Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 86


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang direncanakan Cleo, ia membawa Aqella menuju Roma, ibukota Italia, tempat wisata yang menyuguhi dengan sejuta keindahan bangunannya itu.





Dengan penerbangan yang cukup lama, mereka tiba di bandara dan langsung menuju hotel yang sudah dipesankan oleh Ken.


Sementara Clay, bocah itu untuk sementara dijaga oleh Arka, lagipula anak itu sangat merindukan ayahnya.


Tidak ada salahnya juga membiarkan Clay bersama Arka, agar mereka dapat melepaskan kerinduan mereka.


Kamar hotel yang Cleo pesan, tentu saja yang paling terbaik dengan pemandangan yang bisa memanjakan mata mereka. 


Aqella memilih untuk merebahkan tubuhnya di kasur, begitu juga dengan Cleo yang ikut rebahan di samping istrinya.


"Sayang," suara Cleo yang memanggilnya begitu lembut, sampai membuat Aqella terenyuh.


"Ya," sahut Aqella, ia memiringkan posisinya, dengan tangan sebagai tumpuan untuk kepalanya "kenapa?" Tanyanya, sambil terus memandangi wajah tampan Cleo.


"Kamu ingat, pesan Clay sebelum pergi?" 


"Ya, dia meminta kita untuk membawakan adik," 


"Ayo lakukan." Cleo dengan gerakan kilat langsung menarik Aqella dalam pelukannya.


Kini mereka saling tumpah tindih dengan posisi  Aqella diatas Cleo.


"Aku lelah," tolaknya, berusaha melepaskan diri dari kungkungan Cleo, tapi itu tidak sebanding dengan tenaganya, yang jauh dibawah suaminya.


"Kamu, hanya tinggal menikmatinya." seringai Cleo terukir di wajahnya, bahkan tangannya mulai menyusup kebalik baju Aqella, mengelus punggung istrinya.


Tidak ada perlawanan, sudah pasti. Karena Aqella juga begitu menikmati setiap sentuhan jemari Cleo disetiap lekuk tubuhnya, ini seperti sebuah pijatan lembut yang dilakukan oleh terapis.


Tentu saja tidak akan berhenti dengan hanya mengelus, Cleo bahkan sudah melepaskan pengait bra yang dikenakan Aqella.


Mengubah posisi, Cleo menggulingkan Aqella, membuat istrinya itu kini berada dibawahnya "aku mencintaimu," 


"Aku tau, dan aku juga." Aqella menarik tengkuk Cleo, menghapus jarak di antara wajah mereka, kini mereka sudah saling berciuman, melakukan penukaran saliva, menari nari kan lidah didalam rongga mulut, dan itu semakin panas, sepenuhnya membangkitkan gairah Cleo.


Dengan tangan yang masih bebas, Cleo mulai menurunkan celananya, dan juga milik Aqella, sampai bagian bawah mereka bebas tanpa penghalang itu.


Kesunyian yang didalam kamar, kini sudah digantikan dengan erangan dan suara erotis yang terlontar dari mereka berdua. Bahkan saat petugas hotel datang, dengan troly yang dibawahnya, dan mengetuk pintu kamar. Tidak membuat Cleo menghentikan aksinya untuk terus membuat Aqella melayang jauh ke nirwana.


Pakaian yang sudah berserakan di lantai dan juga kondisi kasur yang berantakan, sudah cukup membuktikan seberapa panas mereka, terlebih saat Cleo mulai membenamkan kepalanya di bawah sana,  dipintu masuk menuju nirwana, ia menj*l*t benda mungil yang terapit di dinding gua tersebut.


"Sh*it!" umpat Aqella, bukan karena ia marah, tapi karena ia tidak tahan dengan sensasi yang diberikan Cleo, bahkan ia mulai menggigit bibir bawahnya, mengeluarkan aura sensu*al  yang sangat disukai oleh pria. Karena itu membuktikan jika mereka berhasil menaklukan lawan.

__ADS_1


Mempercepat ritme permainan lidahnya disana, Cleo bahkan masih dengan bebas kedua tanganya m*rem*s kedua bukit kembar dengan ngarai di tengah nya.


"Cle, aku tidak tahan lagi, bisa lebih cepat," tangan Cleo yang ia remas sudah berubah menjadi sedikit merah, istrinya ini begitu menikmatinya atau malah ingin menyiksanya dengan kuku jarinya yang mulai menancap di lengannya.


Semburan air berwarna bening itu kini memenuhi mulut Cleo, tidak ada rasa jijik dalam dirinya, bahkan ia mulai menyesapnya hingga bersih tak tersisa.


"Lelah?"


Aqella menggeleng pelan, dari tatapan matanya ia menuntut lebih, dan tentu saja Cleo dengan senang hati menurutinya.


Junior yang sudah berdiri tegak tersebut, mulai ia masukan ke dalam sarangnya dengan perlahan, sambil sesekali memaju mundurkan miliknya, Cleo ******* bibir Aqella yang dibalut lipbalm berwarna pink "strawberry," ucapnya, melepaskan tautan mereka, dan beralih ke leher jenjang istrinya, menghisapnya kuat kuat seperti seorang vampir, meninggalkan tanda cinta yang berwarna merah.


Kembali menurunkan kepalanya, Cleo menyesap puncak bukit  miliknya istrinya,  sedangkan tangan satunya masih asik bermain di benda kenyal lainya.


