
Percayalah, ketika inging memberikan kejutan tapi diluar ekspektasi yang kamu rencanakan, sudah pasti merasa jengkel, ingin mengumpat dan memaki.
Sama halnya dengan Aqella, ketika rencana yang ia susun semuanya gagal, dan berakhir menjadi dia yang di kerjai balik oleh Cleo, amarah sudah pasti, bahkan saking emosinya, dia menggigit ****** suaminya.
Namun, suaminya itu malah mendesah penuh kenikmatan, menyebalkan sekali bukan.
"Kenapa berhenti?" Tanya Cleo.
"Ihss nyebelin banget, kenapa tadi gak pura pura kaget, atau apalah gitu, biar aku berhasil ngerjain kamu!" Seru Aqella kesal sambil bersedekap dada.
"Kalo kamu pengen kasih kejutan ulang tahun, gak gitu juga caranya, inget omongan itu doa loh," ujar Cleo, memberi pengertian ke Aqella.
"Terus, aku yang salah disini? kamu juga tanpa sadar sudah mengaminkan omonganku," sungut Aqella tidak mau kalah dengan Cleo.
Kenapa seakan akan dia menjadi salah disini, bukankah Aqella yang memulai, aih apa Cleo melupakan sesuatu.
Wait…
Ada pasal yang tidak bisa diganggu gugat di kalangan wanita, dan itu sepertinya yang dirasakan Cleo saat ini.
Pasal satu, wanita selalu benar, pasal dua jika wanita salah, kembali ke pasal satu.
Mengalah saja mungkin, ini akan menyelesaikan masalahnya dengan cepat "oke oke, kita ulang, nanti aku pura pura sedih dituduh kaya gitu sama kamu, terus aku seharian bakal minta maaf sama kamu… begitu kan?" Ujar Cleo, sambil memeluk Aqella dari belakang.
Wangi di tubuh Aqella, selalu saja membuatnya candu, selalu saja ingin menerkam habis istrinya.
"Itu tidak akan menarik, lupakan saja aku mau tidur," tukas Aqella, ia melepaskan lengan Cleo dari pinggangnya, memilih merebahkan dirinya membelakangi suaminya.
"Sayang." panggil Cleo lembut.
Aqella memilih mengabaikan Cleo, dia sudah malas dengan suaminya yang tidak mengerti perasaannya.
Bangun lebih pagi dari ibu ratu, Cleo memilih untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Aqella, sebagai permintaan maafnya.
Memasak sangatlah muda untuk Cleo, bahkan dia ahlinya, hanya tinggal menutup mata semua akan terselesaikan.
Ya, Cleo hanya menutup mata, tapi yang akan masak nanti tetap saja para pelayan, dan dia pasti akan membantu.
Membantu dengan segala permintaan yang akan membuat Chef, memilih untuk bergelut di atas ring daripada direcoki oleh Cleo saat masak.
"Aku kan sudah bilang, itu wortelnya kamu potong panjang panjang terus tipis, ini masih tebal loh," protes Cleo.
"Tapi tuan, ini sudah tipis," ujar Chef.
__ADS_1
"Kamu berani menolak permintaan saya, mau saya pecat?!" ancam Cleo.
Pasrah, sudah pasti, kembali mengambil wortel yang baru, Chef memulai kembali memotongnya sesuai dengan permintaan Tuannya, tidak ingin berdebat dan yang pasti tidak ingin dipecat juga.
"Dad, apa yang kamu lakukan? Ini sangat berisik," ujar Clay, bahkan dia masih menguap sambil sesekali menggosok matanya.
"Anak gantengku sudah bangun… Daddy akan membuatkan sarapan untuk Mami," ujar Cleo, sambil menggendong tubuh mungil Clay.
"Apa, harus sepagi ini?" tanya Clay.
"Yups, kamu pergi mandi gih." titah Cleo.
Aqella membuka matanya perlahan, mengingat kejadian semalam, membuatnya begitu jengkel, seharusnya ini akan menjadi kejutan yang terindah untuk Cleo, tapi pria itu malah menghancurkannya begitu saja.
