Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 55


__ADS_3

Nada dan Anton bernafas lega tak kala mereka berhasil keluar dari mansion, dengan kecepatan penuh Anton melajukan motornya, menarik kencang gas, membelah jalanan.


Namun siapa yang mengira, rencana tak semulus yang dibayangkan, mereka di hadang oleh Syam di tengah jalan. Anton menarik rem dalam dalam, membanting stang ke kanan, membuat motor terjatuh dan mereka terpelanting beberapa meter.


"Kau kira aku bodoh seperti anakmu… aku sudah tau rencana kalian." Ujar Syam.


Luka di lututnya, membuat ia susah berdiri, dengan di bantu anak buah Syam, Nada di papah, di bawa masuk ke mobil.


"Ku kira kau sudah bosan hidup." Ujar Syam, menatap tajam Nada.


Nada melengos, mengabaikan Syam. 


Sial. Bagaimana ia akan membantu Cleo jika begini…


Sementara itu, Cleo masih berdebat dengan Robbin, ia masih enggan untuk ikut dengan polisi di depannya.


"Tuan Cleo, kenapa anda mempersulit kami, jika ini bisa di buat mudah." Ucap Robbin yang kini kesal dengan Cleo.


"Lalu apa peduli ku? Masalah ku dengan mu itu bisa di lakukan belakangan." Sahut Cleo.


"Ck, menyebalkan." 


Robbin tidak dapat melakukan apa apa, latar belakang Cleo, membuat ia agak sungkan untuk membawa paksa pria ini, karena bagaimanapun, jika bukan karena keluarga Rodriguez ia tidak akan ada di posisi nya saat ini. 


Aqella tidak ada pilihan lain, ia harus keluar dari rumah ini membantu Cleo menyelesaikan masalah suaminya saat ini.


Dengan tekad yang bulat, Aqella pergi ke kantor CL dengan di temani Arka, berbaur dengan orang orang yang masih protes di depan rumahnya tentang Cleo.


"Lo tunggu disini, gue ambil mobil dulu." Pinta Arka, saat mereka sudah berada jauh dari kerumunan.

__ADS_1


"Iya." Jawab Aqella di barengi dengan anggukan kepala.


Mobil  SUV warna hitam berhenti di depan Aqella, seseorang yang tidak di kenal turun dari mobil, menggunakan pakaian safari layaknya bodyguard.


"Nyonya, tuan Cleo meminta saya untuk menjemput anda." Ucapnya ramah.


Aqella menatap pria ini dari atas sampai bawah, merasa curiga dengan pria di depan nya "aku akan menanyakan pada suami ku dulu." Ucap nya, sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tas.


"Tidak ada waktu lagi Nyonya, aku tidak ingin Tuan memarahi ku." Balasnya, merebut ponsel dalam genggaman Aqella. 


"Kembalikan ponselku!" Pinta Aqella, berusaha merebut kembali ponselnya.


"Maaf Nyonya, tuan sudah menunggu." Ucapnya. Menarik Aqella paksa masuk ke mobil.


"Setidaknya aku harus mengabari Arka, takut dia mencari ku nanti." 


"Kita akan mengabarinya setelah sampai." Ujarnya menyalakan mesin mobil, melajukan mobilnya meninggalkan tempat.


"Tuan apa anda melihat wanita disini, tingginya kira kira 160cm, kulitnya putih, rambutnya panjang?" Tanya Arka ke pedagang kaki lima yang kebetulan sedang menghitung uang.


"Maaf Tuan aku tidak melihat." Jawabnya.


Arka mencoba menghubungi ponsel Aqella, tersambung, tapi tidak di jawab malah di tolak panggilan darinya.


Ada apa ini? Tidak biasanya Aqella seperti ini, ia mencoba sekali lagi, tapi kali ini ponsel Aqella tidak dapat di hubungi.


Kali ini Syam tidak memberi Anton ampunan, ia menghajar habis habisan pengkhianat ini yang tidak dapat berkutik, bahkan darah keluar dari mulutnya di saat Syam menekan perut Anton kuat kuat. 


"Kau gila, dia akan mati!" Bentak Nada dari dalam mobil. Ia tidak tega melihat Anton yang sudah sekarat, supir pribadinya yang setia, harus kehilangan nyawa untuknya, di tangan Syam.

__ADS_1


Nada mengambil pistol di balik jok, yang memang biasa di letakan disini oleh Syam untuk jaga jaga di keadaan darurat.


Nada turun dari mobil, menahan rasa sakit di kaki dan tubuhnya, ia menodongkan pistol pada Syam.


"Hentikan! Atau aku akan menembak mu!." Gertak Nada.


"Kau ingin menembak ku? Lakukan jika kau berani." Cibir Syam. Bahkan ia sengaja mendekatkan diri ke Nada, menempelkan pistol tepat di jantungnya "Sekarang tembak!" Teriak Syam.


Tangan Nada bergetar dan basah karena keringat, ia tidak bisa melakukan nya, ia sangat takut, ia tidak sungguh sungguh ingin menembak Syam, itu hanyalah gertakan supaya suaminya tidak memukuli Anton lagi.


"Cih." Syam mengambil pistol dari tangan Nada,memasukan nya ke dalam saku.


Nada menghampiri Anton yang sedang sekarat, meletakan Flashdisk di tangan Anton "pergilah ke CL, berikan ini pada Cleo." Bisik Nada.


"Apa yang kau lakukan, cepat masuk dan kembali bersama ku!" Bentak Syam dari dalam mobil, ya pria tua itu memilih duduk di mobil bersiap untuk pulang ke mansion.


Nada berjalan lemas, kembali ke dalam mobil,raut wajahnya penuh sesal, membuat Syam tersenyum penuh kemenangan melihat istrinya yang putus asa.


Setelah perdebatan panjang antara Cleo dan Robbin, akhirnya Cleo dengan pasrah di bawa Robbin untuk melakukan penyelidikan di kantor polisi.


Namun saat Cleo ingin melangkahkan kakinya masuk ke mobil, Arka tiba di CL, begitu juga dengan Anton dengan keadaan yang sudah sangat kacau, luka di seluruh tubuh, pakaian yang compang camping, ia langsung behambur memeluk Cleo, menyerahkan Flashdisk pemberian Nada.


"Tuan muda, ini dari Nyonya." suara Anton terdengar parau.


"ASTAGA! apa yang terjadi?" Pekik Cleo panik.


"Aqella hilang." Sambar Arka.


Ada apa ini?...

__ADS_1


Masalah satu belum selesai tambah masalah lainnya.


__ADS_2