
Ketika Samira tengah memegangi kedua pipi Syakira dengan lembut, Di waktu bersamaan, Firman terlihat melihat ke sana kemari seperti tengah mencari seseorang. Di saat itu ia memang ingin mencari seseorang, dan orang yang di cari oleh Firman adalah Samira dan Ayan.
Saat itu Firman terlihat mundar mandir ke sana kemari dengan bertanya ke setiap teman yang berada di dekatnya, namun saat itu teman temannya tidak ada yang melihat ke dua orang itu. Menyadari hal itu, Firman pun kembali mencari kedua orang itu ke depan gerbang.
Di saat ia sudah berada di depan gerbang ia melihat Ayan dan Samira berdiri dengan wanita yang mirip dengan Jasmin. Saat ia menyadari kalau wanita yang berada di gerbang itu sedih ketika pipinya di pegang oleh Samira, langkah Firman seketika langsung terhenti. Ia terlihat terharu dengan apa yang sudah di lihat oleh matanya. Ia kemudian berjalan perlahan mendekati wanita itu, Samira dan Ayan.
Menyadari kedatangan Firman, Samira langsung melepas tangannya dari pipi Syakira. Syakira yang menyadari hal itu, ia hanya diam dengan pandangan mata yang sesekali melihat ke arah Firman.
"Kamu!" ucap Firman dengan baik sambil menunjuk wanita yang mirip dengan Jasmin itu.
Mengetahui kalau Firman sudah pernah bertemu dengan wanita itu, Ayan langsung mendekati Firman dan bertanya kepada Firman tentang wanita itu.
"Apa kamu pernah bertemu dengan dia sebelumnya?" tanya Ayan kepada Firman dengan mata yang di penuhi oleh air mata.
"Iya, aku sudah dua kali bertemu dengan dia. Pertama ketika aku bersama dengan Samira dan kedua ketika aku pulang dari mengantar Samira ke sekolah!" jawab Firman setelah ia melihat wanita itu. Lalu, dengan tanpa mempedulikan Ayan, Firman berjalan melewati Ayan dan menghampiri wanita itu.
Saat ia sudah berada di dekat wanita itu, ia terlihat bahagia karena kehadiran wanita itu.
"Aku senang kamu kemari, tapi dari mana kamu tahu alamat rumah ku?" tanya Firman kepada wanita itu, melihat sikap Firman yang terlihat tidak peduli dengan dirinya, Samira pun berjalan perlahan menjauhi wanita itu dan Firman.
Saat itu perbincangan mereka berdua sangat terlihat di nikmati oleh Firman, ia bahkan terlihat tidak peduli dengan acara nya yang ia buat.
Waktu berlalu begitu cepat, malam hari pun tiba terlihat pesta yang di adakan oleh Firman sudah berakhir. Terlihat, Samira, Ayan Firman, dan tidak lain wanita yang mirip dengan Jasmin itu keluar dari rumah Firman. Saat itu, Firman, Ayan dan Samira sudah mengetahui siapa nama dari wanita itu.
"Mas Firman, makasih ya karena sudah memberi saya semua makanan ini!" ucap Syakira kepada Firman dengan baik lalu ia melanjutkan berpamitan untuk pulang. Menyadari kalau Syakira ingin pulang, saat itu Firman menawarkan diri untuk mengantarkan Syakira, namun saat itu Syakira menolaknya dan memilih untuk pulang sendiri. Tapi, karena di saat itu Ayan ingin pulang juga akhirnya ia pun mengajak Syakira pulang bersama.
Di saat itu perasaan kesal mulai di rasakan oleh Firman, setalah mengetahui kalau Ayan mengajak Syakira pulang bersama dan Syakira menerimanya.
Menyadari kalau ayahnya cemburu dengan kedekatan Syakira dengan Ayan, Samira justru tiba tiba berubah sikap di mana ia yang saat itu punya pemikiran untuk tinggal dengan Firman lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Ayan.
