
Keesokan harinya terlihat, Syakira tengah mengajari anak anak itu membaca dan menulis. Beberapa saat kemudian terlihat Ayan datang dengan membawa beberapa kantung plastik berwarna merah besar yang berusia dengan pakaian dan makanan untuk anak anak itu.
Melihat kedatangan Ayan, anak anak itu terlihat sangat bahagia. Ia langsung menghampiri Ayan yang membawa kantung plastik itu. Saat itu Ayan yang di kerumuni oleh anak anak itu ia meminta anak anak itu untuk berhati hati dan perlahan mengambil makan, ia mengatakan kalau semua anak akan mendapatkan makanan dan pakaian yang ada di bawanya.
Setalah semua anak itu mendapatkan pakaian, Syakira menghampiri Ayan dengan senyum kecil di bibirnya.
"Makasih ya, karena kamu sudah baik sama anak anak ini. Tapi, lain kali kamu tidak perlu repot repot membawakan semua ini. Oh iya, untuk uang yang kamu pakai buat beli semua ini nanti aku ganti, aku janji!."
Ucap Syakira kepada Ayan setelah ia berdiri di hadapan Ayan, Ayan yang mendengar ucapan itu ia hanya tersenyum selama beberapa saat.
"Kamu tidak perlu berjanji, aku bahagia melihat anak anak itu bahagia. Dan kamu juga tidak perlu mengembalikan uang yang aku gunakan untuk semua ini, aku ikhlas membantu!" jawab Ayan dengan baik kepada Syakira, Syakira yang mendengar ucapan ia terlihat malu sekaligus tidak enak dengan Ayan.
Beberapa saat kemudian, Syakira mengajak Ayan untuk berjalan jalan di taman yang berada di dekat tempat anak anak itu tinggal. Saat itu ia bercerita tentang ibunya yang meninggal dirinya di panti asuhan yang di miliki oleh ayahnya, namun ketika ibunya meninggal kan Syakira dan suaminya, hidup Syakira semakin menderita.
"Kalau boleh saya tahu, bisa kah kamu menceritakan semua kehidupan kamu?" pinta Ayan dengan baik kepada Syakira.
Syakira yang mendengar permintaan itu ia terlihat diam selama beberapa saat, namun setelah itu ia tersenyum kepada Ayan dan ia menceritakan kehidupan nya di masa lalu.
"Dulu... Saya tinggal di panti asuhan milik ayah saya, kehidupan saya waktu itu sangat lah menderita, lebih parah dari yang sekarang...."
Ucap Syakira lalu ia kembali mengingat masa lalunya. Flashback beberapa puluh tahun yang lalu....
Terlihat seorang gadis kecil tangah berdiri di sebuah halaman, dia adalah Syakira kecil. Dengan rambut di ikat, kulit berwarna coklat tidak bersih dan pakaian yang terlihat kotor berdiri di tengah halaman melihat puluhan teman nya tengah bermain sepakbola bersama dengan seorang laki laki bertubuh gagah dan tampan dan seorang wanita cantik nan seksi yang menjadi seorang wasit.
Laki laki itu adalah ayah dari Syakira. Saat itu ayah Syakira terlihat asik bermain sepakbola dengan teman teman yang lainnya. Ia bahkan terlihat tidak mempedulikan anaknya sendiri dan lebih memilih untuk peduli dengan anak panti yang lainnya. Melihat hal itu, wanita yang cantik itu hanya memberi senyuman jahat kepada Syakira, lalu dengan gaya jalan nya yang berkelok kelok seperti memperlihat kan tubuhnya yang sangat seksi. Wanita itu menghampiri Syakira, melihat hal itu Syakira terlihat sangat ketakutan dan ia hanya menunduk kan kepaknya.
Ketika wanita itu sudah berada di dekat Syakira, wanita itu langsung mencubit Syakira tampa ampun hingga membuat Syakira menangis sesenggukan.
"Ngapain kamu di sini, hah? Kamu itu seharusnya tidak di sisi, seharunya kamu itu di dapur, pergi san!" ucap wanita itu dengan galak dan mendorong Syakira kecil itu. Menyadari kalau anaknya menangis laki laki yang tak lain adalah ayah Syakira ia hanya diam dan ia terlihat tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh wanita itu kepada anaknya.
Derai air mata mengalir membasahi pipinya Syakira kecil, namun apa boleh buat, ia tidak bisa melakukan apapun karena setiap kali ia ingin kabur dan meninggalkan kedua orang itu, kedua orang itu selalu menemukan diri nya.
Malam hari pun tiba, terlihat semua orang sudah tidur di kamar masing masing, namun tidak dengan Syakira dimana dia masih terlihat lusuh dan kelelahan. Hal itu terjadi karena ia baru saja selesai mencuci pakaian yang di pakai wanita itu dan anak anak yang lainnya.
