Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Maaf


__ADS_3

Sekar


Matanya semakin membulat dan mulutnya menganga saat Harsa memintanya untuk memilih oleh-oleh untuknya dari brand-brand ternama.


Jangan salah, walaupun ia hidup sederhana dan lebih cenderung hemat. Namun ia tahu nama-nama brand terkenal itu. Bahkan ia mempunyai 1 tas dari brand ternama yang ia dapatkan dari ayahnya saat ia berulang tahun. Dan juga 1 sepatu dari brand dunia lainnya yang diberikan oleh Nanda.


"Ehh..nggak usah mas! Aku cuma mau mas pulang dengan selamat aja..." jawabnya sambil memberi cengiran.


Jujur tak terlintas sedikit pun dalam dirinya untuk meminta barang apapun dari seseorang.


Harsa mendengus pelan dan kembali menyesap teh dari cangkir itu,


"Yaudah, kalau gitu aku yang pilih aja."


Dia bisa apa kalau sudah masalah seperti ini. Harsa tetaplah Harsa, lelaki yang tak terbantahkan dan tak suka penolakan.


"Iya mas. Makasih ya mas.." jawabnya lembut.


"Tapi nggak gratis! Sampai rumah aku harus dipeluk dan dicium terus sampai aku bilang stop.." sahut Harsa cepat dan tertawa keras.


"Hhmm... aku mau pulang kost aja deh kalau gitu!" balasnya sambil terkekeh.


Matanya menatap Harsa dan tersenyum malu,


"Aku kok kangen ya sama mas.." ucapnya dengan wajah yang sudah merah merona, pertama kalinya ia mengucapkan kata kangen untuk Harsa.


Lelaki itu tersenyum penuh makna,


"Terus kalau kangen, nanti pas ketemu aku diapain dong?"


"Maunya diapain?" sungguh otaknya saat ini sudah tertular dengan kekasihnya itu.


"Nggak usah gitu deh suaranya, nggak usah gitu juga mukanya. Jauh ini..!" lelaki itu langsung sewot, sontak membuatnya terkekeh.


"Orang aku nggak ngapa-ngapain lho..! Mas aja yang pikirannya kejauhan." timpalnya yang diikuti dengan menjulurkan lidah.


"Mas nggak boleh macam-macam lho ya! Tidur sendiri! Nggak usah pakai acaa dipeluk cewek..!" kali ini tingkat posesifnya melebihi Harsa, saat ia tahu siapa Lintang sebenarnya.


"Iya sayangnya aku..! I love you..!" jawab Harsa mencoba menenangkan dirinya.


................


Singapura,

__ADS_1


Harsa


Aku mau jalan ke Marina, kalau mau ikut aku tunggu di lobby jam 6.


Ia mengirimkan pesan singkat ke Lintang, bagaimanapun ia tetap harus baik pada perempuan itu.


Iya Sa,oke.


-Lintang-


Mereka berdua menyusuri jalanan menuju Marina Bay Sands yang letaknya tak jauh dari hotel mereka.


Hening tak ada suara itulah yang terjadi di antara mereka berdua. Singapura adalah salah satu negara yang sering mereka kunjungi saat masih bersama.


"Kita mau makan dimana? Di tempat biasa?" suara Lintang memecah kesunyian di antara mereka.


"Boleh, aku sih terserah, yang penting habis makan aku mau ke The Shoppes." jawabnya sambil beradu pandang dengan Lintang.


Lintang menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis.


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam di salah satu restaurant yang juga teletak di pusat perbelanjaan yang mereka tuju.


"Kamu mau belanja apa nanti?" tanya Lintang dengan tatapan lembut dan senyuman tipis yang dulu selalu berhasil membuatnya jatuh hati, tapi tidak untuk saat ini.


"Ada sih, tapi saranku kalau beli tas jangan masalah barunya. Yang penting itu yang paling dicari di pasaran. Kalau buat Sekar yang masih muda, aku ada sih rekomendasi yang bagus, siapa tahu kamu mau."


Memang untuk urusan seperti ini jangan diragukan lagi, Lintang adalah ahlinya. Seluruh brand ternama dunia sudah melekat di badannya setiap hari.


"Oke.." jawabnya singkat dengan senyuman tipis.


"Sa..." ucap Sekar lagi yang langsung membuatnya menatap perempuan itu.


Dalam beberapa detik mereka saling menatap dengan lekat.


"Aku minta maaf ya.."


Dahinya langung mengernyit,


"Buat apa?"


"Buat semua yang sudah aku lakukan ke kamu."


Ia hanya mampu menelan salivanya saat mendengar ucapan itu terlontar dari bibir Lintang. Rasa sakit itu keluar lagi, sakit yang teramat dalam saat menangkap basah dengan mata kepalanya sendiri apa yang dilakukan Lintang.

__ADS_1


Lelaki mana yang tidak akan merasakan sakit saat melihat kekasihnya 'tidur' dengan sahabatnya sendiri.


"Aku udah nggak mau bahas itu lagi." jawabnya singkat dan langsung membuat air mata Lintang lolos begitu saja.


Lintang menunduk dan mengusap wajah manis itu, jujur hal itu sebenarnya membuat hatinya pun merasa iba. Apalagi setelah hal itu terjadi, mantan sahabatnya itu pun meninggalkan Lintang begitu saja. Namun ia tak mau lagi mengulang kisah itu, baginya semuanya sudah selesai dan ia telah membuka kisah baru.


"Ayo kita makan, ini makanan kesukaan kamu nanti keburu dingin." kilahnya mencoba untuk membuat suasana hati Lintang kembali membaik dan perempuan itu hanya mampu menganggukkan kepala tanpa berani menatap matanya lagi.


drttt..drrrttt..


Hai mas..


-Sekar-


Bibirnya langsung tersenyum lebar dan tertawa geli saat Sekar mengiriminya pesan dan sebuah foto.


Mau kemana cantik amat?


Balasnya dengan wajah yang terlihat bersinar dan bahagia, sangat kontras dengan sosok di depannya.


Mau belanja sama mama ke supermarket, kamu mau dibeliin cemilan apa?


-Sekar-


Jiwa jahilnya pun selalu menggelora kalau bersama Sekar.


Aku maunya nyemilin kamu aja. Jadi kangen dehh..pengin cepat pulang..


Dasar pikiran nggak pernah jauh dari ranjang! Awas aja kalau macam-macam!


-Sekar-


Balasan Sekar sukses membuatnya terkekeh dan ia kembali menikmati makanan yang ada di depannya itu.


................


Lintang


Di sini, di negara ini adalah tempat yang sering mereka kunjungi untuk melewatkan waktu bersama.


Bahkan berbelanja seperti ini adalah salah satu kegiatan yang sering mereka lakukan. Dan ini kembali terulang, namun kali ini bukan untuknya melainkan untuk perempuan bernama Sekar. Perempuan yang sudah berhasil mengisi hati Harsa saat ini.


Miris memang, tapi bagaimana lagi. Semua ini juga buah dari kesalahaannya sendiri. Menduakan ketulusan Harsa dengan lelaki breng sek yang ternyata juga bukan sahabat yang baik untuk Harsa.

__ADS_1


......................


__ADS_2