Mendengar kalau Samira lebih memilih tinggal dengan Ayan dari pada dengan dirinya, Firman terlihat semakin emosi dan semakin kesal. Namun, ia terlihat tetap berusaha untuk menjaga emosinya dengan memberikan senyuman di bibirnya kepada Samira.
"Samira, Papa tidak masalah jika kamu mau tinggal dengan Om Ayan. Yang terpenting, kamu tidak boleh tidur malam. Kamu harus jaga diri kamu sendiri, oke."
Mendengar ucapan itu anggukkan kepala terlihat di lakukan oleh Samira sebagai tanda bahwa ia mengerti apa yang di ucapkan oleh ayah nya.
Beberapa saat kemudian, terlihat Syakira, Samira dan Ayan berjalan bersama dengan bahagia. Walaupun udara dingin menusuk tulang, ia tidak merasakan hal itu dan memilih untuk tetap berjalan dengan raut muka bahagia.
Melihat kebagian mereka berdua, Ayan seolah melihat kembali Jasmin dan Samira yang bersama. Namun ia sadar kalau Syakira adakah Syakira bukannya Jasmin.
Saat itu, Ayan terus memandangi Syakira dan Samira yang sangat terlihat bahagia.
__ADS_1
"Syakira, terimakasih ya. Terimakasih karena kamu sudah menghibur Samira," ucap Ayan dengan baik kepada Syakira ketika mereka tengah berjalan bersama.
"Iya Tante, makasih ya. Walaupun Tante bukan lah Mama ku, tapi aku sangat amat bersyukur, karena... Setiap aku melihat Tante, aku seperti melihat Mama lagi!" sahut Samira dengan sedih setelah mendengar ucapan dari Ayan.
Syakira yang mendengar ucapan itu pun langsung terdiam dan ia menghentikan langkahnya. Menyadari kalau Syakira mengehentikan langkahnya, Ayan dan Samira pun menghentikan langkahnya. Ia kemudian duduk dengan bertekuk lutut di hadapan Samira.
"Samira, Tante bahagia sekali karena Tante merasa sejak pertemuan kamu dan Tante. Tante merasa... Hidup Tante banyak perubahan, Tante merasa Tante punya keluarga baru!."
"Tante, Samira ingin bertanya kepada Tante, boleh atau tidak?" ucap Samira dengan baik kepada Syakira.
"Boleh Samira, kenapa tidak? Apa yang ingin kamu tanyakan?" jawab Syakira, namun ketika Samira ingin mengajukan pertanyaan. Syakira menghentikan Samira, lalu ia berdiri dari duduk bertekuk lutut nya dan mengajak Samira melanjutkan perjalanan. Ketika mereka bertiga sudah berjalan bersama, Syakira meminta Samira untuk melanjutkan apa yang ingin di ucapkan oleh Samira. Samira yang melihat hal itu ia pun melanjutkan bertanya kepada Syakira tentang dimana dia tinggal, dengan siapa dia tinggal dan siapa saja keluarga nya.
Mendengar pertanyaan itu, Syakira terlihat sedih. Matanya tiba tiba berkaca kaca dan dengan nada lirih dan sedih ia menjelaskan kepada Samira dan Ayan kalau dirinya sudah tidak punya keluarga dan ia hanya tinggal bersama dengan anak anak jalanan. Mendengar jawaban itu dari Syakira, Samira terlihat sedih tidak hanya Samira Ayan pun juga terlihat sedih mendengar apa yang di ceritakan oleh Syakira.
"Maaf ya, aku sedih. Setiap kali aku bercerita tentang kehidupan ku, aku selalu menangis," ucap Syakira dengan sedih dan sesekali ia menghapus air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya.
Setalah ia menghapus air matanya yang terus mengalir membasahi pipi nya. Syakira meminta Ayan menjelaskan siapa Jasmin dan bagaimana sesosok Jasmin di mata Ayan.
Mendengar ucapan itu, Ayan pun langsung terdiam seribu bahasa beberapa saat.
