
Keesokan harinya, Jasmine terlihat sedang mempersiapkan sarapan untuk keluarganya lalu beberapa saat kemudian secara remang remang terdengar suara Ria memanggil manggil nama Jasmine.
"Iya Ria, ada apa? Masuk aja!" jawab Jasmine setelah mendengar teriakan Ria dari luar rumah.
"Loh, kamu kok tidak ganti baju. Kamu tidak kuliah?" tanya Ria dengan terkejut karena melihat Jasmine tidak melakukan persiapan apapun.
"Iya, aku tidak kuliah hari ini!" jawab Jasmine.
"Iya Ria, hari ini Jasmine akan bantu saya buat beli bunga untuk jualan di toko!" sahut Ibu Jasmine.
"Tapi Tante, apa bunga yang kemarin sudah habis?" jawab Ria.
"Iya, sudah habis. Katanya Jasmine kemarin ada yang borong semuanya!" jawab Ibu Jasmine.
"Jadi.. Hari ini berangkat sendiri!" jawab Ria dengan ekspresi muka tidak suka.
"Iya."
"This is not easy! Not easy!" (Ini tidak mudah! Tidak mudah!) ucap Ria dengan menjelekkan wajahnya.
"Why?" (Mengapa?) jawab Jasmine sambil tersenyum kecil di bibirnya melihat tingkah Ria.
"You don't know? I alone!" (Kamu tidak tahu? Saya sendirian!) jawab Ria dengan keadaan masih menjelekkan wajahnya.
Melihat hal itu Jasmine pun memeluk sahabatnya lalu ia meminta sahabatnya untuk segera berangkat ke tempat kuliah. Akhirnya Ria pun pergi tanpa Jasmine ke tempat kuliah.
Tak berselang lama, Jasmine terlihat sudah bersiap untuk membeli bunga untuk ia jual. Saat itu Jasmine terlihat sudah rapi dan cantik. Ia kemudian meminta izin Ibunya untuk pergi membeli bunga.
"Ibu, Jasmine pamit pergi ya. Jasmine mau beli bunga," ujar Jasmine dengan baik lalu ia mencium tangan Ibunya dengan lembut.
"Hati hati ya," jawab Ibunya Jasmine dengan baik lalu ia tersenyum kepada Jasmine.
__ADS_1
Jasmine pun pergi ke luar rumah. Tak berselang lama, Jasmine sampai di sebuah taman. Di saat bersamaan terlihat Ijaz dengan Anjani tengah berjalan bersamaan. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan menikmati suasana pagi di taman itu.
Saat itu, mereka berdua tengah duduk di salah satu kursi yang berada di taman itu dengan Anjani menyenderkan kepalanya ke salah satu bahu Ijaz.
"Tamannya bagus," ucap Jasmine dengan bahagia.
Mendengar hal itu Ijaz hanya menjawab senyuman kepada Anjani.
"Disini adalah tempat kenangan yang paling indah dan tidak akan pernah terlupakan!" ucap Ijaz lalu ia melihat lihat ke sekitar taman.
Jasmine yang tengah berada di taman yang sama dengan Ijaz mulai merasakan sesuatu yang aneh. Ia kembali merasa hatinya sangat damai, seperti saat ia dekat dengan laki laki yang berada di tokonya kemarin malam.
"Kenapa aku merasakan hal ini lagi?" ujar Jasmine dengan berbicara sendiri dan menghentikan langkahnya sambil melihat ke sekitar taman. Ia kemudian kembali mengingat masa lalu nya di saat ia bersama Ijaz dahulu.
"Aku sangat rindu dengan kamu Ijaz. Kamu ingat atau tidak ya tempat ini?" ujar Jasmine dengan baik. Jasmine kemudian berjalan perlahan, saat ia berjalan mendekati Ijaz dan Anjani. Perasaan yang di rasakan oleh Jasmine semakin kuat, ia terlihat sangat heran dan bingung dengan apa yang terjadi dengan hatinya.
"Kenapa aku merasa hati ini merasakan hal yang aneh ini dengan semakin kuat? Aku seperti terikat dengan seseorang yang berada di tempat ini!. Tapi siapa... " ucap Jasmine dalam hatinya dengan wajah yang kebingungan karena perasaan yang sedang ia rasakan.
"Aduh, gimana sih Mas?" ujar Jasmine sambil merapikan barang barangnya dan terlihat kesal.
"Ijaz!" panggil Anjani dengan lirih hingga membuat Jasmine yang saat itu kesal tiba tiba berhenti melakukan tindakannya dan terdiam beberapa saat. "Kamu tidak papakan?"
"Aku tidak papa kok," jawab Ijaz lalu ia membantu Jasmine untuk merapikan barang barangnya. "Kamu tidak papakan? Apa kamu ada yang terluka?" ucap Ijaz saat Jasmine sudah sesuai merapikan barang barangnya dan berdiri di depan Ijaz. Saat itu Jasmine hanya menundukkan sambil membuang mukanya karena ia malu melihat wajah Ijaz.
