
Harsa
Saat ini bukan hanya emosinya, namun hasratnya pun sudah tak bisa ia tahan lagi. Panas emosi sekarang sudah berubah menjadi panas hasrat yang menggelora.
Tubuh Sekar pun terlihat tak sedikitpun menolak dirinya, justru terlihat menerima sepenuhnya. Ia merebahkan tubuh indah kekasihnya itu di atas sofa dengan bibirnya yang tak lepas sedetik pun dari kulit halus Sekar.
Wangi parfum bercampur peluh yang mulai membasahi tubuh Sekar pun menciptakan sensasi tersendiri. Apalagi saat ini mereka bercumbu di kantor, suatu hal yang belum pernah sama sekali mereka coba.
Tubuh mereka pun saat ini sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun yang menempel. Bibirnya masih menjamah setiap inchi kulit halus calon istrinya.
"Aku kangen banget sama kamu.." bisiknya dengan jari yang memainkan titik sensitif atas Sekar, membuat tubuh semampai wanitanya itu menggeliat.
Sekar justru menarik kembali tengkuknya dan menyatukan wajah mereka. Aksinya semakin menggila hingga membuat Sekar sampai pada pelepasan pertama. Bibirnya menyeringai dan tersenyum miring melihat wajah cantik kekasihnya yang mulai merona.
"Sekarang ya..kalau sakit lampiasin ke aku." bisiknya lagi yang disambut anggukkan oleh Sekar dengan malu-malu.
Ia mulai memposisikan diri senyaman mungkin dengan gerakan perlahan karena ia tahu ini pertama kalinya untuk wanitanya ini.
tokk..tokkk..tokk...
Baru setengah membelai dan mencoba menerobos masuk, tiba-tiba terdengar suara pintu terketuk.
Kegiatan mereka terhenti. Mata mereka saling beradu, kemudian sama-sama menatap ke arah pintu.
tokk..tokkk..tokk...
"Permisi Mas Harsa, maaf mengganggu.." terdengar suara orang dibalik pintu.
"Damn! Sial..!" desisnya, mengumpat orang dibalik pintu yang mengganggu aktivitas mereka bercinta.
"Maaf Mas Harsa, ada mas Adit di bawah mas." jelas lagi suara orang di balik pintu yang ia yakini adalah karyawannya.
__ADS_1
"Iya, suruh tunggu dulu sebentar. Nanti saya ke bawah." teriaknya dari dalam ruangan, masih dengan posisi yang belum berubah, berada di atas Sekar.
Sungguh mood nya kali ini berantakan, berhenti di tengah jalan seperti ini pasti akan membuatnya pusing. Matanya menatap wajah Sekar yang malah tertawa cekikikan di bawahnya.
Mood nya berantakan, tapi bibirnya ikut tersenyum melihat tawa Sekar yang sampai menutup mulut dengan telapak tangan.
Telapak tangan halus itu kemudian membelai wajahnya,
"Udah sabar, belum waktunya."
Ia menjatuhkan pelan tubuhnya di atas Sekar, walaupun masih sedikit menopang. Wajahnya ia sandarkan ke bagian dada Sekar.
"Nggak enak kalau kayak gini yang.." gumamnya manja. Ya, kalau sudah seperti ini memang dirinya yang lebih manja daripada Sekar.
"Ini nasibnya gimana?" ucapnya sambil sedikit menekan bagian bawahnya yang masih on dengan bagian bawah Sekar.
"Mau dibantuin?" tawar Sekar, tapi malah dijawab gelengan kepalanya yang semakin ia benamkan di tubuh bagian atas calon istrinya itu.
"Udah nggak mood. Gini aja dulu bentar." hanya hal ini yang mampu ia lakukan untuk menetralkan hasratnya yang telah menggebu, kemudian turun drastis karena ada gangguan. Hanya bersandar di dada wanita itu tanpa aktivitas lain, karena memang niatnya bukan untuk memancing kembali hasrat mereka berdua.
"Mas lupa kalau ada janji sama Adit?"
Ia pun mengangguk. Jangankan janji dengan Adit, ingin membahas pekerjaan di coffee shop ini saja dirinya sudah lupa saat melihat Sekar akrab dengan lelaki lain.
Cukup lama mereka dengan posisi itu, hingga akhirnya ada panggilan masuk di ponselnya.
"Setan! Lama banget sih lo, ngapain sih di atas?" teriakan protes dari mulut sahabatnya langsung keluar dari ponselnya.
"Berisik! Bentar! Gue lagi kangen-kangenan malah lo ganggu, jadi sabar dulu nggak usah bawel !" gumamnya lalu memutus panggilan itu.
Ia beranjak bangun dan duduk di sofa masih tanpa sehelai benang pun. Sekar berdiri berjalan memunguti pakaian mereka yang berserakan di mana-mana.
__ADS_1
"Ini.." Sekar memberikan pakaiannya. Namun ia malah kembali menarik pinggang Sekar dan mengecupi perut rata itu.
"Ihh mas..! Geli..!" tapi ia tak peduli hal itu.
Bibirnya semakin mengecupi perut rata milik Sekar.
"Masih kangen banget." gumamnya manja.
"Iya, sekarang kan udah ketemu terus tiap hari. Kalau yang tadi, sabar ya tunggu 2 minggu lagi." jawab Sekar dengan mengulum senyum.
"Nggak janji kalau itu ! Nanti malam juga bisa kalau mau reka adegan." jawabnya menggoda.
"Ntar diganggu lagi sama orang rumah, makanya sabar 2 minggu lagi." jelas Sekar sembari memakai pakaian.
"Di apartemen juga bisa, aman dan nggak bakaln ada yang ganggu. Kecuali kalau mama papa lagi sidak." timpalnya yang disambut tawa Sekar.
"Aku mau ganti password apartemen aku ahh. Nggak lucu dong, kalau kita udah nikah lagi begituan pas nggak lagi di kamar, terus mama papa datang. Wahh bisa gila aku bayanginnya!" jelasnya sambil membayangkan dimana di saat mereka sedang panas bercinta di dapur misalnya, tiba-tiba mamanya masuk.
Sekar menghampirinya dan mengecup bibirnya,
"Iya terserah mas. Sekarang kasihan mas Adit udah nunggu di bawah itu. Mas turun dulu, aku mau benerin lipstick aku dulu."
Ia menuruti Sekar dan turun terlebih dahulu menyapa sahabatnya yang telah berhasil menggagalkan kegiatannya sebelum halal.
"Ehhmm..pantes lama, ternyata lagi bercinta." suara Adit yang cukup keras itu langsung membuatnya membekap mulut sahabatnya.
"Mulut lo!" desisnya sembari melepaskan bekapannya, malah disambut tawa sahabatnya itu.
"Sekar ganas juga ya kelihatannya, sampai bisa bikin kayak gitu."
Sekarang ia sadar, pasti ada jejak yang ditinggalkan Sekar di area lehernya, karena wanitanya itu tadi sempat bermain di sana.
__ADS_1
"Berisik ! Mulut lo lama-lama gue lakban nih..!" umpatnya yang malah membuat Adit semakin tergelak.
......................