
Beberapa bulan berlalu tidak terasa. Ayana sudah tidak lagi sering mengomel, marah dan bertingkah aneh aneh. Hari ini dia akan mengunjungi rumah sakit untuk memeriksa kandungannya.
"Sayang yakin mau sendiran saja ke rumah sakit?"
"Iya, mas. Lagian kan mas sibuk di kantor juga kan."
"Ya sudah kamu boleh pergi sendiri, tapi harus janji kalau terjadi apa apa segera telpon."
"Siap pak suami." Teriaknya semangat.
Farraz mencium pipi dan kening Ayana, lalu dia berangkat lebih dulu menuju kantor karena akan ada rapat pagi ini. Sedangkan Ayana langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
Kini usia kandungannya sudah memasuki bulan ke enam. Tidak ada hal aneh yang dirasakannya tentang kandungan, dia hanya ingin memeriksa rutin setiap bulannya.
"Selamat pagi nyonya Ayana!" Sapa dokter Rahma.
"Pagi dok."
"Bagaimana keadaan kandungannya, apa ada hal yang aneh?"
"Tidak ada dok. Hanya saja sekarang lebih sering merasa ada yang bergerak gerak saja."
"Itu pertanda bayinya aktif."
"Mau usg atau hanya periksa detak jantung bayinya saja?"
__ADS_1
"Usg juga dong dok. Penasaran sama bayinya cowok apa cewek ya."
"Silahkan berbaring nyonya Ayana."
Ayana pun berbaring dan mebiarkan dokter Rahma melakukan usg untuk melihat perkembangan bayinya sekaligus melihat jenis kelamain bayinya.
"Bayinya sangat sehat dan benar benar aktif."
"Lucu sekali ya dok." Ayana melihat monitor yang memperlihatkan keadaan bayinya.
"Jenis kelaminnya, laki laki."
"Laki laki?"
"Iya nyonya Ayana."
Setelah pemeriksaan dan diberi vitamin oleh dokter Rahma, Ayana pun langsung keluar dari rumah sakit. Tapi saat hendak menuju mobilnya dia melihat seorang wanita hamil turun dari taxi tepat di depan rumah sakit.
"Itukan Suci?" Gumam Ayana yang merasa kenal dengan perempuan itu.
"Suci!"
Perempuan pemilik nama Suci itu menoleh dan tersenyum senang saat mengetahui siapa yang memanggilnya.
"Ya ampun, mbak Ayana?" Menghampiri Ayana dengan senang hati.
__ADS_1
"Suci."
"Apa kabar kamu?" Ayana memeluknya.
"Sehat alhamdulillah mbak."
"Mbak Yana sudah menikah lagi ya?"
"Iya. Wah aku lupa memberitahumu." Ujar Ayana.
"Tidak apa kok. Selamat ya mbak, semoga bahagia dan menua bersama."
Ayana mengangguk senang mendapatkan ucapan selamat dan doa dari Suci.
"Mau periksa kandungankan?" Tanya Ayana.
"Iya mbak."
"Ya sudah, kalau gitu mari aku antar ke dalam."
"Tidak usah mbak Yana. Mbak pulang saja, aku biar sendirian deh nggak apa apa kok."
"Udah nggak usah nolak. Ayok..." Menggandeng tangan Suci.
Ayana menunggu sampai Suci selesai di periksa. Lalu, setelah pemeriksaan itu, Ayana mengajak Suci untuk pergi makan dan sekedar mengobrol karena sudah lama tidak berjumpa.
__ADS_1
Mereka tidak terlalu akrab, bahkan dulu hanya beberapa kali tidak sengaja bertemu karena suami Suci bagian dari Faress crupt. Pertemuan beberapa kali secara tidak sengaja itu, menjadikan mereka dekat dan berbagi kisah hidup masing masing.
Suci menceritakan tentang dirinya yang bertahun tahun tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Dia juga bercerita tentang mertua dan ipar yang sangat membencinya. Dan Ayana pun berbagi kisah hidupnya pada Suci. Sejak saat itulah mereka mulai saling menyapa dan mengobrol saat ada kesempatan yang mempertemukan mereka secara tidak sengaja.