
"Stooooppppp!" Teriak Ayana tiba tiba.
Elsa dan Putri akhirnya berhenti bertikai. Mereka menatap pada Ayana yang berteriak sangat keras dan memekakkan telinga mereka.
"Yana?"
Handi bingung dan terkejut mendengar Ayana tiba tiba berteriak seperti itu. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah saat melihat Ayana yang mengeluarkan Cincin dari mulutnya dan memasukkan Cincin itu kedalam gelas yang berisi air putih.
"Maafkan aku, Han." Ucap Ayana.
Kemudian dia melangkah kearah Elsa dan Putri yang masih terus bertatapan penuh amarah.
Handi hanya menatap cincin yang ada dalam gelas dan masih terngiang ucapan maaf dari Ayana barusan. Dan dia sama sekali tidak menyadari bahwa Ayana sudah melangkah menjauh dari mejanya.
"Apa kalian tidak punya rasa malu!"
Ayana mengatakan dengan tegas pada kedua wanita itu.
"Kamu itu hanya sekretaris rendahan. Lebih baik diam dan jangan ikut campur." Teriak Putri pada Ayana.
"Hhah." Ayana menghela napas dalam.
Sebentar dia menatap pada Elsa yang menahan senyum dan kembali memperbaiki rambutnya yang berantakan. Tatapan Ayana beralih pada Putri yang juga membenarkan pakaian dan rambutnya yang berantakan.
"Lebih baik kalian pulang sekarang!" Perintah Ayana pada kedua wanita itu dan juga pada Farraz.
"Siapa kamu berani memerintahku…" Teriak Putri sambil mengayunkan tangannya hendak menampar Ayana.
Farraz hendak menghentikan itu, begitu juga dengan Handi yang sudah tersadar dari lamunannya. Tapi, tepat sebelum mereka menyentuh tangan Putri, Ayana sudah lebih dulu menahan tangan lemah itu dengan tangannya.
"Kamu pikir kamu siapa bisa menamparku?" Tanya Ayana yang membuat Putri semakin tersulut amarah.
__ADS_1
"Berani sakali kamu menyentuh tanganku. Kamu itu hanya sekretaris murahan." Teriaknya menggila sambil berusaha melepaskan tangannya dari Ayana.
"Kamu yang murahan! Berani sekali kamu menggoda Farraz dan mengaku sebagai tunangannya. Dasar wanita tidak punya malu." Maki Ayana dengan menghempaskan kuat tangan Putri.
"Hhaaaaa… Kamu pikir kamu siapa? Berani sekali menghinaku." Mendorong Ayana dengan sangat kuat.
Saat tubuh Ayana hampir jatuh, dengan cepat Farraz menyambutnya, hingga Ayana masuk dalam pelukan Farraz.
"Kamu mau tahu siapa aku?" Tanya Ayana.
Dia melepaskan diri dari Farraz dan melangkah mendekati Putri yang menatapnya penuh amarah.
"Aku tidak peduli siapa kamu. Dan apa peduliku dengan itu semua." Ucap Putri merasa geli melihat tatapan serius Ayana padanya.
"Tidak, kamu harus tahu siapa aku. Karena, sebenarnya aku adalah istri dia!" Teriak Ayana tegas sambil menunjuk wajah Farraz yang tampak tidak percaya bahwa Ayana akan mengumumkan hal itu.
Handi tidak kalah terkejutnya. Dia bahkan terduduk lemah di kursinya setelah mendengar pengakuan Ayana.
Ayana tersenyum getir mendengar Putri tidak mempercayai ucapannya.
"Ayana adalah istriku. Dia adalah wanita yang aku nikahi secara sah menurut agama dan negara." Ujar Farraz sambil melangkah mendekati Ayana.
"Apa buktinya kalian sudah menikah? Jangan mengarang cerita terlalu kejam seperti itu untuk bisa lepas dariku, Raz. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu." Ucap Putri dengan penuh percaya diri.
Farraz mengeluarkan sesuatu dari saku jas yang dikenakannya.
"Ini, bukti bahwa kami sudah menikah."
Farraz menunjukkan buku nikah berwarna hijau dan merah. Dia bahkan membuka buku nikah tersebut dan memperlihatkan pada Putri bahwa disana tertulis namanya dan Ayana dan dilengkapi dengan foto mereka.
"Tidak mungkin, kamu pasti bohong. Aku tidak percaya!" Teriaknya.
__ADS_1
Putri melangkah dan berniat untuk memukul Ayana dan Farraz, tapi, sebelum itu terjadi dua orang sekuriti datang dan menyeret Putri keluar dari sana.
"Aku akan menghancurkan kalian. Ingat itu. Ini adalah sumpahku." Rutuknya penuh emosi dengan tatapan matanya yang memerah.
"Kamu tidak apa apa, kan?" Tanya Farraz memeriksa wajah Ayana.
"Aku tidak apa apa kok." Jawab Ayana.
"Duh yang lagi kasmaran, aku malah dilupakan." Ledek Elsa.
Farraz menoleh pada Elsa. "Apa kamu baik baik saja, El?" Tanya Farraz tampak khawatir.
"Its ok. Tugasku sudah selesai, kan?" Tanya Elsa.
"Terimakasih banyak, El."
Farraz melambaikan tangan pada Elsa yang sudah melangkah menjauh dari mereka.
Dan Ayana, melangkah menghampiri Handi yang tampak masih terkejut setelah mengetahui kenyataan bahwa Ayana dan Farraz sudah menikah.
"Han, aku…" Ucap Ayana bingung.
"Aku yang bodoh disini. Aku terlalu menyukai kamu, sehingga tidak bisa menerima kenyataan bahwa ternyata kamu sudah menikah." Ujar Handi.
Dia tampak sangat kecewa. Sedangkan Ayana hanya tertunduk tanpa tahu harus mengatakan apa.
"Sorry, Han. Ayana tidak melakukan kesalahan apapun. Aku yang memaksanya untuk merahasiakan pernikahan kami. Sorry bro!" Seru Farraz.
"Selamat untuk kalian."
Handi berdiri dan menyalami Farraz, lalu dia menatap Ayana sebentar dan akhirnya melangkah meninggalkan Ayana dan Farraz yang menatap kepergian Handi dengan perasaan bersalah.
__ADS_1