"Jasmin adalah orang yang sangat cantik... " Ayan pun menceritakan kepada Syakira segala hal tentang Jasmin yang memang sangat mirip dengan dirinya. Saat Ayan menceritakan tentang Jasmin, ia selalu membayangkan setiap tindakan yang di lakukan oleh Jasmin. Dari membelai pipinya, memeluk dirinya, ketika Jasmin tersenyum dan yang lain lain. Saat itu Ayan mengatakan kepada Syakira bahwa Jasmin adalah wanita yang hebat dan kuat. Ia adalah wanita yang paling di cintai oleh Ayan.
Mendengar ucapan itu, Ayan tampak sedih. Tidak hanya Ayan, Samira yang menyadari kalau Ayan bersedih ketika bercerita tentang Ibunya kepada Syakira, dengan perlahan ia memegangi tangan Ayan dan dengan pandangan mata yang di penuhi oleh air mata ia melihat ke arah Ayan, seolah ingin berkata kalau Ayan harus kuat dan sabar.
"Maaf kan aku ya, karena aku Mas jadi bersedih teringat dengan Jasmin!" ucap Syakira dengan nada terlihat menyesal sudah meminta Ayan untuk menjelaskan kepada dirinya tentang Jasmin.
Mendengar permintaan maaf itu, Ayan pun hanya membalas senyuman kecil di bibirnya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan raut muka yang terlihat masih bersedih.
*****
Di rumah Firman, Firman yang cemburu dengan Ayan pun dengan penuh emosi masuk ke dalam kamarnya. Lalu, ia memukul-mukul dinding yang berada di dekatnya untuk meluapkan emosinya kerana perasaan cemburu. Ia terlihat tidak peduli dengan akibat dari ia melakukan itu.
Saat itu tangannya yang memukul mukul dinding terlihat terluka hingga membuat bercak darah di dinding rumah Firman.
"Tidak. Tidak akan ku biarkan, kamu merebut dia juga Ayan. Aku akan mendapatkan Syakira, kalau aku tidak mendapatkan dirinya maka kamu juga tidak bisa mendapatkan dirinya juga!" ucap Firman dengan sangat marah dan kembali memukul mukul dinding beberapa kali.
Setalah ia melakukan hal itu, ia berjalan mendekati cermin yang berada di dalam kamarnya. Ia terlihat menatap tajam dirinya sendiri dengan penuh emosi.
"Kenapa? Kenapa kamu selalu merebut apa yang aku punya Ayan?" setelah mengatakan hal itu tubuhnya sangat bergetar dan ia benar benar emosi. Ia tidak bisa mengendalikan amarahnya dan kembali memukul cermin ya g ada di hadapan dengan tangannya dengan tanpa memikirkan luka yang berada di tangannya.
Setalah cermin yang ada di hadapan nya retak retak akibat dari pukulan itu. Firman terlihat sedih dan ia hanya menunduk dirinya dengan mengingat kembali atas apa yang ia katakan kepada Samira dan Jasmin ketika ia lupa ingatan di waktu itu.
__ADS_1
Tiba tiba kemerahannya berubah menjadi kesedihan, dimana di waktu itu air terlihat tiba tiba air matanya menetes mengalir dan jatuh ke meja yang ada di hadapan nya.
"Aku minta maaf.. Aku benar benar minta maaf atas apa yang sudah aku perbuat dengan kamu, tolong maafkan aku Jasmin!."
Di waktu itu penyesalan terlihat sangat jelas di raut muka Firman menyesali atas apa yang sudah terjadi dengan Jasmin karena perbuatannya.
Di jalan terlihat mereka bertiga sudah sampai di dekat tempat anak jalanan itu tinggal. Menyadari hal itu, Samira yang sudah menganggap Ayan sebagai ayahnya tanpa ragu ia memanggil Ayan dengan sebutan ayah.
Mendengar hal itu, Ayan tampak diam saja dan terlihat biasa saja. Namun, ia sebenarnya bahagia mendengar kalau Samira memanggil dirinya dengan sebutan ayah.
