
Saat Syakira berada di dalam ruang ganti ia terlihat sedih. Ia memandang cermin yang berada di dekatnya dengan menempelkan gaun pengantin itu di tubuhnya. Ia merasa memang sangat cantik memakai gaun itu.
"Aku sungguh cantik memakai gaun ini. Andai, gaun ini aku pakai saat pernikahan ku dengan Mas Firman. Aku pasti akan terlihat sangat cantik," ucap Syakira dengan sesekali tersenyum dan menggerakkan tubuhnya ke sana kemari.
Setelah itu, ia memakai gaun pengantin putih tersebut.
Beberapa saat kemudian, Syakira keluar dari ruang ganti. Ibu Ayan yang sibuk memilah milah pakaian, sekatika ia langsung terdiam. Ia terpaku dengan kecantikan Syakira yang baru saja keluar dari ruang ganti.
Tidak hanya Ibu Ayan, karyawan dan laki laki manager itu juga terlihat terpaku dengan kecantikan Syakira.
"Gimana Ibu?" tanya Syakira.
Ibu Ayan yang mendengar pertanyaan itu, mendekati Syakira. Ia meraih tangan Syakira dengan lembut.
"Kamu memang cantik," ucap Ibu Ayan lalu melepaskan salah satu tangannya dan ia arahkan ke pipi Syakira.
"Kecantikan kamu memang sama dengan Jasmin. Sungguh beruntungnya saya, jika saya memiliki menantu seperti kamu!."
Aku tidak bisa berkata sepatah kata pun saat itu. Aku merasa gejolak hati seakan berbisik bahwa ini adalah tanda sebuah takdir untuk masa depan ku.
Namun, hati ini punya trauma. Aku takut mencintai seseorang lagi, aku takut dengan semua hubungan yang berasaskan cinta.
*
*
Beberapa saat kemudian, Ibu Ayan dan Syakira terlihat keluar dari butik itu dengan membawa pakaian yang di belikan oleh Ibu Ayan kepada Syakira.
"Makasih Tante, karena Tante sudah membelikan pakaian untuk Syakira." Syakira pun menatap Ibu Ayan dengan tidak enak, karena sudah merepotkan.
"Syakira, kamu tidak perlu berterimakasih kepada Tante. Kamu itu sudah tante anggap seperti anak tante sendiri. Oh iya, tante minta kamu pakai gaun ini malam ini karena ... Malam ini akan ada acara!."
Mendengar ucapan itu, Syakira terlihat bingung dan bertanya tanya dengan acara yang akan di adakan oleh Ibu Ayan dan keluarganya.
Setalah itu ia pun pergi dari butik itu dengan membawa pakaian yang berada di dalam tas.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Ibu Ayan meminta Syakira untuk memberikan salah satu tas yang di bawa oleh Syakira kepada anak anak jalanan itu.
Syakira yang tidak mengetahui kalau Ibu Ayan akan mengadakan makan malam bersama di restoran. Ia hanya menuruti perintah dari Ibu Ayan.
Malam hari pun tiba, dengan gaun putih itu Syakira berdiri di depan cermin yang berada di depannya. Ia terlihat sangat cantik dan anggun, di tambah dengan hiasan kepala yang semakin menambah kecantikan Syakira. Ia seakan siap membuat semua orang terpanah melihat kecantikan wajahnya.
Di luar rumah, terlihat banyak tamu yang sudah hadir. Saat itu terlihat Firman baru saja tiba di acara tersebut dengan di dampingi boleh wanita cantik yang tidak lain adalah Nova.
Di sisi lain, Ayan berdiri gagah di depan cermin. Ia terlihat sangat tampan dan sangat berwibawa.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Ayan. Saat itu orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah gadis cantik dengan gaun berwarna merah mudah dengan rambut di gerai panjang dan hiasan di kepalanya yang menambah kecantikan di wajahnya. Tak lain adalah Samira.
"Papa Ayan," panggil Samira.
Beberapa saat kemudian, Ayan membuka pintu. Ketika pintu sudah terbuka Ia terlihat terkejut melihat kecantikan dari Samira.
Ia tersenyum kepada Samira.
