Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 63


__ADS_3

Begitu tiba di Foxs, Cleo dan Ken langsung di sambut hangat oleh Robert, CEO Foxs, berjalan beriringan mereka berdua asik mengobrol tentang apa yang Foxs akan kembangkan, dan semacamnya, sampai tidak sadar jika Cleo di tabrak oleh seorang bocah yang sekiranya baru berusia empat tahun.


Cleo berjongkok di hadapan bocah tersebut "Kamu tidak apa nak?" tanya Cleo.


Clay terlebih dulu melihat wajah Cleo, pria ini seperti yang ada di majalah yang ia lihat di ruang kerja Harry "Aku baik baik saja." Clay langsung berdiri, menepuk bajunya, membersihkan nya dari debu yang menempel.


"Dimana orang tuamu, dan kenapa sendiri?"


"Mami dia sibuk... dan aku bosan." celetuk Clay dengan wajah yang cemberut.


Jelas sekali senyuman di wajah Cleo yang melihat ekspresi Clay, menggemaskan dan ia ingin mencubit nya, namun anak ini bukanlah putranya.


Andai kita masih bersama, mungkinkah kita sudah mempunyai anak.


"Tuan...." tegur Ken.


"Lain kali hati hati ya." pesan Cleo sebelum beranjak.


Clay hanya mengangguk, sedangkan Cleo kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan Robert.


Aqella yang bersembunyi di balik meja, merasa lega , karena Cleo sudah pergi, segera ia menghampiri Clay, menarik pelan kuping bocah tersebut "Ihh sakit Mi." pekik Clay.

__ADS_1


"Siapa yang nyuruh kamu pergi jauh jauh dari Mami heh?"


"Aku bosan." cicit Clay.


"Ya sudah ayo kita pulang." ajak Aqella.


Perayaan yang di buat oleh Robert sebagai suksesnya kerja sama antara CL dan Foxs berjalan lancar tanpa hambatan, mereka semua menikmati seluruh rangkaian acara, tapi tidak dengan Cleo, ia memilih lebih banyak diam dan termenung memikirkan tentang Aqella. Ah wanita itu tidak pernah luput dari benak nya.


"Paman, andai aku dan Aqella masih bersama... apa aku akan memiliki seorang anak?" tanya Cleo pelan.


Malang sekali nasib tuan muda nya, bahkan masih saja berandai andai tentang hubungan nya dengan Aqella "mungkin Tuan... tapi aku merasa bocah tadi sangat mirip dengan mu waktu kecil." ujar Ken.


Ken benar, jika dilihat sekilas, bocah tadi sangat mirip dengan nya, tapi kemiripan seseorang sudah bukan hal aneh dan sering terjadi, jadi Cleo tidak terlalu memikirkan nya "aku tidak tau." jawab Cleo.


Dasarnya bocah memang suka cerita, Clay menceritakan semua kegiatan nya di Foxs, sampai ia juga menceritakan tentang pertemuan nya dengan Cleo, yang menurut nya pria keren yang ia lihat di majalah "Ayah... paman itu keren sekali, ternyata dia lebih tampan dari yang di gambar." celetuk Clay.


Namun ucapan Clay, membuat Aqella langsung terbatuk, di sambar nya air mineral dan segera ia teguk habis tak tersisa "Clay, lain kali jangan bicara dengan orang asing." ujar nya, meletakan kembali botol air mineral pada tempatnya, sedangkan Clay hanya mengangguk menanggapi perkataan Aqella.


Tibanya di rumah, Clay langsung di sambut hangat oleh Andi dan Rosa, di bawa Rosa ke kamar, Andi langsung mendudukan Aqella di ruang kerjanya.


"Kapan kamu akan menikah dengan Arka?" tanya Andi.

__ADS_1


"Aku tidak akan menikah dengan Arka, aku tidak pernah mencintai nya, kami hanya berteman Pi." jawab Aqella.


Selalu saja begini, perdebatan di antara ia dan Andi, mengenai pernikahan nya dengan Arka, yang sudah sangat jelas kalau Aqella tidak pernah menginginkan nya.


"Lupakan Cleo sayang, ini untuk masa depan Clay, dia butuh sosok ayah sesungguhnya." ujar Andi.


"Clay tidak akan kehilangan sosok ayah, andai Papi tidak memaksa ku meninggalkan Cleo!" seru Aqella.


Andi menghembuskan nafas, membuat keputusan seperti ini memang sulit, tapi ia lakukan untuk kebaikan Aqella, demi melindungi putrinya dari orang orang yang membahayakan nyawa Aqella.


Tidak di pungkiri jika Cleo memang sangat baik menjaga Aqella, tapi itu tidaklah cukup, pria itu terlalu ceroboh dan tergesa gesa dalam bertindak, tidak memikirkan sebab dan akibat apa yang akan terjadi ke depan nya.


"Paman Harry akan kesini malam ini, membicarakan pertunangan kalian... Papi tidak akan mengatakan untuk yang sekian kali, kamu harus setuju." ujar Andi, beranjak dari duduk nya meninggalkan Aqella.


Tangis Aqella pecah, sekian tahun ia berusaha tegar, tapi pada akhirnya ia tidak mampu lagi, membenamkan wajah di tangan ia terisak dalam diam.


Cleo.


Nama yang selalu ia rindukan, pria yang berhasil membuat nya jatuh hati dengan caranya nya aneh, memaksa ia di ranjang dan berhasil membuat ia jadi miliknya, tapi takdir tidak berpihak pada mereka, cinta mereka seperti tidak ada artinya di mata Tuhan, ia di tarik paksa untuk keluar dari hidup Cleo.


Terlebih saat di Foxs ia melihat Cleo bersama dengan Clay, hati kecilnya menjerit ingin mengatakan 'Cleo dia anak mu, tidakkah kau mengenalinya' tapi tentu saja pria itu tidak akan pernah tahu, karena ia sendiri tau jika dirinya hamil saat ia sudah pergi jauh dari Cleo.

__ADS_1


Dan bodohnya juga ia, kenapa tidak menghampiri Cleo tapi memilih bersembunyi di balik meja. Sesal memang selalu datang paling akhir.


__ADS_2