
Setelah menghubungi Arka untuk menjemput dirinya, Aqella menunggu di halte bus depan kantor Cleo sambil bermain game di ponselnya tapi baru saja menekan tombol play, Arka sudah tiba dengan mengendarai motor nya "heii cantik."sapa Arka.
"Ko cepet banget?"tanya Aqella bingung, padahal ia baru menghubungi Arka lima menit yang lalu tapi pria ini malah sudah ada di depan nya sekarang.
"Iya gue kan bisa teleportasi."ujar Arka bangga, sambil menyerahkan helm ke Aqella.
Sedangkan di parkiran, Cleo yang ingin pergi keluar bersama Robby, melihat Aqella di jemput oleh seorang yang entah siapa merasa tidak suka dan dengan cepat menghampiri Aqella.
"Aqella!!"teriak Cleo memanggil Aqella.
Aqella menoleh kearah sumber suara dan mendapati Cleo yang berdiri dengan ekpresi yang dingin, menatap tajam kearah Arka.
"Siapa?"tanya Arka, entah hanya perasaan nya atau memang benar jika Cleo memandangnya dengan tatapan tidak suka.
"Atasan gue...."jawab Aqella lirih.
"Lo mau balik?"tanya Cleo yang sudah berdiri di samping Aqella.
"Iya."
"Bareng gue aja." Cleo langsung menarik tangan Aqella.
Aqella yang ditarik paksa oleh Cleo, merasakan sakit di pergelangan tangan nya "lepasin, sakit tau."gerutu Aqella.
Arka yang melihat Aqella di tarik paksa oleh Cleo dengan cepat melepaskan tangan Aqella dan membawanya kedalam dekapan nya "maaf ya tuan, hubungan anda hanya sebatas pekerjaan, jika di luar itu anda tidak memiliki kuasa!"ujar Arka sarkas dan membawa Aqella duduk di halte dan melihat pergelangan tangan Aqella yang merah akibat Cleo.
Cleo mengepalkan kedua tangan nya ingin sekali Cleo memukul Arka, tapi melihat hubungan Aqella dan Arka yang terlihat sangat dekat, ia hanya dapat menahan nya dan kembali ke mobil dengan amarah yang terpendam.
.
.
.
__ADS_1
.
"gue ada kejutan buat lo."ujar Arka sambil mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang.
"Kejutan apa?"tanya Aqella penasaran.
"Lo bakal tau kalo udah sampai nanti."ucap Arka lagi.
Tibanya di restoran, Arka meminta Aqella untuk menutup matanya "tutup mata lo."
"Gak mau, nanti gue gak bisa lihat terus jatuh."tolak Aqella.
Arka memutar bola matanya malas, entah kenapa wanita ini tidak pernah percaya padanya, padahal apapun yang akan Arka lakukan untuk kebahagiaan nya "lo percaya kenapa sih, kan nanti gue tuntun."ucap Arka kesal.
"Iya iya." Aqella menutup mata nya dengan sangat terpaksa.
Di dalam restoran Andi sudah bersiap menunggu kedatangan Aqella bersama Arka, Andi memesan banyak makanan kesukaan putri nya tersebut, ia khawatir jika Aqella jauh darinya, Aqella akan merasa kekurangan, ya walaupun Arka membawa kabur Aqella adalah rencana nya.
Aqella membuka matanya, karena merasa ada seseorang yang memeluk nya, namun saat ia mendongak keatas untuk melihat siapa orang nya, Aqella merasa sangat terkejut dan juga tidak percaya "Papi!"pekik Aqella.
"Iya...papi merindukan mu sayang." Andi mencium puncak kepala Aqella dengan lembut.
"Aqella juga kangen papi."
Arka yang melihat nya menjadi sedikit terbawa perasaan, ia menjadi teringat akan sosok seseorang yang ia rindukan juga benci secara bersamaan, bahkan ia sudah tidak tahu bagaimana kabar nya, karena Arka sendiri sengaja menutup telinga dan mata nya tentang segala informasinya.
"Udah udah, kita makan yuk."ajak Andi.
Arka menarik kursi di sebelah Andi untuk Aqella, lalu setelahnya ia juga menarik kursi yang ada di depan Aqella dan ikut duduk.
Aqella melihat meja makan yang penuh dengan berbagai hidangan kesukaan nya itu langsung mengambil piring dan mengisi nya sepenuh mungkin isi piring nya "papi tau aja makanan kesukaan Qella."
"Dikira yang makan dia doang kali ya."sindir Arka.
__ADS_1
"Itu masih banyak tau...tuh...tuh... tuh." Aqella menunjuk semua makanan yang ada di atas meja satu persatu.
Andi yang melihat kelakuan putri nya hanya tersenyum, semenjak Aqella pergi, rumah nya menjadi sangat sepi, tapi ia sebagai kepala keluarga juga harus berani bertindak tanpa harus menyakiti perasaan anak dan istri nya "nanti kalo kurang pesen lagi."ujar Andi di sela sela makan nya.
"Papi lihat hari ini penampilan kamu ada yang berbeda."ujar Andi yang melihat penampilan Aqella.
"Aqella udah kerja tau pi."ucap Aqella dengan bangga nya, karena ia berhasil membuat kemajuan dalam hidup nya.
Andi sedikit terkejut dan tidak percaya mendengar ucapan Aqella "Oh ya? terus kamu kerja dimana?"tanya Andi.
"Coba papi tebak."
"CYBER LINE."timpal Arka.
Aqella langsung melotot kearah Arka, padahal ia ingin Andi yang menebak nya tapi malah Arka yang menjawab nya "ih gak asik lo."
"Apa?" Arka mengedikkan bahu tidak peduli.
"Selamat ya sayang... Tapi apa kamu bisa kerja dengan segala tekanan yang ada?"tanya Andi khawatir, karena ia tahu Aqella tidak punya sedikitpun pengalaman bekerja, dan ia juga takut jika Aqella mendapatkan kesulitan nanti nya.
"Papa gak usah khawatir, Qella bisa ko."ucao Aqella dengan percaya diri membusungkan dada nya dengan sombong.
"Mana ada... Paling juga besok udah ngerengek minta keluar."ejek Arka.
Aqella memukul lengan Arka dengan keras, hingga mampu membuat Arka meringis kesakitan "ihhss...bar bar banget sih lo." Arka mendengus kesal.
"Bodo."balas Aqella ketus.
"Berantem mulu ntar cinta lo."ledek Andi.
"GAK AKAN!!"ucap Arka dan Aqella bersamaan.
Salah.lanjut Arka dalam hati.
__ADS_1