Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 69


__ADS_3

"Qella menolak Mom!" tolak Aqella tegas, sebetulnya ada apa dengan kedua orangtuanya, mengapa bisa begitu mudah memutuskan pernikahan nya dengan Arka begitu saja, dan itu tanpa berunding dulu dengan nya.


Menghempaskan tubuhnya di kasur, Aqella membenamkan wajahnya di bantal "hiks...hiks...." tangis Aqella terdengar menyayat hati.


Menghampiri putrinya, Rosa mencoba memberi pengertian pada Aqella "sayang, ini demi kebaikan mu dan Clay, papi khawatir dengan keselamatan mu," mengelus surai panjang dan hitam milik Aqella.


Mengubah posisinya, kini Aqella duduk di hadapan Rosa, memegang tangan Rosa, Aqella mengutarakan semua isi hatinya "Mom, aku mencintai Cleo, dan aku yakin jika Cleo mampu menjaga ku dan Clay dengan sangat baik." tutur Aqella.


Sebagai seorang ibu, tentu saja ia sangat mengerti bagaimana perasaan Aqella, memeluk putrinya, Rosa menenangkan Aqella.


Tidak tahan dengan semua ini, Aqella menumpahkan semua kegundahan yang ia rasa, menangis dalam pelukan Rosa, ia membenamkan wajah di pundak Mommynya "Mom, hiks...hiks Aqella mohon bicara dengan Papi, hiks... hiks, bujuk Papi agar dia membatalkan rencana nya," mohon Aqella, suara nya bergetar karena isakan nya.


"Maaf sayang, Mommy tidak bisa melakukan apapun." sesal Rosa.


...----------------...


Enggan beranjak, Cleo menikmati waktunya bersama Clay, bermain, bercerita, makan bersama dan mandi bersama, ia ingin menebus semua momen yang berharga.


Menggosok puncak kepala Clay dengan shampo, Cleo mengubah rambut putra nya menjadi ala punk "Daddy ini konyol," protes Clay.


"Hahaha kamu tampan jika begini." kelakar Cleo.


Mendorong tubuh Cleo kebelakang, Clay berlari kebawah shower, menyirami tubuhnya di sana, sambil berputar putar, dan ini menyenangkan ia seperti bermain hujan, bahkan terdengar sekali tawa Clay yang begitu riang "Daddy, kau tau... aku tidak pernah bermain hujan, Mami selalu melarang ku," ucap nya lirih.

__ADS_1


"Jika hujan turun, kita akan bermain bersama." balas Cleo.


Selesai dengan acara mandi bersama, di dudukan nya Clay di sofa, untungnya ia sudah memesan baju untuk anak nya, jadi Clay bisa ganti baju, mengenakan kaos putih dan celana chinos pendek selutut, putra nya begitu tampan.


"Apa aku tampan Daddy?"


"Tentu saja, kau seperti Daddy kan."


Menggendong Clay, Cleo keluar dari kamar nya, sesuai apa yang sudah di rencanakan, ia akan menjemput Aqella di rumah Andi, ini benar sebuah kebaikan dari Tuhan untuk dirinya.


Mengendarai mobil nya, Cleo memecah jalan, tapi ia terlebih dulu mampir untuk membeli bunga mawar kesukaan Aqella, dan ia memilih mawar putih sebagai pilihan terakhirnya.


Semua orang terlihat sibuk menyiapkan acara pernikahan yang kilat, Aqella ia di bantu dengan beberapa orang merias dirinya.


"Anda sangat cantik Nona." puji penata rias, sedangkan Aqella tersenyum menanggapi nya, ia enggan sekali untuk berbicara, seakan suara nya tercekat di tenggorokan nya.


Arka, ia tidak juga kalah menawan, setelan jas senada dengan apa yang di kenakan Aqella, rambut yang tersisir rapi ke belakang, menambah kesan maskulin padanya.


Menunggu selama ini, akhirnya ia akan memiliki Aqella, bahkan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arka merasa sangat gugup, peluh yang menetes di dahi nya sudah sebesar biji jagung, berjalan hilir mudik di kamar, ia menghafal setiap kata yang akan ia ucapkan nanti.


Jimmy hanya tersenyum melihat adiknya yang begitu gusar, dan itu wajar karena ini momen terpenting dalam hidup Arka nantinya.


Semua sudah siap, Arka keluar dari kamar, menuju ke ruang tengah tempat dimana ia akan mengikat janji suci yang bernama pernikahan.

__ADS_1


"Tenang... tarik nafas." bisik Jimmy.


Arka menarik nafas dalam dalam, ia mengikuti saran Jimmy, dan menghembuskan nya perlahan, dan ini cukup membantu.


Mengulurkan tangan, Arka menyambut uluran tangan penghulu, dan mulai mengucapkan janji pernikahan "saya nikahkan Arkan Smith bin Harry Smith dengan Aqella Agatha bin Andi Anggara dengan mas kawin seratus dollar di bayar tunai,"


"Saya terima nikah dan kawin nya Aqella Aga-"


"Tuan gawat!" potong Icha.


Sementara di depan rumah Andi, Clay dan Cleo menatap heran dengan semua dekor yang menghiasi seluruh rumah, belum lagi dengan para orang yang kocar kacir panik, tapi ada juga yang masih dengan santai nya menikmati hidangan yang ada "Clay, ini benar rumah kakek kan?" mengedarkan pandangan ke seluruh tempat, Cleo hanya tidak ingin salah alamat.


"Iya Dad, tapi kenapa ramai sekali ya."


Icha yang baru saja menghubungi seseorang, begitu lega saat melihat bocah kecil yang ia asuh ada di depan nya "Tuan Muda," seru Icha.


Clay menoleh ke arah Icha yang berdiri tidak jauh darinya, melangkahkan kaki kecilnya, ia menghampiri Icha "Suster ini ada apa?"


"Tuan, mami anda iya...." Icha tak mampu melanjutkan ucapannya, berat rasa nya untuk mengatakan.


"Mami kenapa Sus?"


"Nyonya muda, ia memotong pergelangan tangan nya sendiri." ucap Icha lirih.

__ADS_1


__ADS_2