Sebenarnya Ayah Syakira kasihan dengan Syakira yang tidak di perlukan baik dengan wanita yang masih belum sah menjadi istrinya itu. Namun, apa lah daya wanita itu adalah pengurus anak anak panti yang di miliki oleh Ayah Syakira dan Ayah Syakira juga sudah sangat mencintai dirinya.
Saat itu, Syakira kecil yang ingin beristirahat masuk ke kamar yang sama seperti yang di tempati oleh anak anak yang lainnya tiba tiba telinganya di jewer oleh seseorang. Menyadari hal itu, Syakira terlihat kesakitan dan ia melihat ke arah orang yang menjewer dirinya dengan air mata yang terus mengalir deras.
"Tante, tolong lepaskan saya. Telinga saya sakit," rintih Syakira kepada wanita itu namun wanita itu terlihat tidak kenal ampun.
__ADS_1
"Saya tidak akan melepaskan nya sebelum kamu menjawab saya, kamu mau ngapain?" tanya wanita itu dengan masih menjewer telinga Syakira dengan sangat kasar.
"Tante Syakira mau tidur, " jawab Syakira.
Mendengar ucapan itu, wanita pun melepas kan telinga Syakira yang di jewer nya.
"Dengan tampilan kamu seperti ini kamu ingin tidur? Baik!" jawab wanita itu lalu ia menarik tangan Syakira dengan kasar. Ia menarik Syakira ke suatu tempat yang nantinya akan di jadikan tempat tidur untuk Syakira. Saat itu wanita itu menarik Syakira hingga ke gudang tempat penyimpanan barang barang tidak terpakai. Ia kemudian melepaskan tangan Syakira dan mendorong Syakira hingga ia masuk ke dalam gudang.
"Ini tempat untuk kamu tidur," ucap wanita itu dengan kasar.
Syakira yang menyadari kalau dirinya akan di kurung di gudang, ia langsung memohon kepada wanita itu agar ia tidak mengunci dirinya di gudang yang kotor itu. Saat itu Syakira memohon kepada wanita itu dengan memegangi salah satu kaki wanita itu dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
"Tante saya mohon, tolong... Tolong jangan kurang Kira di sini," pinta Syakira dengan sedih, namun saat itu wanita itu terlihat tidak mempedulikan Syakira dan ia tatap mengurung Syakira di dalam gudang.
Syakira yang tidak berdaya akhirnya ia pun hanya diam dengan menangis, tanpa mengatakan apapun kepada wanita itu.
Setalah pintu di kunci dari luar oleh wanita jahat itu, menaruh kuncinya di atas meja. Ia kemudian pergi meninggalkan Syakira sendiri di dalam gudang, namun saat sebelum wanita jahat itu pergi ia berkata kepada Syakira dengan sangat marah dan kesal kepada Syakira.
"Dengar kan saya, kamu tidak akan keluar dari tempat ini sebelum matahari terbit esok hari, ingat itu!."
Mendengar ucapan itu, Syakira menyenderkan tubuhnya ke pintu dengan memohon kepada wanita itu agar wanita itu membuka pintu untuk dirinya namun hal itu tidak di lakukan oleh wanita itu. Wanita itu terlihat pergi dan bersikap acuh tak acuh kepada Syakira.
Saat itu Syakira masih belum bangun dari tidur nya, ia hanya menggigil kedinginan.
Menyadari kalau Syakira belum bangun, wanita jahat itu membawa satu ember air, saat ia sudah berada di dekat Syakira ia menyiramkan air itu ke tubuh Syakira hingga basah kuyup.
Syakira yang menyadari kalau dirinya di siram air, ia pun langsung bangun dari tidurnya dengan keadaan yang semakin kedinginan.
Melihat Syakir sudah bangun, wanita itu menarik rambut Syakira dengan sangat kasar lalu ia memelototi Syakira. Syakira yang melihat hal itu ia hanya memohon kepada wanita itu agar ia melepaskan rambutnya, namun apalah daya wanita itu tidak peduli sedikit pun kepada Syakira, ia hanya menarik Syakira dengan kasar untuk berbelanja untuk sarapan pagi.
Namun keadaan berubah ketika Syakira keluar dari rumah. Di mana di saat itu, salah satu anak di panti asuhan itu menghidupkan kompor yang berisi dengan air untuk di seduh kan ke dalam teh. Namun, karena ia asik bermain dengan anak anak yang lainnya, membuat air yang di didihkan itu habis dan terjadi sebuah ledakan besar di panti asuhan itu. Saat itu Syakira masih berada di tempat tukang sayur untuk berbelanja sayuran.
Ketika ia sudah selesai berbelanja ia kembali ke rumah, namun saat ia sudah sampai di rumah matanya tercengang. Hal itu terjadi karena ia melihat rumah yang ia tempati sudah terlalap oleh api yang membara membakar rumah.
Saat itu ia ingin menolong keluarganya yang masih berada di dalam rumah, namun warga melarang nya karena di dalam sangat berbahaya.
Waktu itu Syakira hanya dapat menangis melihat rumah dan keluarga nya terbakar di dalam rumah. Ia tidak bisa berkata kata atas apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan keluarganya.
