Sebenarnya, Aku Istri Dia

Sebenarnya, Aku Istri Dia
Bab 70 Malam pertama Via dan Handi


__ADS_3

Malam ini Handi pulang lebih awal. Dia ingin mencoba saran dari Farraz untuk menerobos saja itu pun jika dia sanggup melihat istrinya gemetar ketakutan.


"Han, sudah pulang?" Sambut Via.


"Kamu cantik banget malam ini sayang." Handi terpesona karena Via memakai dres tidur yang mini dan terawang. Sungguh menggoda jiwanya.


"Aku selalu cantik setiap malam, kamu aja yang nggak lihat, kan kamu pulangnya saat aku udah tidur." Sindirnya.


"Kamu mau mandi dulu atau makan dulu?"


"Makan dulu deh, aku lapar banget."


Mereka pun menuju dapur. Handi duduk menunggu Via mengambilkan makanan untuknya. Dan setiap gerak langkah Via membuat jantungnya berdebar tak karuan. Dres tipis yang dipakai Via benar benar sungguh menggoda. Jika saja Via tidak memiliki masalah trauma, Handi berencana untuk langaung memeluknya dan menggendongnya menuju kamar.


"Ini makan malam spesial buat mas Handi, suami terbaikku." Meletakkan sepiring makanan didepannya.


"Terimakasih sayang."


"Makan yang banyak, Han. Supaya kamu punya banyak tenaga untuk bekerja malam ini."


Handi hampir tersedak mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Via. Otaknya yang terlalu negatif atau memang Via yang sengaja menggodanya.

__ADS_1


"Tidak ada pekerjaan apapun malam ini sayang." Handi mencoba menetralkan pikirannya yang sudah menjelajah jauh kedalam dres transparan milik Via.


"Ya sudah, kalau begitu mas makan yang banyak. Setelah itu mandi dan kita tidur."


"Mas? Kamu memanggilku mas?"


"Iya. Aku akan belajar memanggil kamu dengan panggilan Mas. Boleh, kan?"


"Boleh banget sayang." Handi mempercepat makan. Dia semakin tidak sabar untuk segera memeluk tubuh ramping istrinya itu. Ya meski mungkin hanya bisa memeluk, Handi sudah sangat bahagia.


Selesai makan, mereka langsung ke kamar. Handi menuju kamar mandi, dan Via menunggu di atas tempat tidur. Dia berpose menggoda, berharap Handi akan tergoda dan tidak mampu menahan lagi hasratnya untuk menyentuh tubuhnya.


"Aku akan mencoba melawan rasa takutku demi kamu, mas Han." Batinnya.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanyanya ragu.


"Mas, cobalah belai aku dan sentuh aku dengan penuh kasih sayang seperti biasa." Ucapnya yang berhasil membuat mata Handi membola.


"Apa maksudmu sayang?"


"Jangan berhenti bahkan saat aku gemetar ketakutan. Peluk aku yang erat, berikan aku sentuhan yang membuatku bisa melupakan rasa takutku."

__ADS_1


"Aku mohon, sayang. Jangan berhenti malam ini, aku akan mencoba mengatasi traumaku." Ucapnya.


Tanpa ragu, Handi langsung mematikan lampu. Dia naik ketempat tidur untuk memberi belaian pada istrinya yang sangat menggoda malam itu.


"Aku tidak akan berhenti malam ini sayang, maafkan aku karena aku benar benar tidak akan berhenti malam ini." Handi memberikan ciuman diseluruh wajah Via. Tangannya mulai menelusuri seluruh lekuk tubuh yang selama ini tidak bisa disentuhnya seperti malam ini.


Sungguh malam itu terasa begitu indah, dan saat Handi akan benar benar melakukannya, Via memintanya untuk terus menatap matanya. Handi melakukan apa yang diinginkan Via, saat hal itu benar benar terjadi, Via memejamkan matanya dan memeluk erat tubuh Handi.


"Kamu pasti bisa sayang. Ini aku suamimu Handi." Bisiknya di telinga Via saat tubuh itu gemetar dan bersimbah keringat dingin.


Handi berhenti sejenak, membiarkan Via merasakan bahwa kini mereka telah bersatu. Sesekali dia membelai wajah dan rabut istrinya itu. Ciumanpun diberikan diberbagai tempat, untuk memberi ketenangan pada tubuh istrinya yang masih gemetar itu.


"Mas, aku mohon bergeraklah. Aku menginginkanmu mas." Ucap Via berbisik.


"Kamu yakin sudah merasa lebih baik?"


"Iya, mas. Aku menginginkan kamu sekarang, mas."


Handi tersenyum senang, dan langsung menggerakkan tubuhnya dari tempo yang pelan hingga cepat mengikuti keinginan istri tercintanya itu.


Sungguh malam itu menjadi saksi penyatuan cinta mereka yang tidak akan terlupakan. Betapa mereka bahagia, kebahagiaan itu bahkan tidak bisa digambarkan dengan kata kata. Via berhasil melawan rasa traumanya, hingga dia meminta beberapa kali lagi untuk Handi mengulang penyatuan gejolah cinta dan rindu mereka malam itu.

__ADS_1


"Aku bahagia, mas. Aku sangat bahagia."


"Aku juga sangat bahagia sayangku." Ucap Handi sebelum akhirnya mereka terlelap karena merasa sangat lelah setelah bekerja hampir semalaman.


__ADS_2