
Mohon maaf lama ya up nya, penulisnya lagi sakit, nggak enak badan. 🤧
................
Sekar
Setelah menarik tubuhnya mendekat ke arah suaminya, sekarang suaminya itu membalikkan badannya menjadi membelakangi lelaki itu.
Harsa mulai menggosok punggungnya dengan lembut dan pastinya dengan sedikit usapan nakal.
"Wanginya istriku.." Harsa kembali mencurukkan hidung mancung itu ke tengkuknya, kemudian kembali menyesap setiap inchi kulitnya seakan tak ingin terlewati sedikit pun.
Harsa
Malam ini akan menjadi malam yang panjang pagi mereka berdua. Ia sudah menahan hasrat itu terlalu lama, namun ia tidak ingin tergesa dan hanya ingin membuat wanitanya ini merasa nyaman.
Walaupun mereka berdua sering bercumbu dan pernah hampir hilang kendali, tapi dirinya tahu kalau hal ini akan menjadi pengalaman pertama bagi Sekar, tidak seperti dirinya yang pernah malang melintang di dunia percintaan.
Tangannya membawa tubuh ramping yang membelakanginya itu untuk bersandar padanya. Mendekap erat dan menautkan jari-jarinya dengan jari-jari lentik yang selalu ia kecup.
Bibirnya mengecup lembut puncak kepala Sekar, lalu turun beralih ke pipi mulus itu dan terakhir mendarat ke bibir yang selalu terlihat menggoda. Hanya mengecup tidak lebih, namun kecupan yang lembut dan lama.
"Udah pergi tamunya?" selorohnya, jujur ia hanya ingin membuat Sekar rileks dan nyaman.
Istrinya itu tertawa kecil dan mengangguk, membuat bibirnya ikut tersenyum.
"Jadi boleh dong, giliran aku yang bertamu?" selorohnya lagi sembari mengelus pipi mulus itu.
"Tamunya bikin sakit pasti?" pertanyaan Sekar kali ini semakin membuatnya gemas dan mengeratkan pelukannya serta kembali mengubur wajahnya dalam-dalam ke lekuk leher putih yang masih basah dan sedikit licin karena sabun.
"Sebentar aja sakitnya, habis itu pasti minta lagi." jawabnya percaya diri dan meyakinkan, tapi lagi-lagi disambut cibiran oleh Sekar.
"Bilas yukk..!" ajaknya dengan sedikit mendorong pelan tubuh Sekar lalu mengajak untuk beranjak berdiri.
Kegiatan membilas badan dari licinnya sabun memang benar-benar hanya membilas, ia sam sekali tak menggoda istrinya dengan cara apapun.
__ADS_1
"Pakai yang udah kamu siapin itu, aku tunggu di luar." bisiknya saat melihat pakaian berwarna hitam yang tadi sempat difoto oleh Sekar.
Sekar
Ia menatap pantulan cermin di hadapannya, seorang perempuan memakai pakaian berwarna hitam yang tidak mampu menutupi apapun dari tubuhnya.
Ini bukan dirinya, sungguh ini seperti bukan dirinya. Harsa benar-benar mengubah dirinya dari perempuan polos menjadi wanita yang sedikit liar. Kepalanya menggeleng pelan dan tangannya menutup wajahnya, demi membayangkan apa yang akan Harsa lakukan malam ini.
*Apakah itu akan terasa sakit?
Apakah ia benar-benar tidak akan tidur semalaman ini?
Apakah Harsa akan melakukannya dengan lembut atau malah brutal?
Ohh..God*..!
Membayangkan saja membuatnya berdesir dan kulitnya meremang. Ia menghela napas dan tersenyum menatap kembali perempuan sexy di cermin itu.
Malam ini benar-benar ia akan berubah menjadi wanita dewasa, bukan lagi gadis. Ia akan benar-benar menyerahkan diri seutuhnya untuk suaminya.
Suaminya yang menunggunya di tepi ranjang sambil melihat layar handphone, seketika langsung mengehentikan aktivitas itu demi untuk menatapnya.
