Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
33. Pergi ke butik


__ADS_3

Melihat Syakira memandang dirinya, Ibu Ayan menghampiri Syakira dengan senyum kecil di bibirnya. Ketika ia sudah berada di dekat Syakira, ia berdiri di hadapan anak anak jalanan itu.


Syakira yang menyadari hal itu pun langsung tertunduk, karena ia merasa malu sudah berpikir tidak tidak.


"Halo anak anak, gimana belajar kalian?" tanya Ibu Ayan kepada anak anak jalanan itu.


"Sangat senang Bu," jawab anak anak jalanan itu dengan serentak.


Mendengar ucapan itu, Ibu Ayan tersenyum dan ia melihat ke arah wanita cantik di dekatnya yang tak lain adalah Syakira.


"Syakira, saya sangat senang melihat kamu tetap mengajar anak anak ini. Saya bersyukur, karena masih ada orang yang peduli dengan anak anak ini."


Mendengar ucapan itu, Syakira yang saat itu tertunduk. Ia meninggikan kepalanya, dan melihat ke arah Ibu Ayan dengan baik.


"Terimakasih Bu. Tapi ... Menurut saya, masih baik keluarga Ibu. Karena ibu dan keluarga ibu sudah menerima  saya dan anak anak ini!."


Mendengar ucapan itu Ibu Ayan  tersenyum, ia memegangi salah satu lengan Syakira dengan baik.


"Syakira, kamu memang sangat mirip dengan Jasmin. Maafkan saya, bukannya maksud saya untuk membandingkan kamu dengan dia. Tapi ... " Ucap Ibu Ayan dengan lirih. Ia kemudian menundukkan kepalanya selama beberapa saat dengan sedih. Ia melepaskan tangannya yang memegangi lengan Syakira.


"Tapi kamu memiliki rasa yang berbeda kepada anak anak ini. Saya melihat, kamu ada ikatan yang luar biasa dengan mereka!" lanjut Ibu Ayan.


Syakira yang mendengar ucapan itu, ia langsung bersedih. Ia mengingat atas apa yang terjadi dengan keluarganya di masa lalu.


Melihat kesedihan Syakira sedih, Ibu Ayan kembali mendekatkan tangannya ke arah lengan Syakira. Ia meminta Syakira agar melanjutkan mengajar anak anak itu.


"Sudah. Kamu jangan mengingat masa lalu kamu lagi, biarkan masa lalu itu menjadi rasa pahit di dalam hidup kamu. Sekarang lebih baik kamu kembali mengajar, saya akan melihat kamu mengajar." Ucap Ibu Ayan dengan baik, lalu ia tersenyum kepada Syakira. Syakira yang melihat hal itu ia hanya tersenyum kecil dengan air mata yang menetes membasahi pipinya.


Ia kemudian melanjutkan mengajar seperti apa yang di inginkan oleh Ibu Ayan.

__ADS_1


****


Hari semakin siang, terlihat Syakira berserta anak anak itu merapikan peralatan yang di pakai untuk belajar dan mengajar. Melihat Syakira sudah selesai mengajar, Ibu Ayan menghampiri Syakira dan anak anak jalanan itu.


"Apa sudah selesai kamu mengajarnya Syakira?" Tanya Ibu Ayan dengan baik kepada Syakira.


"Sudah Bu, sekarang saya akan mengajak anak anak bersih bersih rumah. Biar saya bantu bantu," jawab Syakira kepada Ibu Ayan.


"Baik, tapi Syakira ... Saya juga butuh bantuan kamu. Begini saja, gimana kalau nanti anak anak ini membersihkan rumah dengan di damping oleh Ayan, sedangkan kamu membantu saya!."


"Boleh Bu, kira kira apa yang bisa saya bantu?" Jawab Syakira.


Mendengar ucapan itu Ibu Ayan pun mengajak Syakira dan anak anak itu masuk ke dalam rumah. Saat itu, Syakira hanya diam saja dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Ibu Ayan.


Ketik ia berada di dalam rumah, Ibu Ayan memanggil Ayan yang saat itu sedang bekerja di kamarnya.


"Ayan, Mama minta kamu lihat anak anak ini bersih bersih. Aku mau ajak Syakira pergi ke pasar untuk berbelanja," ucap Ibu Ayan.


Pada saat itu Syakira mengira kalau dia akan di ajak ke pasar biasa, namun ia tidak tahu kalau ternyata ia di ajak oleh Ibu Ayan ke sebuah butik yang isinya pakaian mewah.


"Bu, bukannya ibu bilang kalau kita akan pergi ke pasar. Lalu ... Kenapa kita pergi ke tempat pakaian?" Jawab Syakira dengan bingung, setalah ia dan Ibu Ayan berada di salah satu toko pakaian itu.