Segera ia duduk dari pembaringan, mencoba menggapai kotak kecil yang sudah ia persiapkan untuk Cleo di dalam nakas, sebuah jam tangan pria berwarna hitam, Louis Moinet Meteoris Collection, merk dari jam tersebut, dan tentu saja dari namanya, jam ini terbuat dari pecahan batu bulan, asteroid dan potongan meteorit planet Mars.
Butuh waktu lama, memesan jam tangan dengan kualitas terbaik ini, belum lagi harga yang dibanderol cukup menguras uangnya, ralat uang Cleo.
Namun, dengan desain yang menarik, siapapun akan dengan rela merogoh saku sedalam mungkin.
Berapa penghasilan dari suaminya itu, Aqella tidak pernah mengetahuinya, dan pemasukan setiap bulan ke rekeningnya, percayalah itu lebih dari cukup untuk makan satu keluarga satu tahun.
Jadi, jangan mensia siakan yang sudah diberikan, lebih baik nikmati saja.
Aqella memungut surat tersebut, menghirup aromanya, ia sudah tidak asing dengan harumnya. Sial, ini wangi parfumnya.
Selamat pagi My sunshine…
Jangan marah, aku cuma pake sedikit kok parfumnya ✌️
Jangan senyum, nanti aku meleleh kaya kutub utara yang terkena dampak pemanasan global.
Ikutin panah yang di lantai ya sayang.
Aqella tersenyum seorang diri membaca surat dari Cleo, lucu juga mengetahui suaminya mencoba bersikap romantis.
Melangkahkan kakinya mengikuti anak panah, Aqella berjalan ke tangga, sampai sebuah kotak beludru berwarna maroon dan surat kecil tergeletak disana menghentikan nya.
Membuka kotak beludru tersebut, Aqella mendapati sebuah cincin berlian, dengan dominasi warna hitam, aneh sekali, tapi ini cukup unik, dan dia sangat suka.
Bagaimana? Cantik bukan…
Ini seperti kamu…
__ADS_1
Dan ini tidak ada duanya, seperti kamu juga :* :)
Ada bunga yang sedang mekar, tapi bukan bunga yang ada di taman, tapi bunga cintaku...
aku tau kamu ketawa baca tulisanku yang garing ini, tapi percayalah, aku gak bisa gombal
Lanjut lagi ya sayang…
"Dasar bodoh." gumam Aqella.
Mengenakan cincin tersebut di jari manisnya, tanpa sadar air matanya begitu saja keluar, Aqella merasa terharu, suaminya begitu perhatian.
Melanjutkan lagi langkahnya, Aqella kembali berhenti di meja bundar, sebuah gambar menampilkan pemandangan ibukota Italia, Roma, dan surat kecil.
Bulan madu kita, kita hanya pergi ke Bali, itupun tidak berakhir baik, kamu tau apa yang terjadi.
Dan setelah lima tahun ini, aku akan memperbaiki segalanya, hal hal kecil yang telah hilang di antara kita.
Maka izinkan aku untuk mengatakan sekali lagi…
"Will you marry me?"
Aqella memutar tubuhnya, mendapati Cleo tengah berjongkok dengan satu lututnya sebagai tumpuan, dan kedua tangannya mengulur ke depan sambil menggenggam sebuket bunga mawar putih, kesukaannya.
"Iya, aku mau," jawab Aqella, dan langsung berhambur memeluk Cleo, dan tentu saja itu membuat posisi mereka jadi tidak seimbang dan terjatuh bersama.
...--------------...
Hai para pembaca yang manis...
Aku nulis begini semedi dulu di gunung salak,
Percaya aja, aku lebih mudah nulis yang sadis sadis dari pada suruh nulis yang manis manis.
Maafkanlah jika tulisan ku gak bisa bikin kalian senyum senyum sendiri, apalagi sampa guling guling dikasur...
Mau ditamatin aja atau gimana ini cerita... coba beri masukan, biar penulisnya dapat ide yang cemerlang....
Aduh.. aku ini ngomong apa disini, panjang lebar tapi gak ada yang bermutu.. tapi gimana lagi biar genap jadi seribu kata kan 😂😂😂
Sudah ya, pokoknya jaga kesehatan kalian ya, jangan lupa like, koment... kalo iklas kasih hadiah juga... masih sedikit yang ngasih hadiah buat ku😭😭🤧🤧
__ADS_1