
Beberapa saat kemudian, Ijaz terlihat langsung bergegas pergi meninggalkan rumah Jasmine untuk mengejar Anjani dan membujuk Anjani untuk memaafkan dirinya. Tak berselang lama Anjani sampai di hotel, di sana ia sangat sedih. Ia kemudian menelepon Ibunya yang tinggal di lain kota, ia memberi tahu Ibunya kalau dirinya akan pulang. Beberapa saat kemudian, Ijaz pun sampai di hotel yang sama dengan yang di tinggali oleh Anjani.
Setelah itu Ijaz pergi ke kamar yang di tempati oleh Anjani, saat itu di dalam kamar Anjani, Anjani sudah mempersiapkan barang barang nya untuk pergi dari hotel itu.
"Aku benar benar tidak menyangka, kalau laki laki yang aku kira orang yang baik, penyayang, dan perhatian. Ternyata, dia adalah orang yang sangat buruk, pembohong dan sama sekali tidak perhatian. Ia hanya suka mempermainkan seorang wanita, kenapa? Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan orang seperti dia?" ucap Anjani dengan sedih, marah dan kesal menjadi satu. Saat itu Anjani tengah merapikan barang barangnya untuk pergi meninggalkan hotel.
Beberapa saat kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu dengan sangat kencang sambil memanggil manggil nama Anjani. Menyadari kalau orang itu adalah Ijaz, Anjani terlihat diam saja dan tidak mengatakan sepatah kata pun.
Melihat Anjani benar benar marah dengan dirinya, Ijaz terlihat sangat sedih. Ia kemudian duduk di depan pintu dengan mengatakan minta maaf kepada Anjani. Saat itu Anjani masih tidak memperdulikan Ijaz. Ia tetap melanjutkan merapikan barang barangnya dan saat ia sudah menyelesaikan semuanya. Anjani pergi tidur dan meninggalkan Ijaz tanpa mempedulikan Ijaz.
Waktu berlalu begitu cepat, sore hari pun sudah tiba. Saat itu terlihat Anjani bangun dari tidurnya dengan malas. Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mandi. Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi, dengan pakaian yang sudah rapi dan bersih. Ia seakan sudah bersiap untuk pergi meninggalkan hotel itu.
Setelah itu, ia mendandani dirinya dengan sangat cantik. Ia kemudian mengambil kopernya dan keluar. Saat ia membuka pintu kamarnya ia di kejutkan dengan Ijaz yang ternyata tertidur di depan kamar Anjani.
"Ijaz, kamu kenapa ada di sini?" tanya Anjani saat melihat Ijaz terbangun dari tidurnya karena Anjani membuka pintu.
"Aku menunggu kamu, aku ingin meminta maaf ke kamu," jawab Ijaz dengan berdiri di hadapan Anjani.
"Meminta maaf untuk apa?" tanya Anjani lagi dengan nada serius. Setelah itu ia melanjutkan "permintaan maaf kamu tidak pantas kamu ucapkan buat aku, tapi... Permintaan maaf itu sebaiknya kamu ucapkan untuk Jasmine. Karena apa? Karena Jasmine adalah orang yang paling kamu sakit!."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Anjani kemudian pergi melewati Ijaz namun tiba tiba tangan Anjani di pegang oleh Ijaz dan dengan sedih ia berusaha membujuk Anjani untuk tidak pergi meninggalkan dirinya.
"Aku mohon sama kamu, tolong. Jangan pergi tinggalkan aku aku mohon," ucap Ijaz dengan sedih dan masih memegangi salah satu tangan Anjani.
Melihat hal itu, Anjani hanya diam lalu dengan perlahan ia melepaskan kopernya dan ia kemudian melepaskan tangan Ijaz. Setelah itu ia kembali memegangi koper dan pergi meninggalkan Ijaz.
"Aku mohon sama kamu , tolong jangan tinggalkan aku!. Aku akan melakukan apapun untuk kamu, aku janji," jawab Ijaz.
Mendengar hal itu, Anjani pun langsung menghentikan langkahnya dan ia terlihat mematung beberapa saat, setelah itu ia melihat ke arah Ijaz.
"Apa yang bisa kamu lakukan? Kamu hanya bisa menyakiti seseorang wanita, kamu tidak bisa menghargai perjuangan seorang wanita!" jawab Anjani lalu ia pergi meninggalkan Ijaz.
Mendengar hal itu Ijaz hanya terlihat sedih, ia terlihat sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dan yang telah terjadi di dalam hidupnya.
