Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab33


__ADS_3

Rona merah kekuning kuningan menghias di ujung sana, menandakan matahari mulai akan meninggalkan sang cakrawala,di temani oleh burung burung yang beterbangan kembali ke sarangnya masing masing.


Namun tidak dengan dua sejoli yang sedang memadu kasih ini, mereka masih asik menikmati indah nya senja setelah lelah melangkahkan kakinya mengitari indah nya Kuta Bali.


Ditemani dengan air kelapa muda di genggaman masing masing, mereka saling bercengkrama duduk di atas pasir pantai yang putih.


"Kita akan kembali besok? apa kamu keberatan?" tanya Cleo.


"Sedikit... tapi kita bisa kembali nanti kan." ujar Aqella santai.


"Hmm...."


Drtt...Drtt...


Merasa ada getaran dari saku nya segera ia melepaskan tangannya dari genggaman Aqella dan mengambil ponsel nya.


"Ya."


"Lo dapet undangan pesta di kapal pesiar malam ini? mau dateng gak?" tawar Robby.


"Gak tertarik." tolak Cleo.


"Kenapa? ini yang ngadain keluarga smith... keluarga kerjaan dari negri sebrang."terang Robby merayu Cleo.


"Gak tertarik!!" Ucap Cleo, dan langsung mematikan panggilan nya.


Ayolah saat ini ia dan Aqella sedang menikmati liburan mereka yang singkat ini, mengapa juga harus di repotkan dengan acara pesta formal seperti itu, tidak bisakah ia bersantai sejenak dan mengistirahatkan otak nya, toh besok ia akan kembali mengisi lagi otak nya dengan laporan laporan yang sudah pasti menumpuk di mejanya.


"Siapa yang telpon?" tanya Aqella.


"Robby... dapat undangan pesta."terang Cleo malas.


"Oh."


Aqella mengedarkan pandangan ke sebelah kanan, melihat satu keluarga yang terdiri pasangan paruh bayah, pasangan muda dan anak kembar mereka yang terlihat sangat bahagia bermain air.


Ah iya melihat mereka Aqella jadi ingat jika ia belum pernah sekalipun mengenal orang tua Cleo, bahkan membicarakan nya pun tak pernah, hanya mendengar nama nya saat ijab kabul mereka.


"Cleo...." panggil Aqella.

__ADS_1


"Ya... kita sudah menikah, mau sampai kapan kamu mau menyebut nama ku terus." tegur Cleo.


Cleo benar, mereka sudah menikah, tidak sepantasnya ia memanggil nama suaminya langsung, seharusnya di barengi dengan embel embel mas, abang, atau apapun itu.


Seperti Rosa yang selalu memanggil Andi dengan sebutan cinta, atau orang yang ada belakang nya yang menyebut pasangan nya mas.


"Terus mau di panggil apa? abang kah?" tanya Aqella.


"Aku bukan abang baso!" tolak Cleo sambil menggelengkan kepalanya kuat kuat, tidak bisakah Aqella memikirkan sesuatu yang lebih manis, seperti honey, baby atau cinta malah bang.


"Baiklah kita akan memikirkan itu nanti." ujar Aqella, namun sekarang ada yang harus lebih di selesaikan terlebih dulu tentang siapa Cleo sebenarnya dan siapa keluarganya, kenapa juga Cleo tidak pernah membicarakannya, lalu kenapa saat mereka menikah tidak ada satupun dari keluarga Cleo yang menghadirinya.


"Siapa nama ayahmu?" tanya Aqella langsung tanpa basa basi terlebih dulu.


Glek.


Cleo menelan ludah mendengar pertanyaan Aqella yang tiba tiba "Syam." jawab Cleo.


"Terus siapa nama ibu kamu?" tanya Aqella lagi.


"Anna."


Bukannya menjawab, Cleo malah balik bertanya "Kenapa bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin tahu... aku belum pernah bertemu mereka, apa salahnya jika aku ingin mengenalnya."terang Aqella.


Ia juga ingin seperti wanita lainnya yang dapat bercengkrama dengan keluarga suaminya, entah kedepannya keluarga Cleo suka atau tidak padanya, itu akan menjadi urusan belakangan.


