Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 44


__ADS_3

Sore ini hujan turun begitu deras di barengi dengan angin dan gemuruh petir menyambar kesana kemari.


Membuat semua orang enggan melangkahkan kaki mereka untuk keluar, mereka lebih memilih tidur di balik selimut atau sekedar duduk manis sambil meminum coklat hangat.


Namun tidak untuk Aqella, dia seperti bocah kecil yang senang bermain hujan, tidak peduli dengan petir yang bergemuruh, berlari kesana kemari memutari kebun bunga milik Rosa.


Cleo, ia malah terlihat sangat cemas, hilir mudik di teras, mengawasi setiap gerak gerik Aqella, takut takut Aqella terpleset karena tanah yang basah akibat hujan.


"Sayang ayo kesini!" teriak Aqella yang nyaris suara nya tak dapat di dengar oleh Cleo, karena lebih bising suara air hujan yang turun.


"Aku gak mau!" balas Cleo tak kalah kencang.


Cleo pria yang berpikir realistis, jika bermain hujan seperti ini pasti akhirnya akan sakit.


Lantas jika ia ikut bermain hujan juga, lalu kedua nya sakit, siapa yang akan menjaga mereka?


Jika Aqella mungkin saja ada Rosa, tapi Cleo... masa harus minta Robby yang merawatnya.


Yang benar saja.


Lihat saja suaminya, tidak bisakah ia menikmati hidup hanya sesaat, dan berhenti bersikap serius.


Aqella tersenyum sendiri tak kala ide muncul dalam benak nya "Kamu akan kemari sayang." gumam Aqella.


Aqella berlari ke arah Cleo, tapi ia dengan sengaja menjatuhkan dirinya sendiri ke rumput, berpura pura menangis sekencang mungkin, layaknya anak kecil.


"Huwaaaa sakit!" Aqella histeris menangis, sambil memegangi lututnya.


"Sayang!" teriak Cleo panik, dengan segera Cleo melempar handuk yang sedari tadi ia pegang dan berlari menerobos hujan, menghampiri Aqella.


Aqella berusaha menahan tawanya, melihat Cleo berlari ke arah nya dengan raut muka yang panik, dan Aqella tetap dalam drama nya yang menangis histeris "huwaaaa sakit... hiks hiks."


"Kamu tidak apa apa?"


Kini Cleo sudah berjongkok di depan Aqella, memeriksa lutut Aqella, tapi seketika ekspresi wajahnya berubah saat melihat lutut Aqella dalam keadaan baik baik saja.

__ADS_1


"Kamu mengerjai ku?!" hardik Cleo dan langsung berdiri membelakangi Aqella.


"Itu... aku... maksud ku." ucap Aqella takut.


"Kamu tau aku sangat membenci hujan!" teriak Cleo.


Pemikiran nya yang seperti anak anak, membuat Aqella tidak berfikir panjang.


Lagi pula juga ia tidak tau jika Cleo membenci hujan, lantas jika Cleo sudah seperti ini apa yang harus di lakukan?


Brukk.


Tiba tiba saja Cleo terjatuh tak sadarkan diri.


Aqella langsung menepuk nepuk pipi Cleo pelan "sayang bangun." ujar nya panik.


Aqella mengedarkan pandangan ke arah rumah, berharap jika ada Rosa atau Inah yang melihat nya, jadi dia bisa meminta bantuan mengangkat Cleo dan membawa nya ke dalam, namun sepertinya orang rumah sedang sibuk.


"Sayang maaf hiks." cicit Aqella masih menepuk pipi Cleo.


Jika ia tau Cleo akan pingsan karena benci nya terhadap hujan, ia lebih memilih tidak melakukan ide konyolnya.


Cleo menarik leher Aqella, mendekatkan wajah istrinya memberi ciuman yang menghangatkan tubuh di tengah hujan yang mengguyur membasahi mereka.


Mata Aqella terbuka lebar, di saat Cleo mencium nya. Sial, Cleo malah mengerjai balik.


Namun itu tidak membuat Aqella melepaskan tautan mereka, malah ia semakin memperdalam ******* mereka, menyusuri setiap rongga mulut Cleo, melakukan penukaran saliva mereka masing masing.


Andi yang baru pulang dari kantor nya, mendadak syok dengan pemandangan yang ada di taman.


Adegan yang seharus nya berada di ruang tertutup, kini tampil di depan publik dengan taman bunga mawar sebagai latar belakang dua pasangan muda mudi yang sedang bercumbu mesra di bawah deras nya air hujan.


"Kayanya kamar Aqella harus di alih fungsikan inimah." gumam Andi, berlari kecil dengan tas kantor di kepalanya sebagai penadah air hujan.


Suara langkah kaki Andi yang masuk ke dalam rumah, terdengar sampai ke telinga Rosa yang sedang asik chatting'an dengan grup chat sosialita nya.

__ADS_1


Segera ia letakan ponselnya dan menghampiri Andi.


"Kamu ko basah gini... seharus nya telepon aku biar aku bawain payung jemput kamu di depan." Rosa menyambar tas dari tangan Andi, dan menyalimi Andi.


"Yah demi keamanan mata kamu." ujar Andi.


"Eh... maksudnya gimana?" Rosa mengernyitkan dahi, bingung dengan ucapan Andi.


"Udah ah gak usah di bahas... dingin gini enaknya ngapain ya yank?" Andi mengerlingkan matanya, menggoda Rosa.


"Kamu sakit mata ya?"


Apa katanya? sakit mata, yang benar saja.


Aihhs sudahlah, Rosa tak akan paham dengan kode alam, lebih baik Andi langsung melakukan kan nya saja.


Andi langsung mengangkat tubuh Rosa, dan langsung membawa nya ke kamar, mengunci pintu rapat rapat, mengaktifkan pengedap suara dan mulai melakukan cocok tanam.


Usia tak mengalahkan Andi untuk selalu terlihat gagah bukan? mungkin saja ia malah lebih beringas dari pada Cleo... siapa yang tau.


"Hachiim." Aqella terus bersin bersin di kamar nya, padahal suhu ruangan sudah ia buat hangat, dan juga sudah memakai selimut yang tebal, tapi tetap saja rasa dingin ini menusuk tulang.


"Kamu main hujan nya terlalu lama, sekarang jadi sakit kan." omel Cleo yang kini tengah sibuk dengan laptop di depan nya, melanjutkan pekerjaan yang ia tinggal.


"Yang bikin lama siapa sih sebenarnya?!" protes Aqella.


"Siapa dulu yang ngerjain aku?" Cleo bertanya balik.


"Gak tau!" jawab Aqella ketus.


"Kamu kan...."


Aqella melengos mengabaikan Cleo, lebih baik ia tidur terlebih dulu, menutup matanya dan mulai berkelana di alam mimpi.


...----------------...

__ADS_1


Tinggalkan like komen untuk penulis ini ya kak 🤗🤗


suwun


__ADS_2