Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
Kedatangan Ijaz


__ADS_3

waktu terasa cepat berlalu, beberapa hari kemudian terlihat rumah Jasmine sudah di hiasi dengan bunga bunga, lampu lampu dan terlihat sebuah acara mewah tengah terjadi di rumah Jasmine. Namun, saat sebelum ada acara tersebut Ijaz terlihat sering menghampiri rumah Jasmine. Tapi, keadaan di rumahnya selalu sepi dan Jasmine hilang bak di telan bumi setelah kejadian itu. Ijaz terus mencari Jasmine dan orang tuanya namun ia tidak menemukan setitik cahaya.


Mendengar kalau Jasmine sudah kembali dan berada di rumahnya. Ijaz bergegas menghampiri rumah Jasmine, saat sesampainya di rumah Jasmine ia sangat terkejut melihat rumah Jasmine di hiasi dengan bunga yang berwarna warni, lampu yang menyala terang dan sangat indah. Melihat hal itu Ijaz tidak merasa punya pemikiran apa pun tentang Jasmine. Saat itu ia hanya memikirkan bagaimana caranya meminta maaf kepada Jasmine.


Saat Ijaz sudah masuk ke dalam rumah, tiba tiba Ayah Jasmine berdiri di depan pintu dan menghalangi Ijaz masuk ke dalam rumah dengan tatapan mata yang penuh amarah dan sangat marah.


"Kenapa kamu kemari?" tanya Ayah Jasmine dengan tegas dan serius.


Melihat Ayah Jasmine menghalangi Ijaz untuk bertemu dengan Jasmine. Ijaz terlihat sedih, ia memohon kepada Ayah Jasmine untuk mengizinkan Ijaz bertemu dengan Jasmine.


"Om, saya mohon. Tolong, tolong izinkan saya bertemu dengan Jasmine, sebentar saja," pinta Ijaz dengan raut muka sedih di hadapan Ayah Jasmine.


"Apa kamu pikir? Saya bisa luluh, saat melihat kamu seperti ini. Tidak Ijaz, tidak! Sekarang kamu pergi dan jangan ganggu Jasmine lagi," ucap Ayah Jasmine dengan nada tinggi dan sangat marah.


Mendengar bentakan dari Ayahnya, Jasmine yang saat itu tengah bersiap untuk pertunangannya dengan Firman pun meminta Ibunya melihat ke depan. Saat itu Ibunya terlihat menurut dengan Jasmine, ia kemudian keluar dari kamar dan menghampiri Ayah Jasmine.


"Ada apa Pa?" tanya Ibu Jasmine saat ia belum menyadari kalau Ijaz datang ke rumahnya.


Saat Ibu Jasmine sudah berada di dekat Ayah Jasmine, dia terlihat sangat terkejut. Hal itu karena dia melihat Ijaz berdiri di depan Ayah Jasmine dengan sedih.


"Ijaz," panggil lirih Ibu Jasmine kepada Ijaz.


Melihat Ibu Jasmine keluar dari kamar Jasmine, Ijaz langsung menghampiri Ibu Jasmine. Dia mulai menundukkan tubuhnya dan setelah itu dia duduk di lantai, beberapa saat kemudian ia melipat kedua tangannya di depan dada. Dan dengan sedih ia memohon dan meminta untuk mendapatkan izin bertemu dengan Jasmine.


"Tante, saya mohon sama Tante. Tolong, izinkan aku untuk bertemu dengan Jasmine, saya hanya ingin meminta maaf dengan Jasmine Tante!. Saya mohon," pinta Ijaz dengan sangat sedih di hadapan Ibu Jasmine.


Melihat hal itu, awalnya Ibu Jasmine mulai luluh namun, tiba tiba dia teringat dengan penghianat yang di lakukan Ijaz kepada Jasmine. Mengingat hal itu, Ibu Jasmine membangunkan Ijaz dengan baik seakan mengizinkan Ijaz untuk bertemu dengan Jasmine. Saat Ijaz sudah bangun dan merasa ia sudah mendapat izin, tiba tiba Ibu Jasmine memberi tamparan sangat keras kepada Ijaz hingga membuat Ijaz langsung terdiam dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Ibu Jasmine dan Ayah Jasmine.


Setelah melakukan itu, Ibu Jasmine memegangi salah satu tangan Ijaz dan dia kemudian mengajak Ijaz keluar dari rumah dengan menarik Ijaz dan terlihat sangat marah.

__ADS_1


Saat Ijaz dan Ibu Jasmine berada di luar rumah Ibu Jasmine terlihat sangat marah dengan Ijaz. Dia terlihat kembali menampar Ijaz, menerima tamparan yang kedua kalinya dari Ibu Jasmine. Ijaz menerima dengan lapang, karena ia tahu kalau ini adalah kesalahannya.


"Apa tamparan Tante tidak sakit? Apakah tamparan Tante tidak membuat kamu sadar? Ijaz, berapa banyak kamu menyakiti Jasmine? Dan segitu mudahnya kamu meminta maaf kepada Jasmine, hanya dengan duduk berlutut di hadapan aku dan Ayah Jasmine dengan melipat kedua tangan, lalu menunjukkan ekspresi sedih!" ucap Ibu Jasmine dengan sangat marah lalu ia kembali menampar Ijaz hingga memalingkan wajahnya lagi.


