Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 82


__ADS_3

Arka masih berusaha menyamai langkah kaki Bella yang cukup cepat itu "Bell, Bella," panggil Arka.


Menghentikan langkahnya, Bella kini memutar tubuhnya menatap Arka "apa?" tanyanya malas.


"Kamu, jangan salah paham, aku sama dia cuma teman," jelas Arka.


"Itu tidak ada hubungannya dengan ku, bagiku, kalian semua sama saja," tukas Bella.


"Aku menyukaimu Bell, sungguh," ucap Arka.


Begitu lega hatinya saat ini, bisa mengutarakan perasaannya pada Bella, wanita cantik yang sudah merebut hatinya.


"Kau, pria yang keseribu yang mengatakan itu... dan aku sudah tidak percaya lagi, terlebih Jinxie meninggalkanku,"


Menghembuskan nafas, Arka menarik Bella dalam dekapannya, mengunci wanita itu dalam tatapan lembutnya, mencoba mengutarakan segala perasaannya "Bell, sungguh aku menyukaimu," tutur Arka.


"Kau hanya menyukaiku, tidak mencintaiku... lupakan saja," sungut Bella.


Benarkah hanya rasa suka?


Jika begitu cintanya untuk siapa, sementara bayangan yang selalu di benaknya hanya Bella.


"Kenapa diam?! sudahlah, aku akan pergi... ah gadis di belakangmu itu mungkin lebih baik," ujar Bella, sambil mendorong pelan tubuh Arka.


Mungkin keputusannya saat ini sudah tepat, Bella tidak begitu mengenal Arka, jadi biarkan saja pria itu tidak terlalu jauh jatuh ke belenggu perasaan, begitupun dengannya.


...----------------...


Indonesia...


Clay yang kala itu sedang bermain sepeda, mengitari komplek perumahan bersama pengasuhnya, begitu sangat gembira.

__ADS_1


Terlebih ketika dia berhasil melepaskan tangannya dari stang.


"Tuan, jangan begitu, nanti anda jatuh," tegur sang pengasuh.


Lihat, belum juga beberapa detik, Clay jatuh dari sepedanya, tentu saja anak itu menangis begitu kencang, terlebih lututnya yang sedikit berdarah.


"Hiks..hiks ini sakit, Mamiiii," teriak Clay.


"Tidak apa apa Tuan, biar aku gendong, setelah itu, kita obati luka di rumah," ujar pengasuh.


Namun, seseorang mencondongkan tubuhnya, melihat Clay "kamu ini lelaki, kenapa begitu lemah," ujarnya.


Clay mengadah, melihat manik mata coklat, anak perempuan didepan nya "aku baru jatuh, tentu saja ini sakit," jelas Clay.


"Itu hanya luka kecil, bahkan aku punya yang jauh lebih besar, tapi aku tidak menangis," tukasnya bangga.


"Aku mau lihat,"


"Tuan, ayo kita pulang, kita obati luka anda dulu," ujar pengasuh.


"Siapa namamu kak?" tanya Clay.


"Betty."


Perkenalan yang singkat, membawa Betty ke rumah Clay, bertemu dengan Aqella yang sedang membaca majalah.


Clay langsung berhambur dalam pangkuan Aqella, mengecup pipi Maminya secara bergantian "Mam, lihat aku punya teman baru," ujar Clay, sambil menunjuk Betty yang berdiri tertunduk.


"Betty?" Aqella meletakan majalah yang di pegangnya, melihat ke Betty, anak itu terlihat sangat mirip seseorang, tapi siapa?


"Kemarilah," pinta Aqella lembut.

__ADS_1


Betty berjalan pelan kearah Aqella sambil tetap menunduk, ada rasa sungkan di hatinya melihat wanita yang seumuran ibunya itu terlihat sangat anggun.


"Iya, Tante," sahut Betty.


"Namamu Betty, berapa umurmu sekarang?" tanya Aqella lembut.


Diam.


Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Betty sangat ragu untuk menjawab, sampai Clay menepuk lengannya "i-iya, enam tahun,"


Aqella tersenyum, mengangguk pelan, sambil membisikan sesuatu pada Clay.


Anaknya itu dengan cepat langsung turun dari pangkuan Aqella, menarik Betty, Clay membawa Betty ke lantai dua.


Sedangkan dia, menyambar ponsel yang ia letakan di meja, lalu menghubungi Cleo.


"Ya, sayang," suara Cleo dari sebrang, begitu terdengar lembut.


"Hari ini, Clay membawa temannya kerumah," tutur Aqella.


"Benarkah? siapa namanya?" tanya Cleo penasaran.


"Betty...."


"...."


...----------------...


Lagi kehabisan ide...


bikin cerita cuma sedikit..

__ADS_1


Ah satu lagi, maaf jika ceritanya acak, karena ini menuliskan dua cerita,, tapi biar gak bingung nanti ada penjelasan tempatnya.


__ADS_2