"Anjani, sedih ya sedih tapi jangan sampai lupa makan!" ujar Ibunya dengan sedikit menggoda Anjani. Ia kemudian menaruh nampan makanan itu di atas tempat tidur Anjani, setelah itu ia menghampiri Anjani. Saat ia sudah dekat dengan Anjani ia berdiri di samping Anjani dengan memegang kedua bahu Anjani.
"Aduh Ma, harusnya tidak perlu seperti ini. Mama tidak perlu repot-repot membawa makanan ke kamar Anjani, nanti kalau Anjani lapar, Anjani juga turun dari kamar!" jawab Anjani dengan baik sambil membalas pegangan tangan Ibunya. Ia memegangi tangan Ibunya dengan sangat lembut.
"Kamu tidak perlu seperti itu, kamu itu masih menjadi tanggung jawab Mama, jadi Mama yang harus merawat kamu!" jawab Ibu Anjani dengan nada rendah. Setelah itu, terlihat tangannya mengusap bahu Anjani dengan sangat lembut.
__ADS_1
Mendengar permintaan Ibunya Anjani, Anjani pun menurutinya. Ia terlihat tersenyum kepada Ibunya dan ia kemudian memakan makanan yang di bawa oleh Ibunya.
Beberapa saat kemudian, ponselnya berbunyi. Ia kemudian mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon dirinya. Saat ia mengetahui kalau yang menelepon saat itu adalah Ijaz, Anjani mematikan ponselnya lagi dan melanjutkan makan. Hal itu terjadi berulang kali hingga membuat Anjani jera, di saat itu ia benar benar murka namun saat ia mengangkat ponsel dan mengatakan berkata dengan nada tinggi namun hal itu salah karena orang yang menelepon dirinya adalah Ibu Ijaz. Ia ingin memberi tahu kalau Ijaz mengalami kecelakaan di jalan dekat teman yang sering di kunjungi Ijaz dan dirinya.
Mendengar hal itu, Anjani sangat terkejut dan ia langsung bergegas pergi ke tempat yang di maksud oleh Ibu Ijaz.
Ia terlihat sangat khawatir dengan apa yang terjadi oleh Ijaz setelah mendengar kabar kalau Ijaz mengalami kecelakaan di dekat taman.
Di tempat Ijaz berada, terlihat kejutan lampu bertuliskan aku minta maaf sudah di tata oleh Ijaz. Saat itu, terlihat orang tua juga berada di sana.
"Ma, Pa, aku minta tolong ya sama kalian. Tolong, bantu aku untuk meminta maaf kepada Anjani dan membujuk Anjani agar dia tidak marah lagi," pinta Ijaz kepada kedua orang tuanya.
Mendengar hal itu Ibu Ijaz terlihat sedikit sedih, hal itu karena Ijaz terlalu memikirkan Anjani dari pada Jasmine walaupun ia tahu kalau Anjani adalah kekasih dari Ijaz.
"Apa kamu yakin melakukan ini untuk Anjani?" tanya Ibu Ijaz dengan nada rendah dan baik.
"Ijaz yakin Ma, kenapa Mama bertanya hal seperti itu ke Ijaz?" jawab Ijaz dengan nada masih rendah.
"Lalu, bagaimana dengan rindu kamu?" tanya Ibu Ijaz lagi dengan nada masih rendah. Setelah itu, Ibunya memegangi tangan Ijaz dengan sangat lembut. Ia kemudian berkata sesuatu yang membuat Ijaz selalu terngiang.
__ADS_1
"Dengarkan Ibu Ijaz! Apa yang kamu lakukan, bisa membuat Anjani lebih terluka nantinya? Ibu hanya tidak ingin kalau cinta tulus kamu akan berbuah rasa sakit. Ibu tidak akan bisa menerima luka itu nantinya," ucap Ibu Ijaz dengan tangan masih memegangi tangan Ijaz.
"Ibu tenang saja, dengan cara ini aku yakin aku bisa membujuk Anjani dan aku akan berbaikan dengan Anjani lagi seperti dulu lagi," ucap Ijaz lalu ia terdiam dan terlihat menundukkan kepalanya. Setelah itu ia pergi untuk bersiap memberi kejutan buat Anjani. Saat itu terlihat Ibu Ijaz terus memandangi Ijaz dengan sedih, karena ia merasa hidup Ijaz akan hancur karena melakukan hal ini. Namun, ia tidak ingin memikirkan hal hal buruk tentang anaknya ia akhirnya tersenyum dan membantu anaknya untuk memberi kejutan kepada Anjani agar kejutan yang di berikan kepada Anjani bisa berhasil.