Cleo tidak menyahut ucapan Aqella, rasanya masih sangat berat mengatakan yang sebenarnya, bukan tanpa alasan ia tidak ingin mengatakan siapa keluarganya, hanya saja untuk saat ini ia masih belum bisa mengatakan yang sebenarnya, takut Aqella yang kena imbasnya jika mereka tau Aqella adalah istrinya.


Dan untuk berita pernikahannya yang kemarin sempat tersebar ke media, ia sudah meredamnya, ya walaupun sebagian sudah ada yang mendengarnya tapi untuk saat ini tidak akan sampai ke telinga mereka.


"Apa arti pernikahan untukmu?" tanya Cleo.


Aqella mengernyitkan dahinya, bingung dengan pertanyaan Cleo yang berubah haluan menjadi bahas arti pernikahan.


Seharusnya tanpa ia jawab juga Cleo pasti sudah tahu artinya "tentu saja pernikahan adalah mengikat janji antara pasangan di hadapan Tuhan, namun bukan hanya pasangan tapi dua keluarga juga." ujar Aqella panjang lebar.


Cleo tersenyum tipis mendengar jawaban Aqella, bukan itu yang Cleo ingin dengar mulut dari Aqella, tapi ya sudahlah ternyata Aqella sama saja seperti wanita lain yang menilai sesuatu dari pandangan orang lain.

__ADS_1


"Kamu mengatakan itu karena kamu mendengarnya dari orang lain atau melihatnya dari sesuatu, bukan dari hatimu sendiri." ucap Cleo sambil merebahkan dirinya di atas pasir pantai dengan tangan sebagai tumpuannya, menerawang jauh ke angkasa.


Apa maksudnya coba ucapan Cleo, apa ia salah menjawab pertanyaan Cleo, tapi bukankah memang seperti itu arti sebuah pernikahan, lantas kenapa Cleo sepertinya tidak puas dengan jawabannya, lalu dimana letak kesalahannya coba.


...----------------...


Sedangkan di bar hotel tempat Cleo dan Aqella menginap Arka dan Jimmy sedang berpesta dengan beberapa wanita yang sengaja di pesan oleh Jimmy untuk memuaskan hasrat mereka atau lebih tepat nya hasrat Jimmy, karena Arka memilih duduk di sudut ruangan dengan sebotol wine sebagai temannya.


Arka atau lebih tepatnya Arkan Smith adalah putra kedua dari keluarga Smith yang terkenal dengan keluarga berdarah ningrat dari negri I.


Hanya saja semenjak usianya dua belas tahun ia memutuskan untuk meninggalkan keluarga besarnya dan memilih untuk mengikuti ibu asuhnya yang notabene nya adalah istri gelap Harry Smith, ayah kandungnya.


Semenjak pertemuan terakhirnya bersama dengan Aqella, ia mendapati Jimmy sudah menunggunya di parkiran mobil.


Dan mengajaknya untuk kembali lagi kerumah, tidak ada pilihan lain Arka setuju untuk mengikuti Jimmy walau dengan berat hati.


Karena untuk apa ia tetap di apartemen nya, melihat ibunya sudah tidak ada dan Aqella wanita yang di cintainya sudah memilih pria lain.


Dan kini akhirnya, Arka memilih menghabiskan beberapa malam di hotel yang Jimmy kelola di Kuta Bali, menghindari dari acara pesta yang di selenggarakan oleh keluarganya.


Dan sekaligus menjauh sejauhnya dari Aqella dan kabarnya lagi l, walau kemarin sempat goyah untuk menghubungi Aqella namun dengan cepat ia berusaha lagi melupakan perasaan nya.


Menenggelamkan diri dengan minuman, membuat Arka sedikit merasakan ketenangan dengan hatinya, hanya sedikit dan mungkin hanya sebesar biji jagung.


Glek..glek...glek.


Arka benar benar tidak sayang lagi pada tubuhnya, langsung menenggak habis sebotol wine yang memang sedari tadi hanya ia mainkan.


"****." umpat Jimmy melihat Arka meminum wine seperti minum air putih.


Entah cinta atau obsesi kepada Aqella, tapi itu sudah membuat adiknya gila, lantas bagaimana jika Arka tau kalo Aqella berada disini juga dan sudah menikah dengan Cleo, apa yang akan ia lakukan.


...----------------...


Terima kasih untuk selalu mendukung karya ku..


tinggalkan Like komen dan krisan nya ya..


suwun

__ADS_1


__ADS_2