"Aku tidak papa, makasih, " jawab Jasmine dengan membuang mukanya dari hadapan Ijaz.
"Hello, kalau di ajak bicara itu lihat muka orang nya bukan berpaling seperti itu!" sahut Anjani dengan nada kesal.
"Udahlah, gak papa. Kenapa kamu marah? Semuanya baik baik aja kok tenang saja," jawab Ijaz. Ia kemudian meminta maaf kepada Jasmine karena dengan tanpa sengaja ia menabrak Jasmine, setelah ia meminta maaf Ijaz mengajak Anjani pergi. Setelah Anjani dan Ijaz pergi, Jasmine mulai meninggikan kepalanya lagi dan langsung bergegas berbalik badan untuk melihat Ijaz dari sisi belakang tubuhnya.
Saat itu Jasmine terlihat sangat bahagia, ia merasa kalau di hadapan nya adalah sebuah kebahagiaan yang sangat di nantikan namun ia tidak merasa kalau apa yang di lihat adalah sebuah kehancuran yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa menatap wajahnya? jika rasa ini, seakan malu berbicara dengan dirinya," ujar Jasmine dengan berbicara sendiri di tempat itu. Dan tak berselang lama setelah Jasmine mengatakan hal itu angin kembali berhembus seakan menjadi saksi cinta antara Ijaz dan Jasmine.
Jasmine kemudian berbalik dan mulai melangkahkan kakinya, ia terlihat sangat bahagia karena orang yang membeli bunga di tempatnya adalah kasih masa kecilnya.
"Pantas, aku merasakan sebuah kedamaian yang sangat luar biasa di saat laki laki itu datang. Ternyata dia adalah orang yang paling aku cintai di dalam hidupku," ucap Jasmine dalam hatinya lalu ia tersenyum senyum sendiri di sepanjang jalan.
Beberapa saat kemudian, ia sampai di tokonya. Saat itu ia masih terlihat tersenyum senyum sendiri, Ibunya yang melihat tingkah Jasmine terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi dengan anaknya.
"Kamu kenapa? Kenapa setelah beli bunga kamu senyum senyum sendiri seperti itu?" tanya Ibu Jasmine setelah melihat kedatangan Jasmine yang bertingkah aneh.
"Enggak papa kok Bu, " jawab Jasmine lalu ia tersenyum kepada Ibunya dan ia kemudian mulai menata bunga bunga yang sudah ia beli.
"Kamu yakin?" tanya Ibunya dengan sedikit menggoda Jasmine.
"Mama apa apaan sih, tidak ada papa kok Ma," jawab Jasmine dengan pipi yang memerah dan ia terlihat sangat malu.
"Baiklah, Mama percaya."
Beberapa saat kemudian, bunga bunga yang di beli oleh Jasmine pun sudah tertata rapi di tokonya. Tak berselang lama perasaan yang sama di rasakan oleh Jasmine, ia kembali merasakan angin berhembus dengan lembut seperti membelai kulit Jasmine. Di saat bersamaan ia menyadari kalau Ijaz kembali ke tokonya. Saat itu ia melihat dari dalam toko di balik kaca transparan terlihat Ijaz dengan Anjani berjalan melewati toko Jasmine.
"Bentar ya, aku mau beli bunga dulu," ucap Ijaz.
"Buat apa?" tanya Anjani dengan manja kepada Ijaz.
"Buat Mama! Kamu kan tau kalau Mama suka bunga disini," jawab Ijaz lalu ia mengajak Anjani masuk ke dalam toko Jasmine dengan saling bergandengan tangan. Saat itu Jasmine masih tidak memperhatikan tindakan Anjani dan Ijaz. Ia fokus dengan rasa yang ia rasakan saat kedatangan Ijaz ke tokonya selama ini.
Saat Ijaz sibuk untuk memilih bunga, Jasmine terus menunduk malu karena kehadiran Ijaz di tokonya. Beberapa saat kemudian Ijaz mengambil bunga yang sama dengan bunga bunga sebelumnya. Ia kemudian memberikan uang kepada Jasmine, saat itu Jasmine hanya menundukkan kepalanya karena rasa yang ia rasakan benar benar sangat kuat.
"Terimakasih," ucap Jasmine lalu ia memberikan uang kembaliannya kepada Ijaz.
Saat itu Ijaz hanya menjawab senyuman, ia kemudian pergi meninggalkan toko. Di saat Ijaz pergi Jasmine terlihat kembali meninggikan kepalanya untuk melihat Ijaz dari sisi belakang. Ia hanya terlihat senyum kecil di bibirnya saat melihat Ijaz melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tokonya.
__ADS_1