
Hening, itulah keadaan saat ini, ketika Syam menanyakan Robby perihal Cleo dan Aqella.
Robby tahu betul bagaimana ambisi Syam untuk membuat Cleo merasakan seperti dirinya, terkadang otak nya berpikir keras hingga membuat oleng.
Tak pernah habis pikir jika seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung pertama untuk putranya malah kini menjadi musuh yang paling di takuti.
"Robb." tegur Syam, tak kala Robby tidak menjawab pertanyaan nya.
"Ah iya tuan." jawab Robby.
"Bagaimana Cleo dan istrinya?" tanya Syam ulang.
"Mereka baik baik saja." jawab Robby datar, ia segera menyalakan kembali motor nya "Aku ada urusan tuan, mungkin lain kali kita berbincang lagi." lanjutnya dan segera memutar kembali kendaraan nya memecah keheningan malam.
...----------------...
Rosa menggedor pintu kamar Aqella, namun masih tidak ada sahutan dari dalam, padahal jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, tapi anak dan menantunya ini seperti nya masih betah di dalam kamar.
Sementara di dalam kamar, Aqella mendengar Rosa mengetuk pintu berusaha bangkit dari tidur nya, tapi keadaan tubuhnya seperti tidak dalam baik baik saja.
Aqella merasa sangat tak bertenaga, pusing, bahkan saat ini perutnya terasa mual.
"Sayang."
Aqella berusaha membangunkan Cleo, menggoyang pelan tubuh suaminya, tapi seperti nya Cleo tidur larut malam.
"Hmmm." Sahut Cleo dengan mata masih terpejam.
"Mommy ada di depan tolong buka pintu nya dong." pintah Aqella.
"Lima menit lagi ya sayang." balas Cleo, bahkan saat ini Cleo semakin meringkuk memeluk guling di samping nya.
lima menit lagi, yang ada Rosa sudah keburu pergi, jika sudah begini terpaksa ia harus membuka pintu sendiri.
Aqella menurunkan kakinya di atas ranjang, berjalan pelan ke arah pintu, tapi baru saja beberapa langkah rasa pusing di kepalanya semakin menjadi, bahkan pandangan nya sedikit demi sedikit mulai buram dan Aqella jatuh tak sadarkan diri.
Cleo langsung membuka matanya di saat pendengaran nya menangkap suara benda jatuh, dengan segera ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, tapi semua masih pada posisi nya, sampai ia melihat ke bawah sebelah kanan sudah ada Aqella yang terbaring di lantai.
"Astaga! sayang!" pekik Cleo panik, segera ia menyibak selimut dan merangkak turun dari ranjang.
Cleo mengangkat tubuh Aqella, tapi saat tangannya bersentuhan dengan kulit Aqella, ia seperti menyentuh bara api, tubuh Aqella sangat panas, ah tidak istrinya demam.
Perlahan Cleo meletakan tubuh Aqella kembali di ranjang, lalu ia mencari termometer di nakas dan laci laci yang ada di kamar Aqella, tapi nihil barang itu tidak dapat di temukan nya.
Cleo bergegas keluar kamar, dan terkejut di saat membuka pintu sudah mendapati Rosa berdiri di depan kamarnya "Mommy!" seru Cleo terkejut.
__ADS_1
"Kalian ini, mentang mentang masih pasangan baru, pengen nya ngamar mulu... ini udah siang Cleo." omel Rosa.
Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, rasanya aneh sekali di marahi Rosa, tapi sudahlah biarkan saja "Mom, Aqella sakit." cicit Cleo.
"Sakit?!" teriak Rosa panik, dan langsung menggeser tubuh Cleo dari pintu, membuat Cleo membentur pintu yang ada di belakang nya.
"Ya Tuhan, ini panas sekali... Cleo cepat suruh Inah panggil dokter Seno kesini." titah Rosa.
"Baik Mom."
Cleo menganggukkan kepala, dan bergegas turun mencari bi Inah.
Melihat kedatangan Dokter Seno di kediaman Andi, Cleo mendadak tidak suka, bahkan ia mengusir kembali Dokter Seno.
Cleo mengira Dokter Seno adalah pria tua semacam mertuanya, tapi siapa sangka jika Dokter Seno adalah brondong muda.
