
Selamat Tahun Baru 2022 !
Selalu diberkati Tuhan ya buat kita semua.
Mohon maaf 3 hari lebih nggak up. 🙏
Anak saya habis jatuh dari sepeda, tulangnya patah.
Jadi, saya harus stay di rumah sakit. Dan puji Tuhan sudah selelsai operasinya.
Terimakasih,
.chi.
......................
Yogyakarta,
Harsa
Sungguh ia tidak sabar dengan hari ini, bertemu dengan sahabat yang sudah sangat lama tidak bertemu.
Setelah melakukan penerbangan dari Jakarta, akhirnya mereka menapakkan kaki di sebuah hotel berbintang lima yang dimiliki oleh keluarga besar sahabatnya itu.
"Sore mbak saya Harsa Dewananda, saya tamu dari Bapak Ararya." sapanya ke bagian resepsionis hotel.
"Oh baik pak Harsa, tamu dari memepelai lelaki ya? Boleh saya pinjam tanda pengenalnya?"
Saat menunggu resepsionis mengurus semuanya, matanya menangkap wajah seorang gadis yang dulu selalu membuatnya tertawa.
"Terimakasih sudah menunggu pak Harsa. Ini kunci kamarnya 5007 ya pak. Mungkin ada yang perlu kami bantu lagi pak?"
"Sudah mbak, terimakasih."
Ia cepat-cepat ingin mengakhiri semuanya, berharap masih ada gadis itu di sana. Namun saat matanya kembali menuju ke sana, gadis itu sudah tidak ada lagi.
Bibirnya tersenyum dan menghela napasnya, lalu berjalan menghampiri kekasihnya yang sedang duduk di sofa.
"Sudah?" Sekar mendongak menatapnya yang tengah mengangguk.
__ADS_1
"Wahh..waahh..pengusaha muda apa kabar?" tiba-tiba ada yang merangkul bahunya.
"Ya ampun om, apa kabar? Lama banget nggak ketemu ya om." sapanya saat ia tahu ternyata Om Arya lah yang menyapanya.
"Baik-baik, sehat ya benginilah. Kamu kemana aja? Keliling dunia terus?" ucap Om Arya sambil terkekeh.
"Itu kan om, saya mah nggak ada apa-apanya dibanding dengan om."
Memang benar adanya, walaupun ia terlahir dari keluarga besar pengusaha kelas atas. Namun, baginya ia masih belum ada apa-apanya dengan papanya atau Om Arya yang telah memiliki properti ataupun aset dimana-mana.
"Halah, kamu bisa aja. Kamu sama siapa? Ini pacar kamu?" tanya Om Arya tanpa basa-basi sembari menatap Sekar yang tersenyum ramah dan sopan.
"Iya om, ini kenalin Sekar." mereka pun saling berjabat tangan, kemudian Om Arya melirik ke arahnya.
"Pacar apa calon istri?" canda Om Arya setengah berbisik.
Ia pun kembali terkekeh,
"Calon istri, doanya aja om biar bisa cepat nyusul Genta."
"Ya pasti itu! Papa mama sehat?" pertanyaan om Arya membuatnya melirik sekaligus mebgulum senyum.
"Papa mama atau cuma mama aja nih om?" seketika mereka berdua tergelak. Ia tahu masa lalu mamanya dan Om Arya justru dari papa mamanya sendiri yanv bercerita saat ia masih sering bertemu Genta.
"Puji Tuhan, baik om, semuanya sehat. Mereka nggak bisa datang ke sini karena bagi tugas om. Ada sepupu yang nikah juga, tapi di Manado. Papa mama titip salam buat semua keluarga sama titip sesuatu buat tante Ara sama pengantin."
"Ya ampun repot-repot. Nanti langsung kasih ke tante Ara sama Genta aja ya. Makasih lho, nanti om telepon sendiri ke papa kamu kalau gitu. Yya sudah sana langsung ke Genta aja, dia di lantai 2. Di ruang rias pengantin, tanya sama WO di sana aja."
"Baik om.."
................
Genta
Sungguh ia tak menyangka melihat wajah sahabatnya saat membuka pintu ruangannya.
"Come on bro..! How are you?" sapanya ke lelaki tampan yang saat ini berdiri di hadapannya, lalu memeluknya erat.
"Good..! Finally ya Ta, setelah belasan tahun menyimpan rasa. Akhirnya bisa mendesah bersama.." timpal Harsa dengan setengah berbisik.
__ADS_1
"Edan..!" ucapnya sambil tergelak.
"Sayang..sini bentar..! Aku kenalin sama bos papan atas..sini..!" panggilnya ke istrinya yang sudah selesai di rias, tinggal berganti pakaian.
"Ini namanya Harsa, sahabat aku selama di Bali. Terus dia pindah ke New Zealand, sekarang di Jakarta."
"Prisha.." sapa istrinya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.
"Harsa..I've known you since you were in elementary school. And now he's got you! You look so pretty, Nyonya Genta. (Aku tahu kamu sejak kamu masih SD. Dan sekarang dia telah mendapatkanmu! Kamu sangat cantik, Nyonya Genta..!" ucap Harsa dengan gayanya yang selalu memukau.
"Oh ya? SD? By the way, thankyou Harsa.."
Kemudian Prisha kembali bersiap untuk acara resepsi mereka.
Matanya melirik ke seorang perempuan yang berdiri sedikit di belakang Harsa.
"Ini kenalin, namanya Sekar." sahabatnya itu memang selalu peka dengan gestur tubuh seseorang tanpa harus berkata apapun, insting yang layak menjadi seorang pengusaha sukses.
"Genta.." sapanya sambil menatap Sekar dari bawah hingga atas.
"Belum masukin barang ke kamar?" tanyanya karena melihat ada satu koper yang berada di tangan Sekar.
"Ini tadi mau masukin barang, tapi belum sampai kamar ketemu bapak kamu. Katanya kamu di sini, yaudah aku mampir sini dulu." jelas Harsa dengan tangan merangkul bahu Sekar.
"Ehmm, kalau gitu aku aja yang masuk kamar dulu ya. Sama mau siap-siap." pamit Sekar sambil tersenyum.
"Nggak apa-apa nih?" Harsa berusaha mencari kejujuran di mata perempuan itu.
"Iya, kalian ngobrol dulu aja. Aku mau mandi dulu." jawab Sekar, kemudian berlalu dari mereka.
Matanya dan mata Harsa saling beradu pandang, seakan memkirkan sesuatu yang sama tanpa direncanakan.
"Seriously?" tanyanya yang langsung membuat Harsa tergelak.
"I know what the hell are you thinking ! Ini beda bro! Gue juga nggak tahu kenapa gue bisa tergila-gila sama dia." jawab Harsa sambil merangkulnya lalu duduk di kursi yang ada di ruangan itu.
Harsa anak dari salah satu konglomerat yang memiliki berbagai macam bisnis di Bali. Dirinya sangat mengerti bagaimana tipe perempuan dari seorang Harsa.
Sekar?
__ADS_1
Dia cantik dan anggun, sederhana namun berkelas. Tapi terlihat terlalu biasa dan sangat jauh dari tipe perempuan yang selama ini Harsa incar.
......................