"Pah, kita antarkan Tante Syakira ya."
Ayan yang mendengar hal itu pun hanya memberi senyuman kepada Samira, setalah itu ia menganggukkan kepalanya. Melihat hal itu Samira terlihat sangat bahagia dan ia menarik Syakira agar berjalan lebih cepat. Ia ingin bertemu dengan anak anak itu.
Ketika mereka sudah bertemu dengan anak anak jalanan itu. Syakira memperkenalkan Samira ke anak anak itu. Tanpa ragu, Samira pun mengulur kan tangannya untuk berkenalan kepada anak anak itu, menyadari hal itu anak anak itu pun juga membalas tangan Samira dengan baik.
Saat Samira dengan anak anak itu saling berkenalan, Ayan dan Syakira yang berdiri berdampingan terlihat sangat bahagia dengan hal itu. Ia terlihat tidak ragu dengan apa yang di lakukan oleh Samira.
"Maafkan saya, karena saya membuat anda sedih!" ucap Syakira dengan sesekali menundukkan kepalanya, lalu ia melanjutkan dengan melihat ke arah Ayan.
Ayan yang mendengar ucapan itu, ia melihat ke arah Syakira dan lagi lagi ia seperti melihat Jasmin yang berbicara dengan dirinya. Namun, karena di waktu itu Ayan menyadari kalau wanita yang ada di hadapan nya bukan lah Jasmin. Ayan pun hanya tersenyum dengan mata yang terlihat berkaca kaca.
"Kamu tidak perlu minta maaf, aku yang berterima kasih dengan kamu. Karena kamu sudah menjadi penghibur untuk Samira, mungkin dengan melihat kamu rindu Samira kepada Jasmin akan terobati!" jawab Ayan dengan baik kepada Syakira.
Beberapa saat kemudian, Samira datang dan langsung memeluk Ayan. Ia pun mengajak Ayan untuk pulang, menyadari hal itu Ayan meminta Samira untuk berpamitan dengan Syakira dan anak anak yang lainnya.
Mendengar permintaan dari Ayan, Samira pun melakukan apa yang di inginkan oleh Ayan. Samira dan Ayan pun akhirnya berpamitan kepada Syakira, setelah itu ia pergi meninggalkan Syakira dan anak anak itu dengan raut muka yang terlihat bahagia.
***
Tak berselang lama, Samira terlihat sudah berada di dalam kamarnya. Dengan menggunakan pakaian tidur, ia tengah duduk di atas tempat tidur dengan di temani Ayan yang duduk di samping nya dengan lembut membelai Samira.
Dengan pandangan mata yang kosong, Samira menyandarkan kepalanya ke salah satu bahu Ayan.
"Maaf ya Om, tadi aku memanggil Om dengan sebutan Papa!" ucap Samira kepada Ayan.
"Untuk apa kamu minta maaf, Om Ayan tidak keberatan dengan sebutan itu. Lagian, dari dulu sebelum kamu mengetahui kalau Papa kamu adalah Firman. Kamu hanya mengenal Om Ayan sebagai ayah kamu bukan orang lain," jawab Ayan dengan baik.
Mendengar hal itu, Samira terlihat meneteskan air mata. Ia terlihat tidak bisa mengendalikan emosi nya, ia merasa kalau sesosok ayah yang sesungguhnya adalah Ayan bukan lah Firman.
Saat itu ia memeluk erat Ayan, ia seperti orang yang sangat takut kalau kehilangan Ayan. Ayan yang menyadari hal itu ia terlihat bingung dan heran, namun ia menyadari hal itu terjadi karena Samira merindukan seorang ayah dan ibu yang seperti Jasmin.
__ADS_1
Di saat menerima pelukan itu, Ayan pun hanya diam dengan mata yang terlihat memerah seperti menahan sebuah kesedihan di dalam hatinya. Di waktu itu, ia hanya membelai halus tubuh gadis itu, ia memang menganggap kalau gadis itu adalah anaknya bukan lah orang lain di dalam hidup nya.