Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Honeymoon (Lagi)


__ADS_3

Sekar


Harsa sayang, gue sore ini balik ya. See u ganteng.


-Arletta-


Matanya seketika membulat saat membaca pesan di handphone suaminya. Tangannya langsung merebut paksa benda pipih itu dari tangan suaminya. Ia mengubah posisinya dari berbaring menjadi setengah duduk tanpa mempedulikan selimut yang baru saja ia tarik untuk menutupi tubuh polosnya. Ya, setelah sarapan, suaminya kembali mengajaknya untuk bercinta.


Matanya menatap tajam wajah tampan suaminya yang kini tengah mengulum senyum memandangnya.


"Kenapa?" tanya Harsa masih dengan berusaha menahan senyum.


"Bisa-bisanya, dia tanya kenapa?!" dengusnya kesal dalam hati.


"Ini cewek lama-lama mesti bener-bener aku sumpel deh mulutnya..! Laki orang, dipanggil sayang..?!" umpatnya yang semakin membuat Harsa tergelak.


Jari-jari Harsa membelai lengannya dengan lembut.


"Tadi kan udah bertindak kamunya. Udahlah, nggak ada gunanya ngeladeni Arletta, dia emang cewek nakal. Yaudah biarin aja, yang penting kan aku juga nggak makai dia. Lagian dia juga dibawa Kairav." jelas suaminya sembari menariknya kembali dalam dekapan suaminya.


Memang tadi pagi saat sarapan, ia bersikap sangat mesra dengan Harsa di hadapan Arletta . Arletta sampai meliriknya tajam, saat ia tak membiarkan sedikitpun celah perempuan itu untuk menempel pada suaminya.


Matanya mendelik, melirik tajam ke arah suaminya.


"Mas, nggak pakai acara genit ya?! Tapi mas juga diam aja sih digelendotin gitu..! Di tempat umum aja gelendotan, apalagi kalau di tempat sepi, bisa kemana-mana tuh tangan..!" gerutunya kembali. Sungguh ia tak bisa membayangkan suaminya disentuh oleh wanita lain, apalagi perempuan seperti Arletta.


"Iya maaf, besok-besok nggak lagi." suaminya kembali mengecupi wajahnya. Tangan Harsa mengelus perutnya yang sudah kembali rata.

__ADS_1


"Adiknya mas Andra, sehat-sehat ya.." ucap Harsa sambil terkekeh.


Bibirnya mencibir,


"Nanti kalau udah ada adiknya, mamanya dicuekin lagi? Nggak dianggap lagi?"


"Semoga nggak ya sayang, aku berusaha buat menguatkan mental. Lagian udah dicoba berulang kali gini, ternyata masih sama rasanya. Aku takut kalau kemarin buat kamu sakit lagi." bisikan Harsa membuatnya tergelak.


Ia tidak menyangka, Harsa yang terkenal berpetualang cinta, ternyata trauma hanya karena dirinya melahirkan.


"Makanya besok-besok kalau aku lahiran lagi, kalau emang mas nggak kuat, jangan ikutan masuk. Biarin aku berjuang sendiri, daripada kamu malah trauma." jawabnya sembari mengelus wajah tampan suaminya, kemudian menyapu bibir sexy Harsa dengan ibu jarinya.


"Ya aku kan kasihan kamu kalau kesakitan sendirian di ruang bersalin. Tapi ada benarnya juga sih yang..! Cuma..semoga aku besok-besok tetap kuat ikut kamu berjuang ya."


Ia hanya menanggapi ucapan suaminya dengan mengecup bibir suaminya, lalu turun ke leher berhenti sejenak dan bermain di dada bidang suaminya, hingga akhirnya berhenti di titik paling sensitif suaminya.


"Istriku sekarang luar biasa..! Lama-lama tenagaku habis sama kamu.."


Bisikan nakal Harsa membuatnya mengulum senyum dan kembali mempersembahkan jamuan terbaiknya untuk sang suami.


Harsa


Ia memandang wajah merona dari perempuan yang tengah tertidur pulas, meringkuk di sampingnya. Bibirnya tersenyum saat melihat wanitanya kembali tidur dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun, sama dengan dirinya saat ini.


Tidak mudah baginya keluar dari trauma itu. Ia pernah mencoba kembali berhubungan intim dengan istrinya setelah Andra lahir. Namun, saat ia kembali mendengar istrinya merintih dan mende-sah yang seharusnya terdengar sexy, ternyata berbeda baginya. Hal itu justru membuatnya takut karena ia menganggap istrinya kembali tersakiti.


Berbulan-bulan bahkan hingga hitungan tahun ia berusaha menahan diri, menahan hasratnya saat melihat tubuh polos istrinya ada di depan matanya.

__ADS_1


Pernah suatu saat ia mencoba memulai saat ga-irahnya mulai memuncak. Namun saat ia mulai menyentuh milik istrinya, jarinya meraba ada sebuah jahitan. Hal itu seketika membuat hasratnya meredup, apalagi disambut dengan tangisan Andra saat itu.


drtt...drttt..


Tangannya meraih handphone nya dan langsung menerima video call dari mamanya.


"Iya ma, gimana?" sahutnya tanpa mempedulikan dirinya yang saat ini tampak bertelanjang dada.


"Ya Tuhan..ini udah siang, kalian masih di kamar aja?"pertanyaan mamanya sontak membuatnya tergelak.


"Sekar mana?" sambung mamanya kembali, ia langsung memutar kamera ke arah istrinya yang tengah tertidur hanya berbalut selimut yang menutupi hingga dada. Dirinya memang tak pernah sama sekali malu menunjukkan apapun terhadap mamanya.


"Ya ampun.. Harsa..Harsa.., bener-bener deh kamu..! Remuk tuh badan kalau digempur terus-terusan.." mamanya kembali mengomel dan membutnya semakin tergelak.


"Katanya pengin nambah cucu? Pulang dari sini kelihatannya sih jadi ma. Doain aja ma.." jawabnya asal.


"Amiiinnn....! Kembar ya?!" seketika ia menenpuk jidatnya, dirinya baru teringat kalau eyangnya itu kembar. Jadi, tidak memungkiri kalau merek bisa memiliki keturunan kembar.


"Bilangin ke Sekar, asi-nya suruh mompa terus buat Andra. Jangan dihabisin buat kamu terus, kamunya kenyang, Andra nya rewel."


"Iyaa..beres kalau itu ma..! Harsa cuma kebagian dikit kok, yang banyak tetap Andra." timpalnya sambil tergelak.


"Ma, Andra tidur?"


"Iya, barusan banget mama taruh di kasur. Nanti aja video call lagi, pas Andra udah bangun ya.


"Siap..! Udah ya ma, Harsa mau tidur dulu..ngantuk aku, capek.." godanya, semakin membuat mamanya menggeleng-gelengkan kepala menatapnya.

__ADS_1


......................


__ADS_2