada kamu, aku mau air mata ini menetes di hari ketika aku mengucapkan janji pernikahan kita!."
Mendengar ucapan itu Jasmine menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Firman. Ia kemudian menghapus air matanya, beberapa saat kemudian mereka berdua menemui orang tua Firman untuk memberi tahu tentang perjodohan antara Firman dengan Jasmine.
Setelah mendengar keputusan Firman yang secara tiba tiba meminta untuk melanjutkan perjodohan, orang tuanya terlihat sangat terkejut. Mereka merasa tidak percaya, namun mereka juga bahagia karena mereka akan mendapatkan menantu yang sempurna seperti Jasmine.
"Firman, keputusan kamu kali ini benar kan? Tidak sepeti dulu?" ucap Ibu Firman dengan perasaan masih sedikit ragu.
"Aku yakin dengan keputusan Firman yang kali ini Ma," jawab Firman dengan tegas dan percaya diri.
Mendengar hal itu, Ibu Firman terlihat sangat bahagia. Ia kemudian memeluk Firman dan Jasmine secara bersamaan dengan raut muka yang sangat senang, setelah mendengar kabar baik itu. Ia kemudian pergi untuk memberi tahu suaminya.
"Aku tidak pernah menyangka, kalau Ibu Mas sangat bahagia setelah mendengar tentang perjodohan kita!."
"Inilah keluarga ku, mereka memang berharap kamu menjadi menantunya. Hal itu terjadi semenjak aku bertemu dengan kamu untuk yang pertama kalinya," jawab Firman lalu ia tersenyum kepada Jasmine. Setelah itu ia mengajak Jasmine pergi dari rumahnya.
__ADS_1