Sekar (Sang Pemilik Hati)

Sekar (Sang Pemilik Hati)
Masa Lalu Pertama


__ADS_3

Semarang,


Sekar


Praaaangggggg....!!!


"Kamu itu wanita apa? Kamu itu beda dengan Rania, dia sudah cantik dan bisa kerja menemani aku! Nggak seperti kamu yang cuma bisa diam di rumah sama ngurus anak! Aku bosen lihat kamu gini terus!"


Plaaakkk..!


"Lepasin mas, aku mohon lepasin! Sakit kepalaku mas.."


Malam ini kembali tidurnya terusik dengan bayangan masa lalu yang selalu menghantuinya selama 10 tahun ini.


"Mama....!!!!" teriaknya dengan tubuh yang penuh keringat dan wajah yang basah dengan air mata.


Dirinya beranjak duduk sambil mengatur napasnya yang masih menderu.


"Ma..ma..." isaknya sambil memeluk lututnya sendiri.


"Mama..aku kangen mama..."


................


Jakarta,


Harsa


Pagi ini cuaca tampak bersahabat dengan segala aktivitas yang akan ia lakukan hari ini. Setelah berolahraga pagi, lalu menyegarkan dirinya di kamar mandi, ia berjalan menuju walk in closet.


tiiingggg..tiinggg...tiinggg


*Pagi sayang, have a good day!*


-Tasya-


*Morning sayang, aku mau flight ke Lombok. Ada pemotretan. Have a good day sayang.*

__ADS_1


-Kayla-


Bibirnya tersenyum tipis saat membaca pesan dari beberapa perempuan yang berusaha selalu mengejarnya dan memanggilnya dengan sebutan sayang.


Namun, alisnya langsung bertaut saat membaca satu pesan dari seorang perempuan yang pernah singgah di hatinya dan mungkin masih ada tertinggal di hatinya sampai saat ini.


*Mas, aku lagi di Jakarta lho! Kamu lagi di Jakarta nggak?*


Jarinya langsung menekan tombol panggilan ke nomor itu.


"Halo, kamu lagi di Jakarta? Nginap di mana? Sama siapa?" tanyanya beruntutan.


"Weiitttsss ! Satu-satu dong tanyanya, sabar..."


Suara menggemaskan yang selalu ia rindukan sampai saat ini.


"Sendirian, aku nginap di daerah Senopati. Traktir-traktir aku kek..atau ajak aku shopping.." gelak perempuan di seberang sana yang langsung juga membuatnya tergelak.


"Boleh..boleh..! Mau sekarang? Tapi kamu harus ikut serangkaian kegiatanku dulu, baru kita jalan." jelasnya sembari memakai celananya.


Permintaan gadis itu sontak membuatnya terbahak, karena memang benar adanya.


"Iya, ini waktunya buat kamu sayang! Tapi nanti cium lho ya.." godanya ke perempuan yang ia ketahui saat ini sudah memiliki kekasih. Namun entah kenapa hari ini perempuan itu mengajaknya jalan berdua.


Entahlah, dirinya tidak mau pusing memikirkannya, terpenting saat ini mereka akan jalan berdua.


"Diihhh...! Males amat..! Udah buruan jemput aku, udah aku share loc kok!"


"Iyaaa...."


"Oh iya, salam buat mama ya mas. Kalau sempat aku main ke rumah deh!"


"Nanti habis jalan, wajib ke rumah! Tunggu ya, aku masih ganti baju, atau mau kamu gantiin sekalian? Boleh lho..!"


"Dasar gila..!" jawab perempuan itu sembari menutup panggilan itu secara sepihak yang langsung membuatnya tergelak.


Pagi ini memang diawali dengan sesuatu yang sangat indah, itulah yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


................


Arsya


Tangannya sibuk memoles wajahnya dengan sedikit make-up natural. Lalu menata rambutnya yang lurus dengan sedikit gelombang di ujung.


Badannya ia putar ke kanan dan ke kiri, dress berwarna putih yang ia kenakan saat ini membuatnya terlihat anggun.


Walaupun saat ini hubungannya dengan kekasihnya bisa dibilang sedang retak, ia tidak mau membuang waktunya hanya untuk menangis.


Saat ini dirinya hanya ingin bahagia, entahlah apa yang akan terjadi dengan hubungannya nanti, biarlah nanti.


drrtt....drrtttt...


"Aku udah di lobby, cepetan turun atau aku nyusul ke kamar ?!" ancam lelaki yang ada di seberang sana, lalu langsung mematikan panggilan itu yang membuatnya langsung mendengus pelan.


................


Semarang,


Sekar


Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, ia mengikat rambutnya sangat tinggi dan menghela napasnya.


"Semangat! Ayo Sekar kamu bisa!" gumamnya sendiri dengan mata yang menatap pada notes bertuliskan 'Demi Beasiswa! Demi Masa Depan!'.


Beberapa tumpukan buku dan soal telah ada di hadapannya, menanti dirinya untuk melahap habis semuanya itu.


Saat ini ia duduk di bangku kelas 3 menengah atas dan dengan penuh semangat ia belajar agar mendapatkan beasiswa sekaligus bebas tes masuk perguruan tinggi yang ia mimpikan.


Masalahnya kalau bukan dirinya sendiri yang berusaha mewujudkannya, mau siapa lagi?


Waktu pun terus berjalan dan tak terasa langit sudah berubah menjadi gelap. Dirinya pun sampai tertidur dengan kepala yang berada di atas meja.


Jangan tanyakan bagaiamana kumpulan soal-soal tadi? Pastinya belum semuanya selesai, karena matanya sudah terlanjur menggelayut.


......................

__ADS_1


__ADS_2