Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Pilih Yang Mana?


__ADS_3

Jakarta,


Harsa


Kakinya melangkah gontai memasuki kamar mereka yang sangat luas. Fantasinya sirna sudah saat bibir ranum istrinya mengeluarkan kalimat,


"Maaf ya mas, aku lagi haid..".


Perasaan tadi siang selepas acara pemberkatan, sama sekali tidak ada tanda-tanda haid saat mereka berdua bercumbu dengan sangat panas.


"Kenapa datang di saat yang tidak tepat sih !" kesalnya dalam hati.


Istrinya saat ini berdiri di depannya hanya menggunakan kimono berbahan satin dengan wajah yang sudah bersih dari make-up. Memang setelah acara selesai, Sekar membersihkan riasan dibantu oleh beberapa tim perias yang masih stay sampai acara selesai. Begitu pula dirinya yang sudah melepas baju adat pernikahannya.


Jari-jari lentik itu kini mengelus dada bidangnya dan membuka satu per satu kancing kemejanya hingga terlepas semuanya. Sekar melepas kemejanya dengan gerakan sangat lembut, sesekali tatapan mata mereka bertemu.


"Ganti baju buat tidur dulu, ini kotor dipakai seharian."


Suara lembut istrinya terdengar sangat menggoda menyapu gendang telinganya. Tangannya langsung mendekap erat dari belakang istrinya yang sedang menggantung kemejanya. Mengubur wajahnya dalam-dalam ke lekuk leher istrinya yang sangat wangi.


"Beneran udah nggak bisa malam ini?" tanyanya memastikan dengan suara yang mulai parau.


Sekar menggeleng dan membelai lembut wajahnya, membuatnya menghela napas.


"Kangen banget sama kamu." hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulutnya sembari semakin merapatkan diri dengan istrinya.


Sekar membalikkan tubuh menatap dirinya sambil tersenyum. Tangan lentik itu mulai bergerak nakal membuka kancing celananya dan memberikan sentuhan di sana. Sekar berjinjit, berbisik di telinganya.


"Malam ini tugasku, mas diam aja menikmati."


Bisikan lembut menggoda yang membuatnya langsung menerbitkan seringainya.


Ya, istrinya sudah tak lagi polos seperti saat awal mereka bertemu. Siapa lagi kalau bukan dirinya yang berhasil menghilangkan kepolosan di diri Sekar.

__ADS_1


"Bagus sayang.."


"Nahh gitu.." kepalanya sampai terlempar ke belakang saat Sekar mampu memberikan sentuhan mempesona di setiap sudut miliknya.


"Makasih sayang..i love you.." mengecup kening dan puncak kepala istrinya yang tengah menjatuhkan diri di atas tubuhnya.


Sudah hampir seminggu mereka menjadi suami istri, tapi masih ada misi yang belum terlaksanakan. Ia menatap istrinya yang sedang menata pakaian di dalam sebuah koper yang akan mereka bawa ke Bali.


Tangannya merengkuh pinggang ramping Sekar dari belakang dan meletakkan dagunya di atas pundak Sekar.


"Nggak usah bawa baju banyak-banyak, karena pasti di sana pasti nggak bakalan kepakai." gumamny pelan kemudian menggingit kecil teli ga istrinya.


"Kok gitu? Emangnya mau apa kok nggak kepakai? Kan ke Bali mau jalan-jalan sama ke pantai." ujar Sekar dengan tatapan dan tangan yang masih sibuk ke arah lemari.


Selorohan Sekar membuatnya tertawa kecil,


"Jangankan ke pantai, mau berdiri aja bakalan nggak sanggup pasti."


"Ini kapan sih dilepas?" godanya yang membuat tubuh istrinya meremang seketika.


................


Sekar


Saat ini mereka berdua memang hanya liburan di Bali. Harsa belum mengajaknya ke luar negeri ataupun tempat romantis lainnya, karena masih menumpuknya pekerjaan Harsa dan juga jadwal kuliahnya yang padat menjelang skripsi.


"Yang, aku tinggal dulu sebentar ke kantor ya. Kamu istirahat dulu aja." titah Harsa sembari mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas nakas.


Kepalanya pun mengangguk, karena badannya juga terasa lelah dan memang ingin beristirahat. Baru beberapa detik Harsa keluar dari kamar, kembali menghampiri dirinya.


"Ingat istirahat ! Jaga stamina.." bisik suaminya lalu berlanjut mengecup pipinya yang pasti semburat merah itu tak tahu malu keluar begitu saja menghiasi wajahnya.


Tak terasa ternyata sudah dua jam lebih Harsa meninggalkan dirinya di villa pribadi milik keluarga Harsa. Tempat yang sangat sejuk berada di daerah pegunungan yang dingin, sangat jauh dari kesan Bali dengan panasnya pantai.

__ADS_1


Harsa memang memilih membawanya ke villa daripada ke rumah Harsa yang terletak di Denpasar. Kata suaminya, "Di sini lebih ada privacy."


Kakinya melangkah menuju lemari yang sudah tertata rapi pakaian mereka berdua yang mereka bawa di dalam koper.


Malam ini mau yang warna apa?


Ia mengirimkan foto dua buah lingerie dengan warna yang berbeda namun memiliki bahan yang sama, bahan yang sama sekali tidak menutupi bagian apapun. Terkadang otaknya berpikir keras, apa gunanya baju ini diproduksi jika tidak mampu menutupi apapun, tohh nantinya pasti juga akan teronggok begitu saja.


tiinggg..tiinggg..


Semuanya bagus di kulit kamu, tapi yang hitam lebih menggoda sih.


- Mas Harsa ❤*


Wajahnya seketika memanas membayangkan apa yang Harsa akan lakukan padanya saat memakai baju ini. Lingerie berwarna hitam dengan campuran renda berwarna merah di pinggirnya. Memang terlihat sangat menggoda dan lebih menantang karena belahan dada yang lebih terbuka.


Setengah jam lagi paling aku sampai. Aku bawain makanan sekalian. Biar istri cantikku ini nggak tumbang.


-Mas Harsa ❤-


Matanya langsung menatap ke jam dinding yang ada di kamarnya.


"Wahh..masih ada waktu buat mandi dulu nihh.." gumamnya sendiri, mengingat ia harus bersiap diri sebelum menyambut kedatangan Harsa di villa dan juga menyambut kedatangan Harsa di dalam dirinya.


Matanya terpejam karena badannya terasa sangat rileks saat air hangat bercampur sabun menyelimuti tubuhnya di dalam bathtub. Mungkin karena saking enaknya sampai ia tak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam kamar mandinya.


Tangan kokoh yang selalu menjadi sandaran tidurnya sekarang sudah mulai mengelus dan bermain nakal di 'kedua miliknya'. Ohh bukan, sekarang 'itu' adalah milik Harsa, bukan lagi miliknya.


"Mas.." ucapnya dengan setengah berdesis dan kaget karena suaminya sudah terlihat tak ada satu benang pun yang menempel dan sekarang suaminya itu pun malah ikut masuk berendam bersamanya. Pengalaman pertama baginya mandi bersama dengan seorang laki-laki.


"Capek banget sampai nggak dengar ada orang masuk? Untung aku yang masuk, kalau orang lain gimana?" protes Harsa sembari menarik dirinya lebih mendekat ke arah suaminya itu yang spontan membuatnya dirinya memekik.


......................

__ADS_1


__ADS_2