Keadaan pun kembali ke masa kini di mana di saat itu Ayan melihat ke arah Syakira tanpa berkedip, saat itu ia melihat Syakira yang menangis menceritakan apa yang terjadi di kehidupan nya.
__ADS_1
"Semenjak hari itu, aku hidup sendiri. Bagi ku, langit adalah atap rumah ku dan tanah adalah lantai rumah ku. Makanya aku lebih suka tinggal bersama dengan anak anak ini dari pada aku harus tinggal di rumah yang mewah atau pun sederhana!."
Saat itu Syakira menceritakan hal itu dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau di kehidupan kamu ada kejadian tragis seperti itu!" ucap Ayan dengan tidak enak setelah ia meminta Syakira untuk menceritakan tentang hidup nya yang ternyata memang menyedihkan.
Syakira yang mendengar ucapan itu ia hanya membalas senyuman dengan menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
Di saat Ayan dan Syakira tengah berbincang bincang di taman, terlihat Firman melewati taman yang di yang ada kedua orang itu. Menyadari ada Ayan dan Syakira yang duduk berduaan, Firman pun langsung menghentikan mobilnya dan ia terlihat marah melihat kedekatan itu.
Ia terlihat memukul muluk alat kemudian untuk melampiaskan kekesalannya.
"Kurang ajar, kenapa harus Ayan terlebih dahulu yang mengetahui tempat tinggal Syakira?" Ucap Firman dengan sangat marah, lalu ia melihat ke sana kemari untuk mencari tempat tinggal Syakira, namun saat itu ia tidak melihat siapapun, yang ia lihat hanya lah anak anak kecil yang tengah makan.
Menyadari hal itu, Firman pun berpikir kalau Syakira tinggal di jalanan bersama dengan anak anak itu. Pada saat itu ia sempat tidak percaya dengan apa yang di pikirkan nya. Ia yakin kalau rumah Syakira bukan di pinggir jalan bersama dengan anak anak jalanan itu.
"Tidak mungkin, tidak mungkin wanita secantik Syakira bisa tinggal di pinggir jalan bersama dengan anak anak jalanan itu. Aku yakin pasti rumah Syakira di sekitaran sini, tapi tidak dengan anak anak jalanan itu."
Setelah mengatakan hal itu, Firman pun melajukan mobilnya untuk mencari rumah Syakira. Saat itu ia terlihat tidak mempedulikan kedekatan Ayan dan Syakira, yang ia penting kan saat ini adalah menemukan rumah Syakira yang sebenarnya.
Di taman terlihat anak anak yang menerima hadiah dari Ayan, ia menghampiri Ayan dan mengucapkan terimakasih kepada Ayan. Ayan yang melihat hal itu, ia terlihat semakin bahagia ketika berkumpul dengan anak anak itu.
Merasa waktunya Samira sudah pulang sekolah, Ayan pun berpamitan kepada anak anak itu dan Syakira. Ia berpamitan untuk menjemput Samira dan akan mengajak Samira kemari setelah ia menjemputnya. Mendengar ucapan itu, anak anak itu terlihat sangat bahagia dan ia terlihat sangat antusias bermain dengan Samira.
"Mas, sekali lagi aku berterima kasih kepada Mas, karena Mas sudah membantu anak anak ini!" ucap Syakira dengan baik dan mengantarkan Ayan menuju ke dalam mobil yang terparkir di parkiran taman.
"Sama sama, maaf ya aku tidak bisa membantu kamu lebih. Aku hanya bisa membantu kamu seperti itu!" jawab Ayan dengan terus melanjutkan berjalan menuju mobilnya.
"Seharusnya mas tidak perlu minta maaf, saya yang minta maaf karena sudah merepotkan Mas!."
Ayan yang melihat hal itu, ia pun hanya tersenyum karena Syakira dan dirinya saling meminta maaf tanpa henti. Akhirnya, Ayan oun mengalah dan ia memilih untuk tidak meminta maaf lagi.
Tak berselang lama, Ayan sudah berada di dekat mobil nya. Di saat itu ia langsung masuk ke dalam mobilnya dengan raut muka yang terlihat masih bahagia.
Ketika mobil Ayan sudah pergi, Syakira terlihat tersenyum melihat kepergian Ayan.
"Kira kira Mas Ayan, mendekati aku karena ia mencintai aku atau ia hanya menganggap aku adalah Jasmin, wanita yang pernah di cintai oleh dirinya?" tanya Syakira di dalam hatinya dengan berpikir kalau dirinya di dekati oleh Ayan, namun saat itu sadar kalau hal itu tidak akan mungkin di terjadi.
Ayan tidak akan mungkin jatuh cinta dengan wanita jalanan seperti Syakira. Dan ia juga merasa kalau kecantikannya tidak sebanding dengan kecantikan yang dimiliki oleh Jasmin. Walau pun wajahnya sama namun ia tidak akan pernah bisa di sama kan dengan Jasmin orang yang di cintai oleh Ayan.
__ADS_1