"Syakira, sebenarnya saya ingin mengajak kamu ke butik. Saya ingin kamu memilihkan baju yang cocok untuk saya." Ucap Ibu Ayan dengan santai, lalu ia menarik tangan Syakira. Namun, saat itu Syakira menolak ajakan tersebut. Ia takut jika dia masuk ke dalam butik, ia akan merusak banyak hal dan harus mengganti rugi.


Mendengar ketakutan Syakira yang di jelaskan olehnya sendiri, Ibu Ayan pun terus menerus memaksakan Syakira agar ia masuk ke dalam butik itu.


Akhirnya, lama kelamaan Syakira pun masuk ke dalam butik. Walaupun dengan raut muka yang takut, ketika akan memegang sesuatu. Lama kelamaan ia terlihat sangat enjoy, memilih satu demi satu bahu yang ada di butik itu.


Namun tiba tiba, pandangan matanya tertuju ke sebuah gaun pengantin berwarna putih yang sang indah. Saat itu ia ingin meraih gaun itu, namun salah satu karyawan di tempat itu melarang Syakira menyentuh gaun tersebut.

__ADS_1


Hal itu di lakukan oleh karyawan tersebut, karena baju itu sudah di pesan oleh seseorang pemuda yang tak lain adalah Ayan.


Sebenarnya gaun itu memang Ayan berikan kepada Syakira, agar Syakira memakinya ketika di hari pernikahannya.


Menyadari keinginan Syakira yang memakai gaun itu, Ibu Ayan pun meminta kepada karyawan itu untuk memberikan gaun pengantin itu kepada Syakira. Saat itu karyawan itu tidak mengetahui kalau Ibu Ayan adalah pemilik dari butik itu.


"Mbak, tolong berikan gaun itu kepada Syakira. Saya mohon," ucap Ibu Ayan kepada karyawan itu.


"Maaf Bu, gaun ini sudah di pesan orang. Kami tidak bisa memberikan gaun ini kepada siapa pun," jawab karyawan itu dengan sedikit tegas karena Ibu Ayan terus memaksa si karyawan.


"Bu, tidak usah. Saya tidak ingin gaun itu. Saya hanya ingin melihatnya saja," sahut Syakira.


Beberapa saat kemudian, Seorang laki laki datang menghampiri Ibu Ayan dan karyawan itu yang terlibat cekcok.


Menyadari kalau yang berdebat dengan karyawan baru itu adalah pemilik butik, laki laki yang baru datang itu langsung meminta maaf kepada Ibu Ayan dan ia memohon kepada Ibu Ayan agar ia memaafkan kesalahan atas apa yang sudah di lakukan oleh karyawannya.


Mengetahui kalau wanita yang berdebat dengan dirinya adalah pemilik butik, karyawan itu dan Syakira pun terlihat terkejut dan ia terlihat tidak bisa berkata kata atas apa yang di lihatnya.


Saat itu Ibu Ayan meminta untuk si laki laki yang baru datang itu, memecat karyawan baru itu. Mendengar hal itu, Syakira semakin terkejut dan ia meminta kepada Ibu Ayan agar, ia tidak memecat karyawan baru itu.


"Bu, saya mohon dengan ibu. Tolong jangan pecat pegawai ini, kasihan dia baru bekerja."


"Dengar ya Mbak, kali ini mbak masih selamat dari pemecatan ini. Tapi ... Jika lain kali mbak melakukan hal yang sama lagi, saya tidak akan segan segan memecat mbak!." Ancam Ibu Ayan kepada si pegawai.


Si pegawai itu pun akhirnya menganggukkan kepalanya. Setalah itu ia mengeluarkan gaun pengantin yang di inginkan oleh Syakira.


"Ini Bu." Pegawai memberikan gaun putih itu kepada Syakira. Namun, saat itu Syakira menolaknya karena Syakira hanya ingin melihatnya dari dekat dan tidak ingin memakainya.


Menyadari hal itu, Ibu Ayan pun memaksa Syakira untuk memakai gaun pengantin itu.

__ADS_1


Setelah menerima paksa dari Ibu Ayan, akhirnya Syakira pun menuruti apa yang di inginkan oleh Ibu Ayan. Ia masuk ke dalam ruang ganti dengan membawa gaun pengantin itu di tangannya. Dengan raut muka terlihat seperti takut, Syakira menutup gorden kain yang menutupi ruang ganti di butik itu.


Melihat Syakira sudah masuk ke dalam ruang ganti di butik. Ibu Ayan terlihat menunggu Syakira untuk keluar dari ruang ganti dengan gaun tersebut.


__ADS_2