Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Tukar Cerita Bersama Mama


__ADS_3

Jakarta,


Harsa


Ia melangkah menuruni tangga, ternyata masih ada mamanya di ruang tengah.


"Ma..." sapanya sembari mengambil air putih di ruang makan.


"Kok tumben mama belum tidur?"


Mamanya membenahi kaca mata, lalu menatapnya yang tengah mengambil duduk di sebelah mamanya.


"Belum, masih nunggu papa. Kamu nggak lagi berantem sama Sekar kan?" selidik mamanya.


Ia mengangkat satu alisnya dan tersenyum,


"Kok gitu tanyanya ma?"


"Ya tumben banget, kamu biarin Sekar tidur di kost sendirian. Biasanya kamu ngikutin terus kemana-mana."


Ucapan mamanya membuatnya terkekeh, karena itu memang benar adanya.


"Nggak ma, aku sama Sekar baik-baik aja, masih hot." jawabnya yang langsung disambut pukulan di bahunya dari mamanya.


Tangannya meraih kaki mamanya ke pangkuannya dan mulai memijat pelan kaki mamanya.


"Ya aku kasihan aja sama Sekar kalau terlalu aku atur, dia kan juga masih pengin punya kebebasan. Lagian ini dia juga ada acara ulang tahun temannya, besok tidur sini lagi."


Mamanya tertawa pelan mendengar ceritanya,


"Gitu dong! Punya cewek kok cuma diajak ngamar mulu..!" sontak ia pun tergelak.


"Oh iya ma, aku kemarin ketemu Om Arya, katanya salam buat mama." selorohnya yang langsung membuat kaki mamanya menendang pahanya.


"Mama sama papa..! Orang paginya om Arya sama tante Ara telepon papa." salak mamanya.


"Iya..iya ma, gitu aja langsung sewot. Bisa gitu ya sama mantan? Luar biasa memang kalian semua." godanya lagi sambil terbahak.


"Ya harus dong..! Emang kamu?!" timpal mamanya.


................

__ADS_1


Mama Priska


Sudah jarang sekali rasanya santai berdua dengan putranya seperti ini. Matanya menatap putranya yang sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan dan sukses.


"Kapan-kapan ajak mama ke Semarang dong mas, main ke rumah Sekar."


Harsa langsung menoleh menatapnya,


"Yakin ma? Mau?"


"Lhah?! Emang kenapa kok nggak mau?" sungguh ia bingung dengan jawaban putranya kali ini.


"Rumah Sekar nggak sebesar rumah ini lho ma."


Bibirnya langsung tersenyum,


"Mama itu mau ke rumah calon menantu mama, bukan mau cari rumah. Ya mau kecil atau besar yang penting kan bisa buat tempat tinggal."


Ia kembali mengingat masa mudanya, dulu ia memang selalu memiliki standar hidup tinggi, hingga ia kehilangan kekasihnya. Selepas putus dari Arya dan mengenal Abinawa yang menjadi suaminya sekarang, ia berubah 180 derajat, padahal suaminya itu berasal dari keluarga yang sangat berada, bahkan lebih dari keluarga Arya.


"Oh iya ma, waktu kemarin di Semarang, aku ketemu sama ayahnya Sekar. Tiba-tiba datang ke rumah pagi-pagi." cerita putranya membuatnya terperanjat.


Putranya langsung melirik ke arahnya,


"Satu-satu ma tanyanya."


"Ya kitanya emang pas masih tidur, untung ayahnya nggak bisa langsung masuk rumah. Iya ma, Pak Wira." jelas putranya dengan tangan masih sibuk memijat kakinya.


"Sekar tahu kalau kamu udah tahu kisah masa lalu ayahnya sama keluarga kita?" selidiknya, jujur entah kenapa saat ini ia cemas dengan hubungan putranya dan Sekar.


Gelengan kepala Harsa membuatnya bernapas lega untuk saat ini.


"Tapi mau sampai kapan kita sembunyikan semuanya ini ma? Bagi Harsa terbuka itu lebih baik daripada harus menutupi semua yang telah terjadi."


"Mama sama papa juga ngerti, tapi tunggu dulu sebentar. Hubungan kalian masih sangat baru. Sekar aja kelihatan masih tahap penyesuaian sama kamu, sama tingkah kamu, sama keluarga kita. Jangan ditambah lagi sama hal-hal yang bakal menguras pikiran dia, Sekar habis sakit lho mas." jelasnya mencoba memberi masukan untul putra sulungnya.


Harsa menatap dan tersenyum padanya,


"Mama suka banget sama Sekar ya?"


"Mama sayang sama Sekar, mama nggak mau dia tambah terluka karena tingkah ayahnya dulu." jawabnya. Ia masih sangat mengingat kisah kelam Wira dan wanita itu, sungguh memalukan baginya.

__ADS_1


"Kamu kenalian dia sama Kanaya dong mas. Ajak dia ke Bandung, kalau nunggu adikmu pulang ke sini bisa lama."


"Iya ma, sabar. Orang sabar disayang mantan, ehh..disayang suami." seloroh Harsa yang disambut dengan jeweran di telinga putranya itu.


"Jangan gitu lho kalau di depan papa! Nggak enak sama papa!" ocehnya dengan mata yang melotot ke arag Harsa yang malah terkekeh.


"Apaan?! Orang papa yang sering godain mama juga..!"


"Dasar anak sama bapak nggak ada bedanya!" ia langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar, masih diiringi gelak Harsa.


................


Harsa


Malam ini sangat sepi baginya, biasanya suara bawel Sekar memenuhi rumah apalagi kamarnya.


Udah bobok mas? Aku barusan sampai kos.


-Sekar-


Bibirnya langsung menyunggingkan senyuman.


Belum, nggak ada yang ngelonin, jadi susah bobok.


Tenyata jauh dari kekasihnya sehari saja, membuatnya kesepian.


Uluuhh...uluuhh..sini cium dulu! Kangen mas iihh..besok jemput atau aku pulang sendiri?


-Sekar-


Ia tertawa geli, umurnya bukan lagi remaja tapi ia kembali melakukan hal menggelikan menurutnya.


Jemput dong! Tapi mampir ke kos apa ke apartemen dulu ya. Mau minta jatah harian, besok double berarti, dibayar lunas!


Cukup lama ia menunggu balasan dari kekasihnya.


Iya, besok dibayar lunas pakai materai. Aku bobok dulu ya mas, ngantuk aku, capek. Nite mas sayang, i love u.


-Sekar-


......................

__ADS_1


__ADS_2