
Di sisi lain dari kesedihan yang di rasakan oleh Syakira terlihat kebahagiaan di rasakan oleh Firman dan Nova. Di mana di waktu itu Nova dan Firman tengah makan romantis bersama sama dengan di iringi lagu romantis yang berasal dari alunan merdu gesekan biola dari musisi yang bekerja di restoran itu.
Mengetahui kalau Firman juga menyewa musisi itu juga, Nova hanya terlihat tersenyum dengan terlihat seperti tidak percaya kalau dirinya kalau di malam itu Firman sampai menghadirkan musisi itu juga.
Namun saat itu terlihat dengan jelas kalau Nova sangat bahagia dengan makam malam yang di adakan oleh Firman untuk dirinya di malam itu.
"Makasih ya Mas, karena sudah mengajak aku makan malam romantis seperti ini!" ucap Nova di pertengahan makan malam. Mendengar ucapan itu, Firman terlihat tersenyum, setelah itu ia menjawab sama sama kepada Nova dengan pandangan mata yang terus menatap ke arah Nova.
Melihat hal itu, Nova pun tersenyum dan dirinya pun kembali menunduk kan kepalanya untuk melanjutkan makan malam.
Saat itu suasana romantis semakin bertambah ketika hujan turun di luar membuat Firman dan Nova seperti kembali jatuh cintai.
Hal itu pun benar, bukan hanya seperti namun saat itu kedua insan itu memang kembali jatuh cinta antara satu dengan yang lain. Seakan ikatan di masa lalu yang pernah hilang antara satu dengan yang lainnya kini terikat kembali.
Waktu berlalu begitu cepat, saat itu terlihat makan malam sudah selesai. Menyadari hal itu, Firman pun pergi ke kasir untuk membayar makanan yang di makan oleh mereka berdua.
Ketika Firman tengah sibuk membayar makanan, tiba tiba tanpa di sadari oleh Firman seorang laki laki misterius dengan jaket hitam menghampiri Nova. Ia terlihat seperti marah dengan Nova, namun kemarahan itu hilang ketika Firman berbalik dan menghampiri Nova, ketika laki laki itu menyadari kalau Firman berbalik, ia terlihat langsung berbalik dan menghindari dari Nova agar tidak membuat curiga Firman.
Saat itu Firman terlihat masih saja tidak menyadari apa yang terjadi beberapa saat lalu. Setalah ia membayar makanan itu, ia mengajak Nova pulang. Nova yang mendengar hal itu ia pun mau dan menuruti apa yang diinginkan oleh laki laki di masa lalunya itu.
Ia pun pergi menuju ke dalam mobil Firman yang terparkir di parkiran di dekat restoran.
Setalah Nova dan Firman pergi laki laki yang menghampiri Nova tersebut terlihat berdiri melihat ke arah mereka berdua, namun saat itu wajah dari laki laki itu masih tidak terlihat. Menyadari kalau Nova dan Firman sudah pergi, laki laki itu pun pergi dari restoran itu.
Beberapa saat kemudian, terlihat Firman dan Nova sampai di rumah Nova. Ia terlihat mengantarkan Nova sampai tujuan.
Setalah Nova sampai di rumah terlihat Firman langsung berpamitan kepada Nova untuk segera pulang ke rumah nya. Nova yang mendengar ucapan itu pun langsung mengizinkan apa yang di inginkan oleh Firman.
Akhirnya Firman pun meninggal kan Nova di rumahnya sendiri. Di sepanjang perjalanan terlihat, laki laki yang baru saja melakukan makan malam itu terlihat tersenyum bahagia. Bagaimana tidak, kini ia merasa kalau ia kembali jatuh cinta kepada Nova walau pun Nova tidak bisa menggantikan posisi Jasmin di hatinya, namun ia berusaha untuk melupakan Jasmin di dalam hidupnya dengan berusaha untuk mencintai Nova.
Di sisi lain, kesedihan terus di rasakan oleh Syakira yang merasa patah hati atas apa yang di lakukan oleh Firman. Namun, di saat itu ia merasa kalau apa yang dia lakukan kali ini adalah kesalahan nya sendiri, ia terlalu berharap kepada Firman laki laki yang belum tentu mencintai dirinya.
Saat itu Syakira berjalan di pinggir jalan dengan keadaan basah kuyup dan langkah yang hampa. Ia seakan menyesali atas apa yang di lakukan oleh dirinya sendiri yang mencintai laki laki yang tidak mencintai dirinya.
