Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
IRI


__ADS_3

"Aqella kemari!!" Panggil Cleo setengah berteriak.


"Ya tuan." Aqella menghampiri Cleo yang duduk agak jauh darinya.


Saat ini Cleo sedang rapat dengan beberapa karyawan nya, membuat dokumen desain untuk game terbaru nya. Tapi para pria tersebut bukan nya memperhatikan ia bicara malah memilih untuk memandangi Aqella terlebih paha mulus Aqella yang bebas terekspose itu.


"Duduk di pangkuanku."perintah Cleo sambil menepuk pahanya.


Uhuk.


Aqella langsung terbatuk mendengar penuturan Cleo, begitu juga dengan para karyawan nya seketika langsung melihat Cleo tidak percaya.


Tapi berbeda dengan Robby, ia malah menyunggingkan senyum selebar mungkin sambil mengangkat ibu jari nya di udara.


Aqella membukukan badan nya sedikit dan berbisik tepat di telinga Cleo "Tuan kita sedang rapat."


"Lalu...."


"Kita tidak boleh seperti ini."


Cleo tidak menggubris perkataan Aqella dan langsung menarik tubuh Aqella kedalam pangkuan nya, lalu Cleo melepaskan jas yang ia kenakan dan menutupi paha mulus Aqella.


"Jika kalian berani menatap sekretaris saya seperti tadi, saya akan mencongkel mata kalian satu persatu!!" Cleo menatap tajam ke seluruh karyawan nya.


Aqella yang mendengar perkataan Cleo menjadi tersipu, jadi ini alasan nya kenapa Cleo meminta ia untuk duduk di pangkuan nya.


Manis nya. Aqella tersenyum memandangi wajah Cleo.


Dan seketika para karyawan itu langsung menundukkan pandangan mereka ke dokumen yang ada di meja dan tidak ada niatan untuk melihat ke arah Aqella kembali, karena mereka lebih sayang mata mereka daripada melihat paha mulus seperti jalan tol milik Aqella.


"Lain kali jangan pake rok mini lagi, lo mau obral paha!"bisik Cleo tapi ngena di hati Aqella.


Aqella mendengus kesal karena di tuduh obral paha, padahal ini juga bukan keinginan nya, tetapi tuntutan pekerjaan nya yang mengharuskan ia berpenampilan seksi.


...----------------...

__ADS_1


"Hei Rosa...lama tidak jumpa."


"Hei juga... Iya akhir akhir ini sibuk." Rossa cipika cipiki ke teman sosialita nya bergantian.


Seperti wanita kaya pada umumnya, setiap hari tertentu Rosa akan bertemu dengan geng sosialita nya.


"Oiya Ros, kemarin cucu ku bikin ulah tapi gemes deh."ujar wanita yang bernama Ayu itu sambil menggenggam kedua tangannya greget.


"Memang cucu mu kenapa?"timpal Rosa.


"Ih kemarin itu, dia numpahin tepung di dapur dan bikin mukanya putih semua, kalian liat deh lucu kan?" Ayu mengeluarkan ponsel dari tas dan menunjukan foto bocah berusia dua tahun tersebut tersenyum kearah kamera.


"Iya lucu."jawab Rosa sekenanya.


Fiuhh.


Rosa menghembuskan nafas dan menyandarkan punggung nya ke kursi dan menjadi tidak bersemangat, terlebih mendengar teman teman nya itu selalu membahas tentang cucu cucu mereka di setiap kali pertemuan seperti ini.


Ayolah apa mereka tidak bisa melihat bagaimana Rosa sekarang sudah seperti tanaman yang tidak disiram, dan menjadi layu.


Tapi suami dan anak nya itu tidak mengerti dengan keinginan nya, yang ada hanya menganggap sebagai kelakuan konyol nya. Lalu sekarang ditambah dengan Aqella yang kabur dari rumah, semakin tidak punya harapan Rosa untuk segera memiliki cucu.


"Aku undur diri ya, baru ingat di suruh mas Andi ke kantor."pamit Rosa, telinga dan hati nya sudah panas mendengar pembicaraan teman teman nya itu, bahkan Rosa tidak tahu mereka itu membanggakan cucu nya atau malah menyindir nya.


"Baru juga datang." Ayu terlihat kecewa.


"Next time kita bisa kumpul lagi... Bye." Rosa melambaikan tangan dan segera berlalu meninggalkan restoran tersebut.


"Ke kantor suami saya pak."perintah Rosa ke supir saat ia sudah tiba di parkiran.


"Baik nyonya."supir membukakan pintu untuk Rossa.


Supir yang mengantar Rosa melihat Rosa hanya melihat melihat keluar jendela dan terlihat tidak bersemangat menjadi bingung sendiri.


Padahal sebelum masuk restoran tadi Rosa terlihat gembira dan sekarang terlihat murung "nyonya, anda baik baik saja."

__ADS_1


Rossa tidak menjawab nya atau mungkin saja Rosa tidak mendengar karena pikiran nya teralihkan tentang Aqella yang entah dimana rimba nya.


"STOP!!"teriak Rosa tiba tiba.


"Ada apa nyonya?"supir menginjak rem dalam dalam, untung nya jalanan di sekitar sepi jadi tidak membahayakan pengendara lain karena berhenti mendadak.


Rosa langsung keluar dari mobil dan berlari menuju seseorang yang sedang mengisi bensin di pinggir jalan.


"Arka!"panggil Rosa setelah ia tidak jauh dari Arka.


Arka hampir saja menjatuhkan ponsel yang ia pegang nya karena terkejut melihat Rosa sudah berdiri di depan nya.


"Ta-ta-tante." ucap Arka terbata bata.


Mampus gue ketemu tante Rosa.


"Dimana Aqella?" cecar Rosa, karena Rosa yakin jika Arka mengetahui dimana Aqella.


"Aku gak tahu tante." bohong Arka.


"kamu jangan bohongin tante ya Arka, tante udah cape cari cari Aqella tapi gak ketemu ketemu!"Rosa menatap tajam melihat Arka, mencari kebohongan di wajah pria di depan nya ini.


"Serius tante Arka gak tahu." Arka mengangkat jari nya di udara membentuk huruf v.


"Bener kamu gak bohong?"tanya Rosa memastikan.


"Bener tante... suer deh."jawab Arka yakin.


"yasudah kalo gitu tante pergi." Rosa berbalik dan berjalan meninggalkan Arka.


Fiuh.


Arka menghembuskan nafas lega sambil mengelus ngelus dada bidangnya.


Maafin Arka tante.

__ADS_1


__ADS_2