
Dokter Adnan, pemilik klinik tempat Suci menutup matanya. Siapa sangka, sampai saat ini Suci masih terbaring koma disalah satu kamar VIP kliniknya. Tepat di sebelah tempat suci berbaring, terdapat box bayi yang didalamnya terbaring bayi mungil dengan alat bantu pernapasan.
Adnan hanya berbohong saat mengatakan Suci telah meninggal. Dia hanya tidak sudi melihat Suci harus diambil lagi oleh Aria lelaki yang mengkhianatinya.
Hari itu, saat Aria jatuh pingsan, Adnan mengambil tubuh Suci dan segera menyelamatkannya. Lalu saat Aria terbangun, dia melihat tubuh Suci sudah terbungkus kain kafan. Awalnya Adnan takut Aria mungkin akan membuka penutup wajah mayat berkain kafan yang digantinya dengan sebuah boneka manekin.
Beruntungnya, Aria tidak melakukan itu. Dia hanya berterima kasih karena dokter Adnan membantu memandikan dan mengkafankan istrinya. Setelah itu, Aria bersama keluarganya langsung menguburkan boneka menekin yang mereka anggap sebegai Suci.
"Dokter, saya rasa kita harus membuka alat bantu pernapasan dari bayinya." Suster yang sejak tadi memeriksa keadaan bayi itu kini menyarankan pada dokter Adnan untuk melepas alat bantu pernapasan.
"Apa terjadi sesuatu pada bayinya?"
"Tidak dok, bayinya malah baik baik saja dan sudah membuka matanya."
Adnan mendekat, benar saja bayi itu bahkan menggenggam jari telunjuk yang didekatkannya ke tangan mungil bayi laki laki itu.
"Syukurlah, bayi ini selamat." Adnan meneteskan air mata.
__ADS_1
"Eeakk., eee aaaakkk... eeeaaakkk"
"Bayinya menangis."
"Dokter kita berhasil... bayinya menangis."
Ruangan itu dipenuhi rasa haru. Mereka berhasil menyelamatkan bayi yang diberinya nama Ian yang berarti hadiah dari Tuhan.
"Dokter, sepertinya mbak Suci merasakan kehadiran bayinya. Air matanya menetes, dia menangis."
"Kondisi mbak Suci juga semakin membaik. Saya berharap, mbak Suci akan segera siuman dan bisa memeluk bayinya segera." Gumam Suster itu.
Adnan menggendong bayi yang kini sudah tidak menangis lagi, diletakkannya tubuh mungil itu telungkup diatas tubuh ibunya. Bayi itu bereaksi, dia bergerak dan menjilat kulit ibunya.
Sungguh pemandangan yang sangat mengharukan. Adnan tidak menyangka usahanya untuk menyelamatkan Suci dan bayinya berhasil.
Sementara itu, saat ini Aria sedang bersama Mina dan anak mereka yang juga laki laki.
__ADS_1
"Aku beri kamu nama Arkan Putra Aria." Betapa bangganya Aria memiliki anak laki laki.
Sementara Mina hanya bisa ikut tersenyum bahagia. Dia puas, karena bisa menjadi istri sah Aria dan memberikan anak laki laki. Meski sebenarnya anak yang dilahirkan Mina adalah bayi perempuan. Tapi demi bisa diakui oleh Aria, dia rela menukar bayinya dengan bayi laki laki yang kini akan dirawatnya menjadi putra dari Aria.
"Aku bahagia sayang. Kamu benar benar bisa memberikan jagoan untukku. Kamu terbaik selamanya sayangku."
"Iya mas. Mas juga suami terbaikku."
Aria memeluk Mina dan Arkan bersamaan. Dia benar benar bahagia dan merasa hidupnya sudah lengkap saat ini.
Karena keangkuhan Aria yang menginginkan anak, hingga berselingkuh membuatnya kehilangan putra kandungnya. Sedangkan bayi yang dibanggakannya saat ini bukan bayi nya. Dia bodoh tidak pernah mengetahui, Mina adalah perempuan cerdas dan licik yang akan melakukan apapun untuk bisa tetap tinggal disampingnya.
"Mulai besok, kamu akan tinggal di rumah utama. Dan kita akan hidup bahagia selamanya."
"Benaran, aku boleh tinggal di rumah utama, mas?"
"Tentu boleh. Kamu adalah istriku, ibu dari putraku." Pujinya penuh percaya diri.
__ADS_1