"Cle… ahhh," lenguhan dari Aqella begitu terdengar indah di pendengaran Cleo


"Aku akan mempercepatnya." 


Mempercepat ritmenya, Cleo mulai mencapai puncaknya, dan Aqella semakin dibuat melayang saat hujaman hujaman junior suaminya menyentuh dinding rahim.


"Ahhhhh."


Sebuah semburan dari cairan hangat milik Cleo memenuhi rahim Aqella, begitu juga lenguhan panjangnya, menyudahi pertempuran mereka yang panas.


Cleo terkulai lemas diatas tubuh Aqella, mencium kening istrinya "aku mencintaimu," ucapnya dengan lembut dan penuh cinta.


"Aku tau, dan aku juga." 


Makan malam yang sudah di pesan oleh Cleo, kini sudah tertata rapi diatas meja. Berbagai hidangan khas Italia seperti Bruschetta, Lagsana, ossobuco, carbonara.


dan juga satu botol sampanye ditaruh di ember stainles yang sudah diberi es, melengkapi menu makan malam mereka.


"Cle, aku belum memberi hadiah," ujar Aqella sambil menyuapi Cleo dengan potongan daging sapi dari ossobuco.


"Aku sudah mendapatkannya," menatap mata Aqella dengan lembut "dirimu, dan juga Clay… kalian berdua hadiah terbaik yang aku dapatkan, dan aku tidak ingin mengingkan apapun lagi." 


"Benarkah? Bagaimana jika Tuhan, menambahkan hadiah lagi untukmu."  Aqella menaikan satu alisnya, dengan senyum yang menurut Cleo sangat mencurigakan.


"Apa itu?" tanya Cleo penasaran, kini ia berganti menyuapi Aqella.


Membuka lebar mulutnya, satu potongan daging masuk kedalam mulutnya "ambilkan aku, tisu di meja sana bisa?" pinta Aqella.


"Untuk apa? disini juga ada tisu," Cleo menarik selembar tisu dari tempatnya dan memberikannya pada Aqella. Namun, Aqella menolaknya, ia masih tetap dengan permintaan awalnya.


Tentu saja Cleo dengan senang hati melakukanya, walau menurutnya ini sangatlah membuang waktu, tapi tetap saja ia melangkahkan kakinya kemeja yang dimaksud Aqella.


Mengeluarkan sesuatu dari dompetnya, Aqella meletakan benda mungil yang mirip termometer tersebut disamping piring Cleo, dan kembali melanjutkan makanya.


"Ini, Ratuku," 

__ADS_1


Aqella mengambil kotak tisu dari tangan Cleo "terimakasih, Rajaku." 


Cleo kembali duduk, tapi pandangannya sedikit terganggu dengan benda mungil panjang, yang terlihat dua strip merah di layar, mengambilnya, ia membolak balikan benda tersebut.


Aqella ingin sekali tertawa, melihat ekspresi Cleo yang kebingungan.


Belum lagi kerutan di dahi Cleo yang terlihat jelas. Jika suaminya itu sedang berpikir keras, tapi dengan sebisa mungkin dia tetap menahannya.


"Apa ini, sayang?" pertanyaan yang sudah pasti diduga Aqella. 


"Aku HAMIL!" seru Aqella dengan keras.


"Oh," Cleo kembali melanjutkan makanya.


Reaksi yang diberikan Cleo, tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan Aqella, suaminya itu malah terlihat acuh, seakan akan berita ini bukanlah hal yang penting.


"Sayang, aku hamil," ucapnya lirih.


"Aku tau, kamu ham… APA HAMIL?!" teriak Cleo, ia bahkan langsung melempar sendok yang sedari tadi ia genggam.


"Iya…" jawab Aqella malas.


Beranjak dari tempat duduknya, ia langsung menghampiri Aqella, memeluk istrinya, memberi kecupan di semua bagian wajah Aqella, tidak ada satupun yang terlewat.


 "terimakasih… aku, sangat bahagia… aku pria paling bahagia." Cleo langsung mengangkat Aqella ke udara, memberi kecupan lembut di perut istrinya yang masih rata itu.


Ya, inilah reaksi yang diharapkan Aqella dari Cleo, dan ia sudah mendapatkanya.


Hingga akhirnya, hanya ada tawa yang menghiasi keluarga kecil mereka.


Ujian cinta mereka didapatkan dari orang ketiga, tapi bukan selalu perselingkuhan, hubungan keluarga yang tidak baik, bisa menjadi salah satunya.


Namun, saat ikrar cinta yang mereka ucapkan di hari pernikahan mereka, Cleo sudah sepenuhnya berjanji. 


Dia, Cleo Rodriguez tidak akan pernah sekalipun menyerah pada sebuah hubungan, dan apapun yang terjadi nantinya, dia akan rela melakukan apapun untuk itu, walau nyawa sebagai taruhannya, dia akan ada untuk Aqella. 


Ya Aqella Agatha, wanita cantik yang berhasil melepasnya dari rasa kesepian, keputusasaan, dan dia sangat mencintainya.


TAMAT


...----------------...


kisah ini sudah berakhir sampai sini, terimakasih sudah banyak membaca, dan memberi hadiah, like, komen, vote.


maaf, jika dalam penulisan cerita ini banyak kekurangan, atau tidak sesuai dengan apa yang kalian bayangkan.


sampai juga di cerita terbaru dari nantinya, lanjutan dari sekretaris nakal, semua yang tak terungkap, akan ada disana.


miss you all.

__ADS_1


😘😘😘😘



__ADS_2