Harsa melangkah mendekat ke arahnya yang berdiri cukup menjaga jarak dari ranjang dengan jari-jari yang meremas pinggiran lingerie.
"Cantik..sangat cantik.." Harsa meraih dagunya dan mengecupnya sekilas.
"Beautiful.." Harsa kembali mengucapkan pujian itu, lalu membenamkan wajah tampan itu kepadanya.
Kecupan lembut berubah menjadi ******* yang semakin dalam dan menuntut. Harsa seakan tak ingin memberinya sedikit jeda untuk sebentar saja mengisi paru-parunya.
Mata tajam Harsa menatap lekat setiap inchi tubuhya yang sudah berada di atas ranjang, tentunya di bawah kekuasan Harsa yang mutlak.
Tatapan Harsa semakin menjadi tatapan yang mendamba dan mulai sayu, seakan sudah tak mampu untuk menunggu lama lagi.
Harsa semakin menghimpit dan merapatkan tubuhnya. Bibir itu kembali menyesapi kulitnya yang semakin membuatnya terlena. Namun tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu di bawah sana yang mulai ingin menyeruak masuk.
__ADS_1
"Lihat aku sayang..lihat aku.." Harsa menangkup wajahnya saat ia mendongakkan kepala dan memejamnkan matanya, seakan takut dan ingin menarik diri untuk menyudahi semuanya.
"Trust me..! Rileks sayang, tahan ya.." kecupan singkat Harsa di keningnya membuatnya mampu mengurangi rasa takutnya.
"Pelan-pelan.." desisnya mencengkeram erat bahu kokoh milik suaminya.
Sungguh ia tak tahan untuk memekik saat tubuhnya merasa terbelah, padahal Harsa melakukannya dengan sangat lembut.
Harsa membungkam bibirnya saat ia pekikannya mulai sedikit berubah menjadi teriakan.
"Maaf sayang..maaf.." Harsa mengelus puncak kepalanya dan memilih untuk diam sejenak, kemudian baru mulai bergerak dengan perlahan dan lembut.
Matanya yang berkabut melihat senyuman yang terbit di bibir suaminya yang sedang bergerak di atasnya berusaha menciptakan kebahagiaan bagi mereka berdua.
Harsa benar-benar berpengalaman untuk urusan seperti ini, hingga berhasil membuat kepalanya menjadi pening dan ingin meledakkan sesuatu di bawah sana.
"Mas..." rintihnya menggenggam erat sprei seakan mencoba mencari pegangan tentunya yang menerbitkan seringai di bibir suaminya dengan gerakan yang semakin menggila.
Namun ternyata suaminya itu tak ingin membiarkannya sendirian untuk memekik, hingga akhirnya mereka meledak bersama disusul dengan ambruknya tubuh Harsa di atasnya.
Dengan napas yang masih memburu ia menciba untuk mendorong tubuh besar suaminya.
"Mas, berat.." rengeknya, kemudian Harsa menopang tubuh tegap itu dengan kedua siku dan tetap masih berada di atasnya.
"Makasih sayang..you're mine ! Kamu semakin cantik dan menggairahkan kalau lagi basah gini.." Harsa menyapu keningnya yang berkeringat dengan jari-jari kokoh itu. Namun bibirnya malah mencebik, lalu tersenyum malu.
Harsa beranjak berdiri dan membersihkan mereka berdua. Sungguh kali ini ia merasa tidak berdaya, badannya terasa sangat lemas. Kemudian suaminya menyelimuti tubuh mereka dan mebawanya ke dalam dekapan hangat yang menenangkan.
"Istirahat dulu..." bisik Harsa dengan mengelus rambutnya.
Tunggu, suaminya itu mengatakan 'dulu', berarti menandakan malam-malam ini akan berubah menjadi malam yang panjang dan panas bagi mereka berdua.
Oh Tuhan, baru sekali saja badannya sudah remuk redam seperti ini. Apa kabar kalau semalaman terjaga?
Namun ia berusaha untuk memejamkan matanya saat lelah dan kantuk mulai mendera, kapan lagi ia akan beristirahat kalau tidak sekarang?
__ADS_1
......................