Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
AYO MENIKAH


__ADS_3

Cleo yang sudah bangun lebih dulu, masih enggan untuk beranjak dari ranjang, ia masih betah menikmati wajah cantik Aqella.


Bayangan adegan semalam yang cukup panas masih bisa ia rasakan, bahkan ia sampai harus menginap di kantor nya dan enggan untuk pulang.


"Morning." sapa Cleo tersenyum melihat Aqella membuka matanya.


"Pagi juga."


Sungguh ini adalah pagi terindah untuk Cleo selama hidupnya, saat membuka mata hal yang pertama dilihat adalah wanita tercinta nya.


"Ayo kita menikah."ujar Cleo tiba tiba.


Aqella terkesiap dan dengan cepat ia langsung duduk terkejut dengan ajakan Cleo yang tiba tiba, bahkan ia sampai lupa dengan rasa sakit di tubuhnya dan **** ***** nya.


"Jangan bercanda!" Aqella menatap dalam mata Cleo, mencari kebohongan di mata nya, namun ia hanya melihat ketulusan Cleo.


"Apa aku terlihat bercanda Aqella?" Cleo menatap Aqella dengan serius.


"Tidak."


Aqella merasa bimbang, di satu sisi ia sangat senang dengan ajakan Cleo, namun disisi lain ia juga sangat ragu dengan perasaan nya sendiri. Walaupun ia sudah rela melepaskan keperawanan nya untuk Cleo, namun itu tidak bisa membuktikan jika ia benar benar mencintai Cleo, selama ini ia hanya suka kepada Cleo, sedangkan cinta dan suka adalah dua kata yang berbeda makna.


Cleo segera bangun lalu menggenggam erat tangan Aqella, dilihat nya wajah Aqella yang masih ragu itu "Mungkin kamu masih ragu... tapi tidak ada wanita lain yang bisa menaklukan ku selain kamu, dan aku juga sudah tertarik dengan mu saat aku pertama kali melihat mu." ucap Cleo dengan sangat lembut.


"Aku...." lidah Aqella terasa keluh untuk membalas ucapan Cleo.


......Terima ajakan Cleo, mungkin ini bentuk tanggung jawab nya karena ia sudah mengambil kesucian mu, kalo pun kau menolak belum tentu ada yang mau menerima mu lagi. batin Aqella yang baik berucap......


......Jangan dengarkan, diluar sana banyak wanita yang sudah tidak suci lagi, tapi masih ada lelaki yang menerima nya, lagian kau tidak mencintai nya, untuk apa menikah!" batin jahat Aqella membela......

__ADS_1


......bagaimana jika nanti kau hamil, lalu anak mu tidak memiliki ayah, apakah kau tidak kasihan. batin Aqella mengingatkan.......


......Mudah saja tinggal aborsi. usul batin jahat.......


"Stop!!" teriak Aqella, ia benar tidak tahan dengan suara batin nya yang berperang.


"Aku tidak melakukan apapun." ucap Cleo sambil mengangkat kedua tangan nya di udara.


"Tidak, bukan kamu." terang Aqella "Aku... setuju menikah dengan mu."ucap nya dengan malu dan gugup.


Seketika Cleo langsung memeluk Aqella, menghujani Aqella ciuman di kening dan pipi nya "Terima kasih." ucap Cleo sambil mencium punggung tangan Aqella.


"Sama sama." Aqella membalas pelukan Cleo.


Rencana yang awal nya ia susun untuk membuat Cleo tidur bersama wanita lain, malah mengantar nya kedalam pelukan Cleo sendiri dan membuat nya menjadi seutuhnya milik Cleo.


Mungkin ini yang dinama kan jodoh di tangan Tuhan. Entahlah ia juga tidak mengerti.


Arka benar benar di buat panik oleh Aqella, entah kemana pergi nya wanita itu, semalaman tidak pulang juga tidak mengabarinya, dan bahkan sial nya ponsel pun nya tidak aktif.


"Lo kemana sih Qella?" Arka berbicara sendiri sambil memutar mutar ponsel nya.


Arka menyambar kunci motor di atas meja, ia harus mencari Aqella, tidak peduli kemana pun ia harus menemukan nya.


Baru saja Arka ingin membuka pintu, namun seseorang sudah membuka nya lebih dulu, dan ternyata Aqella.


"Ya Tuhan Qella, lo kemana aja sih!!"teriak Arka panik, dan langsung memeluk Aqella.


"Gue semalem nginep di kantor Cleo."ujar Aqella.

__ADS_1


Arka melepaskan pelukan nya, dan sekarang berganti menatap Aqella intens "Apa yang lo lakuin disana?" bahkan nada suara Arka mulai terdengar dingin.


"Gak ada, cuma masalah kerjaan." Aqella segera meninggalkan Arka.


Arka tidak langsung percaya begitu saja, ia dengan cepat menarik Aqella dan dengan paksa membuka jaket yang di kenakan Aqella, dan terlihat jelas tanda merah di sekitar leher dan dada Aqella.


"Apa ini??"tanya Arka.


"Sini kembaliin, dan bukan urusan lo." Aqella mengambil kembali jaket dari tangan Arka dan kembali berjalan menuju kamar nya.


"Kenapa lo berubah jadi pelacur dalam semalam." ucap Arka kecewa.


Aqella langsung berbalik mendengar perkataan Arka, mengangkat alis nya tidak mengerti maksud Arka "Apa maksud lo?"


Arka menghempaskan tubuh nya di sofa, sambil menyibak rambutnya ke belakang "Apa yang dia kasih sampai lo harus ngebiarin dia ngejamah tubuh lo... Mobil, rumah mewah atau segepok uang?" Arka tersenyum merendahkan Aqella.


"Gue gak kaya gitu." ujar Aqella lirih, hati nya merasakan sakit melihat Arka merendahkan nya.


"Kalo gitu apa alasan nya? kasih tau gue Qella!!" bentak Arka.


"Gu-gue...."


"Apa?!!"bentak Arka "Gue emang gak sekaya Cleo, tapi gue juga gak akan ngelakuin hal rendah kaya Cleo."


"Dia gak kaya gitu Arka!! gue ngelakuin nya atas dasar suka sama suka." bela Aqella, ia tidak ingin Cleo direndahkan.


"Cih...." Arka langsung berdiri dan keluar ruangan, ia sudah tidak mengerti lagi wanita di depan nya.


Brakkk

__ADS_1


Arka membanting pintu dengan keras, bahkan Aqella langsung terkesiap mendengar nya.


Setelah kepergian Arka, Aqella menangis terisak di kamar nya, Arka yang selama ini selalu ada bersama nya sekarang meninggalkan nya, apakah persahabatan yang selama ini ia bangun akan hancur begitu saja.


__ADS_2