****
Keesokan harinya terlihat, Ayam kembali datang ke tempat biasa anak anak itu ada, namun saat itu Syakira dan anak anak terlihat tidak ada di tempat itu. Melihat hal itu, Ayan sempat berpikir kalau Ayan salah tempat, ia berpikir kalau tempat itu adalah tempat yang biasa ia kunjungi. Perasaan heran, bingung dan gelisah pun terlihat di raut muka laki laki itu.
__ADS_1
Ia terlihat berjalan ke sana kemari dengan raut muka yang sangat khawatir, dengan sesekali memanggil manggil nama Syakira. Namun saat itu tidak ada respon dari anak anak itu dan Syakira.
Melihat Syakira dan anak anak jalanan itu tidak berada di tempat biasa, Ayan pun bergegas mencari tahu keberadaan mereka dengan meninggalkan taman itu.
****
Di tempat lain, terlihat Syakira dan anak anak itu tengah berjalan di pinggir jalan. Ia terlihat sedih, hal itu terlihat dari raut mukanya dan matanya yang terus di penuhi oleh air mata.
"Kak, sekarang kita akan pergi kemana lagi?" tanya salah satu anak jalanan yang bersama dengan Syakira dengan wajah yang sedih.
"Entah lah, kakak tidak tahu!. Tapi.... Yang jelas kakak akan cari tempat tinggal yang layak untuk kita semua!" jawab Syakira kepada anak anak itu untuk menenangkan anak anak itu. Walaupun ia tahu ia juga bingung mencari tempat tinggal yang layak di mana. Namun saat itu ia tidak menyerah dan tatapan berjalan bersama dengan anak anak itu.
*****
Di dalam mobil terlihat kekhawatiran Ayan kepada Syakira dan anak anak itu terlihat sangat jelas, ia mengendari mobil dengan melihat ke sana kemari seperti orang yang kebingungan mencari seseorang. Namun saat itu ia tidak menemukan orang yang dia cari itu.
"Kamu kemana Syakira?" ucap Ayan dengan berbicara sendiri dan dengan ekspresi muka khawatir dan sesekali melihat ke sana kemari.
Di jalan tiba tiba hujan turun, Syakira dan anak anak itu pun lekas mencari tempat yang teduh untuk berteduh. Saat itu mereka melihat sebuah halte bus yang kosong, menyadari hal itu ia pun mengajak anak anak itu untuk pergi ke halte itu dan berteduh di halte itu.
Di saat Syakira bingung tempat tinggal dan Ayan bingung mencari Syakira dan anak anak. Di rumah Ayan terlihat Firman datang untuk menjemput Samira untuk di ajak jalan jalan oleh Firman. Namun saat itu, Samira terlihat tidak mau menerima ajakan itu dari ayah nya.
Namun, karena di saat itu hujan tiba tiba turun, rencana untuk mengajak Samira jalan jalan pun tiba tiba gagal dan mereka berdua harus tetap tinggal di rumah Ayan.
Di waktu, itu Samira, orang tua Ayan dan Firman terlihat sangat dekat. Ia seolah bukan lah tamu dan pemilik rumah namun mereka terlihat seperti anak dan orang tua.
****
Setelah beberapa saat mencari akhirnya, Ayan melihat kalau Syakira berteduh di halte bus. Menyadari hal itu ia pun menghampiri Syakira.
Melihat kedatangan mobil hitam di hadapan nya, Syakira mengira kalau mobil itu milik Firman, saat itu terlihat terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Setelah Ayan keluar ia terlihat semakin terkejut karena apa yang ia pikirkan selalu salah.
"Ada apa ini Syakira? Kenapa kamu pergi dari tempat awal kamu tinggal?" tanya Ayan kepada Syakira dengan terlihat kebingungan. Ia juga terlihat kasih kepada anak anak yang ikut dengan Syakira. Mereka terlihat kedinginan. "Kamu mau kemana?"
"Aku mau cari tempat baru Mas, aku kasihan dengan anak anak. Selama ini mereka tidak pernah tinggal dan hidup dengan layak, saya ingin cari rumah baru untuk tinggal!" jawab Syakira dengan sedikit kencang karena air hujan yang turun dengan deras di waktu itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu, Ayan pun mengajak anak anak itu untuk masuk ke dalam mobil, begitu pula Syakira. Pada awal Syakira menolak karena ia tidak ingin terlalu banyak merepotkan Ayan, namun saat itu Ayan memaksa Syakira, hal itu ia lakukan karena ia melihat keadaan anak anak jalanan itu yang terlihat kedinginan dan tubuhnya menggigil.
Akhirnya Syakira pun mau dan ia masuk ke dalam mobil milik Ayan, bersama dengan anak anak itu dan barang barang miliknya.
