
...Beberapa hari kedepan up sehari satu kali.....
...Karena lagi banyak kesibukan di dunia nyata....
...Stay Safe keep healthy ya gaes....
...tinggalkan like komen dan krisan ya kaka readers. ...
...----------------...
"Robb... lo udah selidiki siapa yang bikin Aqella begitu?"tanya Cleo.
"Udah...."
Robby menyerahkan notebook ke Cleo yang sedang menampilkan rekaman Audrey berbicara dengan dua orang, tapi Cleo tidak mengenalinya, terlebih salah satu pria itu membelakangi kamera cctv, dan hanya menampilkan bagian belakang tubuhnya.
"Audrey?" gumam Cleo.
"Kita belum bisa mastiin... Lagian Audrey cuma ngobrol, terus pelayan yang ngasih minuman ke Aqella itu udah tewas...." jelas Robby.
Untuk saat ini Robby sudah menyuruh bawahan nya, bertandang ke Bali dan mengawasi gerak gerik Audrey, sedangkan untuk pria yang ngobrol dengan Audrey, ia masih menyelidiki siapa namanya dan dimana tinggalnya, karena dua orang ini sangat misterius.
"Lo udah coba selidiki Arka." terka Cleo.
Arka...
Penampilan Arka di Bali, membuat Cleo berfikir keras, siapa Arka sebenarnya?
Lalu untuk bocah itu berada di hotel bintang lima?
Kalaupun untuk bekerja... sepertinya tidak mungkin, melihat dari penampilan Arka yang mengenakan setelan mewah.
"Udah... dia dari sore cuma di bar, gak kemana kemana." sahut Robby.
"Hmm."
"Lupain dulu masalah itu, beberapa hari lagi FL(Fighter Love) akan rilis." ujar Robby.
Robby benar, nyaris saja Cleo melupakan FL karena masalah yang terus datang, membuat ia melupakan pekerjaan utamanya.
"Pastiin gak ada cacat, gue gak mau ngalamin rugi... dana yang kita keluarin gak sedikit." titah Cleo.
Robby hanya menanggapi perkataan Cleo dengan jarinya yang ia bentuk menjadi huruf O.
...----------------...
__ADS_1
Setelah kembali dari Bali, Aqella belum sempat mengunjungi Rosa, bahkan untuk menanyakan kabar pun ia tak sempat.
Bagaimana mau ngasih kabar, jika pulang dari Bali malah bertengkar dengan Cleo, akibat kebodohan suaminya.
Sudahlah lupakan, walau masih menyisakan sedikit rasa sakit.
Dengan di kawal oleh dua orang anak buah Cleo, Aqella pulang ke rumah nya.
Mau bagaimana lagi, semenjak kejadian terakhir kali, Cleo tidak ingin terjadi sesuatu lagi padanya.
Meresahkan memang, tapi nikmati saja.
"Mommy!" teriak Aqella saat ia baru turun dari mobil dan mendapati Rosa yang sedang menyirami bunga mawar kesayangan nya.
Di bagian depan rumah Aqella, memang terdapat kebun bunga yang sengaja di tanami dengan banyak mawar, ada merah, kuning, putih, pink.
Ya karena memang Rosa sangat pecinta mawar.
Melihat kedatangan putri semata wayangnya, Rosa segera meletakan penyiram tanaman di tanah, dan bergegas menghampiri Aqella.
"Bagaimana kabar mu sayang? apa ini sudah ada isinya."
Rosa mengelus perut rata Aqella.
"Ayolah Mom...."rajuk Aqella.
Heran dengan sikap Rosa yang selalu saja menanyakan tentang cucu, memangnya cucu bisa dapat dari ia libur ke Bali.
Lagi pula jika memang seperti itu, Aqella akan membeli satu lusin hanya untuk Rosa, dan ia akan tinggal santai nya melihat Mommy nya kerepotan mengurus banyak cucu.
Anak durhaka...
Tidak, hanya usil tak apa kan.
Rosa menoyor kepala Aqella, entah apa yang sedang di pikirkan anaknya ini sampai terlihat senyum senyum sendiri.
"Apaan sih Mom... anaknya pulang itu di cium di peluk, bukan di toyor begitu." protes Aqella.
"Wong kamu nya aja senyum senyum sendiri, Mommy malah curiga kamu malah mikir aneh aneh." terka Rosa.
"Mana ada... Mom Qella laper, kangen masakan Mommy." rajuk Aqella,
Aqella merangkul pundak Rosa membawanya ke dalam rumah.
Aqella menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, mengedarkan pandangan nya ke langit langit kamar.
__ADS_1
Sudah lama sejak terakhir kali ia tidur di kamar nya dan rasanya masih sama, bahkan Rosa tidak mengubah apapun dengan dekorasi kamarnya, masih tetap sama dengan cat warna magenta kesukaan Aqella.
Kini pandangan nya beralih melihat keluar jendela, teringat jika waktu itu Arka menyuruh nya lompat dari atas sini.
Bagaimana kabar pria itu, apa dia baik baik saja?
Sudah lama Aqella tidak pernah melihat nya.
"Sayang...." panggil Rosa dari luar kamar Aqella.
"Masuk Mom, tidak di kunci." sahut Aqella.
Rosa membuka pintu kamar Aqella, dengan membawa satu gelas yang berisi es cendol, ia berikan Aqella "ini es cendol dari depan komplek, tadi Mommy suruh bu Inah beli."
Aqella segera bangun dari rebahan nya dan duduk di tepi ranjang "Makasih Mom...."
"Oh ya kemarin Arka kesini." ujar Rosa.
"Ngapain Mom?"tanya Aqella penasaran
"Cuma main catur sama papi, sama sedikit minta di masakin."
Ternyata Arka tidak berubah, ada atau tidak adanya Aqella di rumah ini, pria itu selalu saja berkunjung ke rumah nya, dan selalu saja menganggap ini rumah nya sendiri.
"Mom Aqella mau di ajarin masak." ujar nya tiba tiba.
Menurut ibu ibu komplek yang sering ia dengar tak kala mereka bergosip, sebagai seorang istri, menyenangkan suami itu penting, bukan hanya di ranjang tapi di perut juga.
Takutnya nanti suaminya malah di ambil perempuan lain.
Namun perempuan lain seperti apa ya? sedangkan Cleo sedikitpun tidak pernah terlihat bersinggungan dengan wanita, bahkan kantor nya kebanyakan pria.
Kecuali Ambar, Zoya dan beberapa lagi yang ia lupa namanya.
"Tumben kamu minta di ajarin masak." celetuk Rosa heran.
Biasanya juga Aqella paling anti dengan dapur, mau apa apa selalu saja minta bi Inah yang ambilkan.
Kadang kasian jika sifat usil Aqella kambuh, ia dengan sengaja mengerjai Inah, menyuruhnya bolak balik dari dapur ke kamarnya yang berada di lantai 3 itu.
"Ya aku kan mau jadi istri yang baik." ujar Aqella sambil menyeruput es cendol.
"Bilang aja nanti kamu takut di cibir mertuamu... tau kalo anak nya nikah sama kamu bukan nya tambah gemuk malah tambah kurus." ejek Rosa beranjak dari kamar Aqella, meninggalkan Aqella yang masih cemberut duduk di kasur.
Aqella menghentakkan kaki nya di lantai "Ih Mommy nyebelin!" teriak Aqella kesal.
__ADS_1
.