Sebenarnya, Aku Istri Dia

Sebenarnya, Aku Istri Dia
Bab 78 Ngobrol santai


__ADS_3

"Raz, are you oke?"


"Ok. Tapi memang agak dingin sih."


Farraz dan Handi tertawa bersama. Mereka sudah sangat jarang mengobrol bahkan saat di perusahaan pun juga sangat jarang bertemu.


"Aku nggak nyangka Ayana akan kekanakan sampai mengerjai kamu seperti tadi."


"No. Ayana nggak ngerjain aku sama sekali, Han. Memang dia yang melepaskan ikannya dan saat ikan itu lepas dia mau makan ikannya."


"Dia mau terjun ke kolam untuk menangkap ikan. Tapi aku melarangnya, dan sebagai gantinya aku yang akan menangkap ikan itu. Tapi, ya aku gagal." Tuturnya merasa malu karena tidak bisa menepati janji untuk menangkapkan ikan itu.


"Jadi, bukan Ayana yang meminta kamu menangkap ikan di kolam yang dingin itu?"


"Bukan lah. Ayana tidak pernah memerintah hal yang mungkin membahayakan aku. Kecuali dia tahu, hal itu tidak akan membahayakan, maka saat itulah dia akan memintaku melakukan hal aneh yang dia inginkan."


Handi menghela napas. Dia bahkan salah lagi menilai Ayana yang dulu dianggapnya paling dia kenal. Ternyata hanya Farraz yang paling mengenal Yana meski baru sebentar hidup bersama Ayana.


"O iya Raz, aku mau nanya soal Danil."


"Danil? Pertanyaan apa?"


"Apa benar pak Haris merekrutnya menjadi pimpinan Gg crupt?"


"Ya, papa merekrutnya atas usulanku."


"Apa? Kamu yang mengusulkan itu?"


"Iya. Aku melihat potensi Danil yang luar biasa. Sayang banget kalau potensinya tidak dikembangkan."

__ADS_1


"Tapi kan dia itu pernah menyakiti Yana, Raz?"


"Aku tahu. Aku hanya bersikap profesional saja, aku mencoba tidak mencampur urusan pribadi dan pekerjaan."


Handi mengangguk paham. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama Ayana berada di samping Farraz, sudah tentu keselamatan Ayana akan diutamakan.


"Han, aku tahu kamu khawatir pada Ayana. Tapi, aku akan menjaga Ayana dengan baik. Tidak akan aku biarkan seorangpun menyakitinya meski hanya seujung kuku."


"Ya, aku mengerti." Jawab Handi.


"Aku akan lebih leluasa mengawasi Danil saat dia berada dalam genggamanku. Itulah sebenarnya tujuanku, Han." Ungkapnya.


"Benarkah?"


Farraz mengangguk dan tersenyum. Ditepuknya pelan pundak Handi. Dia tahu Handi sangat mengkhawatirkan Ayana. Tapi, Ayana adalah miliknya dan dia akan melindungi Ayana dengan caranya sendiri.


"Sedang dalam proses."


"Benarkah?"


Handi mengangguk malu, untuk mengurangi rasa malu itu dia pun meminum kopi panas milinya.


"Di tangan Danil, Gg crupt akan bertahan sekitar lima tahun. Itu menurut prediksi papa."


"Bagaimana prediksimu?"


"Paling lama dua tahun. Paling sebentar lima belas bulanan." Jawabnya yakin.


"Bagaimana kamu bisa yakin?"

__ADS_1


Farraz mengangkat kedua bahunya. Lalu kembali mereguk kopi panas buatan Hadijah.


Sementara itu, Ayana dan Via juga sedang berbincang sambil makan di dapur.


"Kak, jangan memberi tahu Mama sama Papa tentang kejadian pagi ini." Memohon.


"Kenapa? Lagian mama pasti akan tertawa mendengar cerita ini."


"Kak tolong jangan beri tahu mereka!"


"Ya kenapa?"


"Aku takut mama marah karena meminta Farraz menangkap ikan di kolam yang dingin itu.


"Kamu tenang saja. Mama tidak akan tahu dari kakak. Dia akan mengetahui itu memalalui orang lain."


"Mati aku!"


"Nggak akan aku ceritakan, kok. Jadi, kamu tenang saja." Via mengelus punggung Yana untuk menenangkannya.


"Maafkan aku kak. Aku tidak bermaksud meminta Farraz menangkap ikan itu."


"Aku tahu itu. Farraz menawarkan diri karena dia tidak akan rela melihat kamu masuk ke kolam untuk menangkap ikan itu."


"Kak Via tahu dari mana hal itu?"


"Hadijah yang cerita saat aku bantu menggoreng ikannya." Jawab Via senang.


Dia dan mamanya tidak pernah mempermasalahkan Ayana mau melakukan apapun pada Farraz. Selama bukan tentang perceraian dan pembunuhan, maka mereka tidak akan pernah ikut campur urusan rumah tangga Farraz dan Ayana.

__ADS_1


__ADS_2