Beberapa saat kemudian, ia sampai di rumah yang tidak lain adalah rumah nya sendiri. Sesampainya di rumah Ayan, ia meminta Syakira keluar dari mobilnya.
Tok.. tok... Tok...
Suara ketukan pintu terdengar dari luar rumah, Ibu Ayan yang mendengar hal itu ia langsung menghampiri pintu dan membuka pintu untuk orang yang mengetuk pintu itu.
Ketika pintu sudah terbuka ia terdiam mematung di tengah jalan dengan pandangan mata yang tercengang melihat Ayan bersama dengan wanita yang sangat mirip dengan Jasmin. Melihat itu ia benar benar tidak bisa berkata kata, ia langsung meminta Ayan dan Syakira berserta anak anak itu untuk masuk ke dalam rumah.
Saat berada di dalam rumah, semua orang yang baru bertemu dengan Syakira terlihat sangat terkejut. Sedangan Samira dan Firman terlihat tampak biasa saja, namun di waktu itu Samira terlihat sangat bahagia melihat kedatangan Syakira.
Ketika Syakira dan Samira berpelukan, Ibu Ayan menarik Ayan menjauhi mereka. Saat merasa sudah berada jauh dengan wanita yang mirip dengan Jasmin, Ibu ayan terlihat kebingungan dan sangat bertanya tanya tentang jati diri wanita itu.
"Ayan siapa dia dan bagaimana kamu bisa bertemu dengan dia? Kenapa wajahnya bisa sangat mirip dengan Jasmin?" tanya Ibu Ayan kepada Ayan dengan sangat penasaran.
"Mama, aku minta maaf membawa orang asing ke rumah kita. Tapi kasihan dia Ma, dia tidak punya rumah!."
" Bukan itu jawaban dari pertanyaan Mama, Ayan. Mama bertanya kepada kamu siapa dia?" ucap Ibu Ayan dengan semakin tegas.
Akhirnya Ayan pun menjelaskan kepada ibunya tentang jati diri dari wanita itu, ketika mendengar cerita dari Ayan, raut wajah dari Ibu Ayan sempat berubah ia sempat terkejut namun entah apa yang membuat Ibu Ayan terkejut dengan yang di cerita oleh Ayan.
"Aku sudah ceritakan semuanya Ma, aku mohon sama Mama, tolong izinkan mereka tinggal di rumah kita selama beberapa hari," pinta Ayan kepada ibunya dengan baik.
Mendengar permintaan dari Ayan anak yang ia sayangi, akhirnya Ibu Ayan pun mengizinkan wanita yang mirip dengan Jasmin itu untuk tinggal selama beberapa hari di rumah Ayan.
Setelah berbincang bincang selama beberapa saat, akhirnya Ayan dan ibunya keluar dari perbincangan itu dan setelah itu Ibu Ayan mengajak wanita yang mirip dengan Jasmin itu pergi ke kamar mandi dan ia meminta wanita itu mengganti pakaian nya.
Ketika semua sudah bersih dan rapi, anak anak jalanan terlihat membantu Ibu Ayan membersihkan kotoran yang di akibatkan oleh kaki mereka, begitu pula Syakira yang mengantikan Ibu Ayan mengepel lantai waktu itu. Melihat kebaikan dari Syakira, Ibu Ayan terlihat tersenyum di bibirnya dan ia terlihat suka dengan sikap Syakira.
Saat itu, Firman masih berada di rumah Ayan. Melihat kehadiran Firman, mata Syakira terus menerus bersedih namun ia berusaha untuk menutupi kesedihannya dengan menundukkan kepalanya dan terus fokus mengepel lantai.
Melihat hal itu, Ibu Ayan pun pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka semua, dengan di bantu suaminya. Ibu Ayan terlihat sangat lihai memasak di dapur.
Waktu berlalu begitu cepat, terlihat Syakira dan anak anak itu sudah selesai membersihkan lantai, di saat itu masakan yang di masak oleh Ibu Ayan pun juga sudah matang.
__ADS_1
Di waktu itu tanpa ada perasaan ragu atau seperti apa pun Ibu Ayan mempersiapkan makanan untuk Syakira dan anak anak jalanan itu, tidak hanya mereka keluarga Ayan pun melakukan hal yang sama. Dengan terlihat tidak enak, Syakira dan anak anak jalanan itu makan bersama di lantai yang baru saja di bersihkan itu.
Mereka terlihat sangat bahagia makan bersama, namun masih ada kesedihan di dalam hati Syakira setiap kali dirinya melihat ke arah Firman laki laki yang dia cintai itu.