"Tamparan ini, bahkan tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan dengan anak saya!."


"Tante, saya tahu saya salah. Saya sadar kalau semua yang saya lakukan ke Jasmine salah tapi saya mohon Izinkan saya bertemu dengan Jasmine untuk meminta maaf dan meminta kesempatan kedua. Saya akan memperbaiki semuanya, saya janji!" jawab Ijaz dengan sedih.


"Tante....," ucap Ijaz namun ia menerima bentakan dari Ibu Jasmine.


"Pergi!."


Ijaz pun akhirnya memilih untuk pergi dari rumah Jasmine, namun saat ia pergi sesekali ia melihat ke arah kamar Jasmine. Dia berharap Jasmine keluar dari kamarnya dan bertemu dengan dirinya dan mau memberi maaf. Namun, harapan itu sia sia karena Jasmine sama sekali tidak keluar untuk melihat dirinya.


Setelah Ijaz pergi, Ibunya kembali masuk ke dalam rumah. Ia kemudian menghampiri Ayah Jasmine.


"Bagaimana apa?" jawab Ayah Jasmine dengan kebingungan.


"Kita beri tahu Jasmine atau tidak tentang kejadian ini?" tanya Ibu Jasmine.


"Beri tahu saja, dari pada dia nanti marah dan membatalkan semuanya!."


"Apa Papa yakin?" tanya Ibu Jasmine lagi untuk menegaskan ucapan dari suaminya.


"Ya, aku yakin. Aku yakin, kalau Jasmine sudah berubah!" jawab Ayah Jasmine lalu ia meninggalkan Ibu Jasmine di depan kamar Jasmine.


Saat itu Ibu Jasmine sempat terlihat memikirkan ucapan Ayah Jasmine selama beberapa saat di luar kamar. Saat dia merasa hatinya sudah tenang dengan keputusan dari sang suami. Ibu Jasmine masuk ke dalam kamar Jasmine dengan sikap yang bisa saja.


"Ada apa Ma?" tanya Jasmine dengan duduk di depan cermin dan tengah di rias oleh seorang wanita.

__ADS_1


"Tidak ada papa," jawab Ibu Jasmine lalu ia meminta untuk wanita yang merias wajah Jasmine keluar dari kamar Jasmine.


"Ada apa Ma?" tanya Jasmine lagi.


"Ijaz datang kemari!" jawab Ibunya hingga membuat ekspresi Jasmine langsung terkejut.


"Tapi, untuk apa dia kemari?" jawab Jasmine dengan masih terkejut mendengar cerita dari Ibu Jasmine.


"Dia ingin meminta maaf dan meminta kesempatan kedua!."


"Bagaimana aku bisa memaafkan dia dan memberi kesempatan kedua Ma? Rasa sakit atas penantian yang selama ini aku rasakan bahkan belum sembuh seutuhnya!. Ma, aku sudah mulai bahagia dengan Mas Firman. Aku minta sama Mama, tolong lakukan apa pun yang nantinya menghalangi Mas Ijaz masuk ke pernikahan ku dan merusak semuanya!" jawab Jasmine dengan raut muka sedih dan berkaca kaca.


"Kamu yakin melakukan ini?" tanya lagi Ibu Jasmine.


Mendengar ucapan dari Ibunya Jasmine menjawab anggukan dan ia kemudian memeluk Ibunya dan menangis di pelukan Ibunya.


Menyadari anaknya menangis di pelukannya Ibu Jasmine membalas dengan usapan dengan penuh kasih sayang kepada Jasmine.


"Sudah jangan menangis, hari ini adalah hari pertunangan kamu dengan Firman!. Air mata ini tidak boleh menetes saat ini! Air mata ini harus menetes di hari ketika kamu duduk di pelaminan nanti!."


Mendengar ucapan Ibunya, Jasmine pun langsung melepaskan pelukannya dan kemudian dia menghapus air matanya.


"Mama janji, Mama akan berusaha semampu Mama untuk menghalangi Ijaz merusak pernikahan kami!."


Mendengar hal itu, Jasmine pun tersenyum ia kemudian kembali berdiri dengan baik. Tak berselang lama, Ibu Jasmine bangun dari duduknya dan keluar dari kamar ia kemudian meminta wanita yang merias Jasmine untuk kembali masuk ke dalam kamar dan merias Jasmine kembali.


Beberapa saat kemudian, Firman datang ke rumah Jasmine. Di saat itu, Jasmine memang benar benar sangat bahagia bertunangan dengan Firman. Selain Jasmine dan Firman, keluarga dan teman teman mereka juga sangat bahagia karena mereka berdua menikah. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan oleh Ijaz. Ia merasa hidupnya sudah berantakan dan hatinya sudah hancur berkeping keping. Hidupnya seakan sudah hancur karena orang orang yang dulu ia cintai sudah meninggalkan dirinya sendiri.


Kini hanya orang tuannya yang bisa mendukung Ijaz namun tidak dengan Anjani atau Jasmine. Hidupnya kini hanya berisi dengan air mata dan penderitaan.

__ADS_1


__ADS_2