Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Happy Forever (End)


__ADS_3

Jakarta


Sekar


"Happy birthday..happy birthday papa...!" bibirnya tersenyum menatap suaminya yang mulai menua dengan rambut yang mulai memutih.


"Eyang kakung..! Selamat ulang tahun ya..." cucu pertamanya yang mulai menginjak bangku taman kanak-kanak, berlari ke arah Harsa.


Dari arah pintu masuk, putra sulungnya dan juga sang istri berjalan ke arahnya.


"Siang ma.." menantunya memeluknya sambil tersenyum, lalu bergantian dengan Andra.


"Selamat ulang tahun pa..! Sehat selalu, Tuhan memberkati ya pa.." putra sulungnya itu memeluk dan menepuk-nepuk pelan punggung Harsa.


Harsa tersenyum lebar menatap putranya,


"Makasih mas..."


"Maaf ya kita terlambat, tadi cuma tinggal belok di depan situ lho, macetnya ya ampun.." sambung istri Andra yang sedang sibuk menata makanan yang dibawa ke atas meja makan.


Saat ini mereka tengah bersantai di halaman belakang, saling bertukar cerita mulai dari sesuatu yang penting hingga hanya sekedar melempar candaan.

__ADS_1


Putrinya , mengulum senyum seraya menatap satu per satu dari anggota keluarga.


"Aku punya kabar baik.."


"Kamu hamil..?!" sahut Andra yang langsung membuat wajah sang adik menekuk dengan bibir mengerucut.


"Mas Andra kenapa sih kebiasaan gitu, bocor amat tuh mulut...!" cicit putrinya dengan tangan bersedekap di depan dada.


Dirinya, suaminya, istri Andra, dan juga Andra mulutnya sontak langsung menganga saat mendengar persetujuan dari Alin.


"Seriusan dek?" Andra kembali memastikan dan disambut dengan wajah merona Alin.


"Wuaaaa.. selamat adek ...!" istri Andra yang semula berada di sampingnya langsung melompat memeluk putrinya dengan gemas, bahkan hingga duduk di antara Alin dan sang suami.


Memang semua anggota keluarga terlihat sangat bahagia dan antusias dengan kehamilan Alin, karena putrinya itu sudah menunggu kehamilan itu cukup lama. Hampir tiga tahun putrinya menunggu kehadiran sang jabang bayi.


Namun tak lama kemudian, Andra berdehem pelan.


"Aku juga punya sesuatu hal.."


Wajahnya mengernyit menatap putranya yang terlihat hampir sama persis seperti Harsa semasa muda.

__ADS_1


"Dipta mau punya adik juga.." gumam putranya dengan santai dan mengulum senyum.


Matanya langsung beralih menatap menantunya yang sekarang tampak merona dan tersenyum.


"Jalan 6 minggu ini ma.." menantunya itu memberikan cengiran yang membuatnya tersenyum lebar.


Dia beranjak dari kursinya dan memeluk kedua perempuan yang semuanya ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri dengan sangat erat. Selama ini ia tidak pernah sama sekali membedakan antara anaknya dan menantunya, semuanya sama.


"Selamat ya buat kalian, jaga kesehatan selalu. Makasih buat kado terindahnya untuk papa sama mama.."


Ia mengusap air matanya saat melihat kebahagiaan di dalam keluarganya. Pikirannya kembali mengingat perjalanan hidupnya yang terluka oleh orangtuanya sendiri dan membuatnya hampir tidak percaya dengan cinta. Hingga akhirnya Harsa mengisi kehidupannya.


Dirinya sama sekali tidak menyangka akan memiliki mertua hingga menantu yang sangat baik dan sayang padanya.


Bibirnya mengecup pipi suaminya yang sedang menikmati pemandangan sore ini di belakang rumah.


"Selamat ulang tahun mas, panjang umur ya mas, sehat selalu." ucapnya yang langsung disambut rangkulan di bahunya oleh Harsa.


Harsa mengecup puncak kepalanya, mata mereka saling beradu tatap dan melempar senyum.


"Makasih eyang cantik, sehat selalu buat kita ya,biar bisa lihat cucu-cucu sampai besar. Makasih sudah mau bersama sampai saat ini."

__ADS_1


"Amin mas..."


...................end...................


__ADS_2