
"Ngapain sih mereka berdua?"gumam Aqella, dan iabenar benar tidak tenang, ia terus saja hilir mudik di dalam ruangan, pasalnya sikap nya Robby barusan sangat mencurigakan dan membuat ia ingin tahu, tetapi apa akan terlihat sopan jika ia mengurusi hidup Cleo.
Tapi sekarang dia akan menjadi istri Cleo jadi apapun hal yang dilihat mencurigakan ia harus tahu.
Sedangkan di lobby, Cleo dan Arka masih saja saling beradu pandang seperti ingin memangsa satu sama lain bahkan para karyawan yang kebetulan lewat di sekitarnya, terpaksa putar haluan melihat bos nya mulai memancarkan aura kegelapan nya dan juga karena mereka tidak ingin menjadi bulan bulanan Cleo nanti.
"Ck tunangan... Tunangan dengan cara apa?" Arka tersenyum kecut meremehkan Cleo "di ranjang."lanjut nya lagi.
Cleo mengepalkan tangan nya, menahan untuk tidak melepaskan tinju nya ke wajah Arka karena tampang Arka yang sangat menyebalkan "Kalo iya kenapa? lo punya masalah."
Sekarang gantian Cleo yang membalas perkataan Arka, membuat wajah Arka merah padam karena menahan amarah seperti dirinya.
"Iya!!" teriak Arka tepat di wajah Cleo "karena lo gue dan Aqella jadi menjauh dan karena lo juga gue sampai harus ngatain Aqella... pelacur." Arka sengaja memelankan suara nya di akhir kalimat. Bahkan sekarang rasa sesak menyelimuti perasaan nya karena ia menjadi teringat kemarahan nya pada Aqella.
Bugh
Cleo langsung memukul Arka tepat di pipi Arka, membuat Arka langsung mundur beberapa langkah.
"Siapa yang lo maksud pelacur hahk?!" Teriak Cleo tidak terima dengan ucapan Arka.
Dari awal melihat Arka, Cleo memang tidak pernah menyukai nya, entah apapun alasan nya dan sekarang Arka semakin membuat ia geram karena berani nya pria ini mengatakan jika wanitanya pelacur.
__ADS_1
"Ihsss." Arka memegangi pipi nya yang terkena pukulan dadakan Cleo, bukan salah Cleo jika memukul nya, mungkin ini balasan yang setimpal untuk nya karena ia tidak bisa menjaga ucapan nya saat amarah melanda nya.
Tidak ada niatan untuk membalas Cleo, Arka lebih memilih melangkahkan kaki nya keluar gedung CL, sudahlah tidak dapat bertemu Aqella pun tak apa, mungkin ia akan menemui nya lagi saat Aqella sudah dirumah, itupun jika tidak di halangi lagi oleh Cleo.
"Arka!!"
Suara yang familiar menghentikan langkah kaki Arka dan segera ia memutar tubuh nya dan melihat Aqella berdiri melihat nya di depan lift.
Cleo bergegas menghampiri Aqella "kamu ngapain disini?" tanya Cleo menatap tajam Aqella.
"Kenapa gak bilang kalo Arka dateng?" Aqella tidak menyangka jika Robby dan Cleo membohongi nya,padahal dari kemarin Aqella ingin sekali bertemu dengan Arka karena ada beberapa hal yang perlu ia bicarakan tapi ia tidak dapat melakukan nya karena ponsel Arka tidak aktif.
"Aku baru tau kalo dia dateng."elak Cleo memalingkan muka menghindar dari tatapan Aqella yang menusuk nya.
Jika Aqella sudah melihat nya seperti ini Cleo tidak bisa menolak,terpaksa ia mengangguk mengiyakan permintaan Aqella walau dalam hati menjerit tidak rela wanita nya bersama pria lain "lima menit."ujar Cleo.
"dua puluh menit."tawar Aqella.
"sepuluh, tidak ada tawar menawar lagi." ucap Cleo tegas.
Aqella memajukan bibirnya, tidak setuju dengan tawaran Cleo, bagaimana bisa ngobrol dalam waktu sepuluh menit,baru bilang hai dan say hello saja sudah memakan waktu, tapi melihat wajah Cleo yang dingin tidak ada pilihan lain harus setuju daripada nanti berubah pikiran "oke."
__ADS_1
Cleomendekatkan wajah nya ke bibir Aqella "cium dulu." menunjuk pipi nya.
Aqella memutar bola matanya malas, benar benar dengan kelakuan Cleo tidak tahu malu, apa dia pikir ini hanya ada mereka berdua "gak mau!"tolak Aqella.
"Kalo gitu aku tarik lagi izin nya buat kamu ngobrol sama Arka."ancam Cleo menarik kembali tubuhnya dan segera menekan tombol lift di belakang Aqella.
"bisa nya cuma ngancam... cup." gerutu Aqella tapi tetap saja ia mencium pipi Cleo walau sedikit berjinjit karena tinggi Cleo jauh di atasnya.
Cleo menyunggingkan senyum selebar mungkin, ternyata adegan dalam film drama yang sering Robby tonton untuk mendapatkan sedikit cinta lewat ancaman ternyata berhasil juga ia lakukan. Tidak sia sia juga ternyata punya asisten yang hobby nya suka mendramatisir keadaan "aku tunggu di atas." ujar Cleo lalu masuk kedalam lift di ikuti Robby di belakangnya.
"Jadi kemana lo dua hari ini?" tanya Aqella saat mereka sudah berada di taman samping gedung CL.
Arka menghembuskan nafas nya kasar, niat hati ingin mengungkapkan perasaan nya ke Aqella, tapi melihat Aqella tadi begitu mesra dengan Cleo membuat ia sedikit ragu "Gue ada urusan dadakan."bohong Arka menatap jauh keluar taman.
"Oh... lo udah terima titipan dari pak Ujang?"
"Udah, lo jadi memutuskan balik lagi kerumah?"
"Iya, makasih ya udah nampung gue." Aqella melihat ke tanah, memainkan kaki nya mencoret coret tanah, entah kenapa rasanya jadi canggung begini, padahal ia dan Arka sahabatan sudah lama tapi mengapa rasanya seperti orang asing.
"Ya sama sama, kalo gitu gue pergi dulu." Arka beranjak dari duduk nya meninggalkan Aqella dengan pertanyaan yang mungkin menggantung seperti jemuran milik nya yang belum ia angkat dari kemarin.
__ADS_1
"Jadi sudah putuskan buat kembali?" tanya seseorang mengejutkan Arka dari balik mobil.