Setalah itu ia meraih tangan Syakira menunju ke luar halaman untuk bergabung dengan para tamu yang lainnya. Saat sudah berada di luar halaman, Ayan dan Samira menjadi pusat perhatian para tamu.
Saat Ayan berada halaman, ia terlihat melihat ke sana kemari dengan seperti tengah mencari seseorang.
Tidak hanya Ayan, Samira juga terlihat seperti seseorang yang mencari sesuatu. Ia celingukan ke sana kemari.
"Papa, dimana Tante Syakira? Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Samira kepada Ayan.
"Papa juga tidak tahu, apa mungkin Syakira masih di kamarnya?" jawab Ayan lalu ia terlihat celingukan.
Menyadari Syakira masih belum bergabung dengan para tamu, Ayan meminta Syakira untuk pergi bergabung dengan ayah dan ibu Ayan yang saat itu sedang berbicara dengan salah satu tamu.
Di dalam kamar Syakira masih berdiri di depan cermin. Namun, air matanya terus mengalir. Ia kembali mengingat harapannya untuk menikah dengan Firman setiap kali melihat dirinya memakai gaun tersebut.
Saat itu dia menyeka air matanya, untuk menyembunyikan kesedihan di hadapan keluarga Ayan dan para tamu.
__ADS_1
"Harapan hanyalah harapan. Jika harapan tidak terjadi, maka hal itu hanyalah sebuah kesedihan yang menetap di dalam hati!" Ucap Syakira dengan raut muka sedih.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar di luar kamar yang di tempati oleh Syakira.
Mendengar hal itu, ia menghapus air matanya. Ia berbalik dengan menguatkan diri dengan membawa sebuah senyuman kecil di bibirnya.
Beberapa saat kemudian, Syakira menghampiri pintu dengan perlahan, ia membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka, Ayan terlihat sangat terpaku dengan kecantikan yang di miliki oleh Syakira ketika ia memakai gaun itu.
Ia melihat Syakira dengan mulut ternganga.
"Mas, ada apa?" Tanya Syakira.
"Bukan apa apa, hanya saja ... Malam ini kamu sangat cantik memakai baju ini!." Wajah Syakira langsung malu mendengar apa yang di ucapkan oleh Ayan. Ia memberikan senyum kecil di bibirnya.
Setalah memberikan pujian itu kepada Syakira, Ayan mengulurkan tangannya ke arah Syakira. Syakira yang melihat hal itu, secara perlahan meraih tangan Ayan dan mereka pun saling bergandengan tangan dengan Ayan.
Waktu itu, Syakira dan Ayan seperti ratu dan raja yang berjalan bersama. Saat berada di halaman rumah, Ayan dan Syakira langsung menjadi pusat perhatian dari para tamu. Mereka terlihat terpaku dengan ketampanan dan kecantikan yang di milik Ayan dan Syakira. Bahkan Firman pun juga terlihat seperti terpaku dengan kecantikan Syakira di malam itu.
Mereka berdua berjalan dengan sangat anggun menuju ke orang tua Ayan yang saat itu tengah menemui salah satu tamu.
"Kamu sangat cantik malam ini." Pujian pun di lontarkan oleh Ibu Ayan ketika ia melihat kecantikan Syakira yang saat itu memakai gaun putih itu.
"Terimakasih Tante," jawab Syakira dengan senyum manis di bibirnya.
Beberapa saat kemudian, Firman dan Nova datang menghampiri Syakira dan Ayan.
Ketika mereka berdua sudah dekat antara satu dengan yang lainnya. Tanpa ragu Firman memuji kecantikan yang di miliki oleh Syakira. Setelah itu ia memperkenalkan Nova kepada Syakira dan di waktu itu Firman menyebut bahwa Nova adalah calon istrinya.
Melihat hal itu, kesedihan semakin di rasakan oleh Syakira. Namun, saat itu ia berusaha untuk tetap tenang dan ia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya di hadapan para tamu dengan senyum manis.
"Selamat ya, karena kalian akan segera menikah." Uluran tangan pun dilakukan oleh Syakira kepada Firman dan Nova.
Menyadari hal itu, dengan bahagia Firman pun membalas uluran itu begitu pula Nova. Bahkan, setelah ia membalas uluran tangan dari Syakira. Kedua orang itu semakin mesra dan semakin dekat antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1