
Sial nya bagi Robby karena mulut nya yang tidak dapat di rem, ia harus menerima hukuman dari Cleo dan sial nya lagi hukuman dari Cleo adalah ia harus mengikhlaskan Betty kesayangan nya berpisah sementara waktu.
Dan tentu saja Robby tidak setuju, karena Betty adalah hidup nya bagaimana bisa Cleo begitu tega dengan nya, dan demi menukar Betty, Robby rela melakukan apapun asalkan Betty tetap bersama nya.
Dan pada akhirnya beginilah hasil nya kaki nya bengkak dan sangat sakit bahkan sekarang ia harus mengenakan kursi roda untuk berangkat ke kantor, karena semalam Cleo menyuruh nya berlari naik turun tangga dari lantai 1 ke lantai 25 selama 5kali balik sebagai pertukaran nya dengan Betty.
"Tuan Robby kenapa pake kursi Roda?" Tanya Aqella saat melihat Robby di dorong masuk keruangan nya oleh salah satu pegawai Cleo.
"Tentu saja karena dia, memang nya siapa lagi yang tega mencelakakan sahabat nya sendiri." Robby melihat Cleo dengan kesal dan berbicara penuh emosi, lupa jika saat ini ia berada di kantor dan banyak para pegawai yang menatap Robby heran karena begitu enteng nya menyebut Cleo dengan sebutan dia.
"Eh maksud nya tuan Cleo." Aqella memastikan pendengaran nya takut takut salah mendengar ucapan Robby.
Astaga gue lupa ini di kantor, duh mulut mulut.batin Robby memaki dirinya sendiri.
"Eh itu...maksudku tetangga sebelah ku, dia orang nya rusuh jadi suka bikin celaka orang."ucap Robby panik karena ditatap tajam oleh Cleo.
"Ohh...."
"Aqella ayo kembali keruangan ku." Cleo menarik tangan Aqella, menyeret wanita itu untuk mengikuti langkah kaki nya yang lebar.
"Aduh Cleo, jalan nya pelan dikit kek, ya kali gue di seret seret gini kaya kambing."gerutu Aqella yang berusaha keras untuk menyamai langkah kaki Cleo.
__ADS_1
Cleo berhenti dan melepaskan genggaman nya dari tangan Aqella, lalu memutar tubuhnya menghadap Aqella "jadi lo mau gimana?"tanya Cleo.
"Gue bisa jalan sendiri."jawab Aqella berjalan cepat meninggalkan Cleo.
"Coba itu sekarang siapa yang jalan nya cepet banget."gumam Cleo melihat Aqella yang sudah berjalan jauh di depan nya.
Aqella menghempaskan tubuh nya di sofa panjang di dalam ruangan Cleo, berjalan cepat seperti tadi membuat kaki nya pegal karena ia mengunakan hills yang cukup tinggi, beruntungnya ia tidak terpleset.
"Pegalnya." Aqella memijat pelan kaki nya.
Cleo yang melihat Aqella sedang memijat kakinya sendiri segera berjongkok di depan Aqella dan membantu melepaskan sandal yang di kenakan Aqella "lain kali pake sandal yang biasa aja kalo kamu gak nyaman."ujar Cleo.
"Ih lo ngapain sih, gak perlu." Aqella menahan tangan Cleo agar tidak melepaskan sepatu nya, jujur saja suasana seperti ini membuat nya canggung.
"Mana ada... dan sejak kapan jadi kamu kamu manggilnya." Aqella menahan untuk tetap bersikap biasa saja terhadap Cleo, walaupun hati nya sudah berdebar sangat kencang dengan perlakuan Cleo yang bisa dibilang cukup manis.
Tenang tenang dia cuma mijetin ko, gak lebih.
"Masa?? Terus kenapa pipi kamu merah kaya tomat?"ujar Cleo menatap wajah Aqella.
Aqella langsung memalingkan wajahnya dengan cepat "ih apaan sih."ujar Aqella gugup.
__ADS_1
"Cih gak mau ngaku lagi." ledek Cleo.
"tau ahh." Aqella segera berdiri dan meninggalkan ruangan Cleo.
Cleo yang melihat kepergian Aqella hanya geleng geleng kepala.
setelah keluar dari ruangan Cleo, Aqella berniat untuk pergi ke pantry membuat secangkir teh untuk menenangkan hati nya yang masih berdebar akibat perlakuan Cleo barusan, tapi saat ia berjalan hanya perasaan nya atau emang kaki nya terasa dingin.
"pantes aja dingin, gue lupa pake sandal lagi." Aqella melihat ke kaki nya dan mendapati kaki nya tanpa sandal.
Robby ingin membuat kopi untuk dirinya namun ia sangat enggan untuk memanggil OB, jadi dengan usaha yang ekstra menahan rasa sakit di kaki nya mengambil kopi yang letak nya di lemari atas.
"Dikit lagi...dapat." ujar Robby setelah berhasil mengambil toples kopi dari tempat nya.
"Tuan Robby sedang apa?" tegur Aqella.
"lagi mau bikin kopi... eh sandal mu kemana?" tanya Robby heran yang melihat Aqella bertelanjang kaki di kantor.
"hehehe itu tadi saya lepas, pegel kaki pake sandal tinggi mulu." ujar Aqella, menggaruk kepalanya yang tidak gatal "sini biar saya bantu tuan." lanjut Aqella mengambil toples kopi di tangan Robby.
"jangan panggil saya tuan, panggil aja nama saya langsung, kita disini sama aja status nya." pinta Robby.
__ADS_1
"iya tuan eh Robby dan ini kopi nya." Aqella meletakan kopi yang sudah di buat nya di meja.
"Makasih... jadi gimana menurut kamu Cleo?" tanya Robby tiba tiba.