Jika seperti ini, sifat posesif Cleo langsung on, ia tidak ingin kulit istrinya di sentuh oleh pria muda di depan nya ini.
"Lebih baik anda pergi dari sini." usir Cleo.
Dokter Seno terlihat mengernyitkan dahi bingung, tadi saat di telpon ia di minta untuk segera datang, tapi giliran sudah datang ia malah di usir.
"Tapi kak-"
"Siapa yang anda panggil kakak hehk?! aku bukan kakak mu!" potong Cleo cepat.
Seketika Cleo langsung memutar kepalanya melihat Rosa yang kini sudah berjalan ke arahnya dan Seno.
"Hallo Aunty." sapa Seno, sedikit membungkukkan badan mencium punggung tangan Rosa.
"Kamu ngapain malah berdiri disini? ayo masuk."
Seno dan Rosa berjalan masuk, di ikuti Cleo di belakangnya.
Seno yang ingin memeriksa Aqella, langsung di hardik oleh Cleo "Kau jangan sentuh istriku!"
"Jika aku tidak menyentuh kak Aqella bagaimana aku bisa memeriksanya?" sahut Seno.
"Aku tidak peduli... kau tidak boleh menyentuh nya!" ujar Cleo tegas "Lagi pula siapa yang kau panggil Kak, dia tidak menikah dengan kakak mu!" lanjutnya lagi, menatap Seno tajam.
Syukurlah Aqella pingsan, kalo tidak, bisa tambah sakit kepala Aqella melihat tingkah Cleo.
"Cleo kamu keluar saja, tidak akan selesai pemeriksaan Aqella jika kalian berdebat terus!" bentak Rosa yang kesal dengan tingkah Cleo.
"Ck." decak Cleo, ia langsung duduk di sofa, mengangkat kaki satu nya ke atas lututnya "tiga puluh detik! tapi kau hanya boleh memeriksanya di bagian yang tertutup dengan baju."
__ADS_1
Rumah sakit jiwa mana yang kehilangan pasien nya saat ini! lagi pula untuk apa aku membuka baju kak Aqella, bodoh. batin Seno
Lihat saja mukanya yang sok imut itu, ingin sekali aku lempar anak ini. batin Cleo
Setelah Seno melakukan pemeriksaan ke Aqella, Seno menyerahkan obat dan vitamin untuk Aqella ke Rosa.
"Setelah kak Aqella sadar, berikan obat ini setelah dia makan sampai panas nya turun, dan vitamin ini harap di habiskan Aunty." terang Seno.
"Terimakasih ya Sen." ucap Rosa.
"Sama sama Aunty, Seno pamit dulu ya."
"Iya pergi saja, jangan kembali lagi!"
Seno beranjak dari duduknya, namun sebelum pergi ia terlebih dulu mengacungkan jari tengah untuk Cleo.
Cleo yang melihat itu langsung tersulut emosi, dan langsung menarik kerah baju Seno, bersiap melayangkan bogeman ke wajah Seno yang imut ini.
"Apa yang kau lakukan Cleo?! kau ingin memukul seno!" bentak Rosa, menurunkan tangan Cleo.
"Dia menantang ku Mom!" terang Cleo, melepaskan cengkraman dari kerah baju Seno.
Rosa menghembuskan nafas, memijit pelipis nya, baru satu hari Cleo menginap di rumah nya, tapi sudah ingin membuat masalah untuk Rosa.
"Dia anak yang manis Cleo, untuk apa menantang mu." ujar Rosa menyadarkan Cleo dari sifatnya yang berlebihan dengan Seno.
Cleo melengos mendengar ucapan Rosa dan langsung memilih duduk di samping Aqella, mencium punggung Aqella, kening Aqella bahkan bibir Aqella "Sayang cepat sembuh." ucap Cleo lembut.
Rosa hanya geleng geleng kepala melihat Cleo, dan memilih untuk meninggalkan Cleo, begitu juga dengan Seno yang berjalan di belakang Rosa, dengan raut wajah yang kesal, karena saat ini ia memiliki saingan cinta yang berat.
*Visual Seno Antonyus
*Visual Audrey
*Aqella Agatha ( ubah visual biar tambah anget)
*Visual Syam Rodriguez
__ADS_1
* Visual Denada Maheswari