Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 40


__ADS_3

Tidak bosan aku selalu minta dukungan kalian..


Like, Komen ya readers


...----------------...


"Nyonya.. mobilnya sudah siap." ujar Anton, supir pribadi Nada.


"Iya."jawab Nada.


Nada segera memasukan kotak kayu yang berisi hadiah untuk istri Cleo ke dalam tasnya.


Sebenarnya barang ini adalah milik Anna, ibunda Cleo.


Semasa hidupnya Anna selalu mengatakan jika ia akan memberikan hadiah ini kelak kepada Cleo, jika Cleo sudah menikah.


Namun pada akhirnya, Anna telah pergi lebih dulu meninggalkan amanah untuknya.


Melihat Nada berjalan keluar, Anton membuka pintu mobil untuk Nada.


"Terima kasih Nton."


"Sama sama nyonya."


Anton segera masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan mansion


Cleo masih berusaha keras untuk membujuk Aqella yang masih marah kepadanya.


Dengan gitar di tangannya, Cleo mulai menyanyikan lagu dari JAZ, sambil memberikan tatapan penuh cinta ke Aqella.


Bayangin aja saat kalian lagi marah, terus pasangan kalian ngerayu dengan sebuah lagu sambil ngeliat kalian.


Bayangin aja, bayangin.


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta pandangan yang pertama?


Kar'na apa yang kurasa ini tak biasa


Jika benar ini cinta, mulai dari mana? (Dari mana?)


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat-melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya

__ADS_1


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta pandangan yang pertama? (Yang pertama)


Kar'na apa yang kurasa ini tak biasa


Jika benar ini cinta, mulai dari mana? (Dari mana?)


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)


"Maaf, gak ada receh bang." ledek Aqella.


Ya walaupun hatinya berbunga bunga di nyanyikan lagu oleh Cleo, bahkan sekarang Aqella merasa ia telah menjadi wanita yang paling bahagia...


versinya sendiri tentunya...


Namun, karena Aqella terlalu pandai menyembunyikan perasaannya dan juga ekspresinya, Aqella tidak menunjukan pesonanya ke Cleo, ia ingin Cleo tidak menyadari jika ia sudah memaafkan Cleo.


"Ko kamu gitu sih." rajuk Cleo.


Cleo sudah kehabisan akal untuk membujuk wanita di depannya, semua cara sudah dilakukan.


Bahkan dengan jurus andalannya, membiarkan Aqella menghabiskan uangnya sepuas hati, tapi tetap saja tidak mempan, bahkan dengan mudahnya Aqella mematahkan black cardnya menjadi dua.


"Ya terus...."


"Aku lapar sayang." rengek Cleo.


Perutnya yang tadi pagi kotak kotak, kini berubah menjadi talenan.


Yap rata.


"Masak sendiri." ujar Aqella, meninggalkan Cleo begitu saja.


Please untuk kalian para pria di dunia ini, jangan sekali kali buat nyonya rumah marah, maka nasibnya akan seperti Cleo, nelangsa.


Cleo mengambil ponselnya yang ia letakan di meja, mencari cari aplikasi hijau di ponselnya untuk melakukan delivery.


Tidak ada pilihan lain, selain memesan makanan lewat online.


Mendengar ketukan di pintunya, Cleo mengernyitkan dahi, padahal ia masih tahap memilih makanan, bahkan belum juga pesan, lantas kenapa kurirnya cepat sekali sampai.


"Siapa sayang?" teriak Aqella dari dapur.


Lain di mulut, lain di tindakan... ya begitulah Aqella.


Padahal tadi ia yang bilang sendiri agar Cleo memasak sendiri, tapi tetap saja Aqella yang terjun sendiri menyiapkan makanan untuk Cleo.


"Aku gak tau... aku buka dulu."


Cleo melangkahkan kakinya ke arah pintu, namun terlebih dulu Cleo mengintip dari lubang kecil yang ada pintu.

__ADS_1


"Ko gak ada orang?" gumam Cleo.


Sebab orang yang ada di luar tidak langsung berdiri di depan pintu, melainkan berdiri di samping pintu, memepet ke dinding.


"SUPRISE!" teriak Nada saat Cleo membuka pintu.


"Tante."


Cleo sedikit terkejut dengan kedatangan Nada yang tiba tiba.


"Kamu gak nyuruh tante masuk?"


"Gak... Tante mau apa kesini?"


"Yang jelas tante kesini bukan buat kamu, tapi untuk melihat menantu tante."


Cleo langsung terbatuk mendengar Nada mengucapkan menantu. Sial kenapa secepat ini.


Cleo bahkan belum melakukan persiapan apapun, jika sewaktu waktu pria itu menyerangnya.


Tidak!


Ini tidak boleh terjadi.


Cleo tidak bisa membiarkan Nada melihat Aqella, ia tidak ingin Aqella dalam bahaya.


"Kenapa? apa kau ragu dengan tante?!"


"Maaf tante... sepertinya tante salah paham, tidak ada yang namanya menantu disini. Cleo cuma sendiri disini."


Cleo yang tak kunjung kembali, Aqella terlebih dulu mematikan kompor, dan menyusul Cleo ke depan. Ia sangat penasaran dengan siapa tamu yang datang.


"Siapa sayang?" tanya Aqella.


Nada memperhatikan Aqella dari atas hingga bawah tanpa terlewat sedikitpun.


Begitu juga dengan Aqella, wanita di depannya ini sangat terlihat cantik, bisa di tebak jika usianya tidaklah beda jauh dengannya. Tapi siapa wanita ini?


Lalu kenapa dengan Cleo yang terlihat tidak senang.


"Kamu ngapain keluar?" bisik Cleo.


"Emangnya kenapa?"


Nada memperhatikan dua orang yang sedang berbisik di depannya ini, hanya tersenyum melihatnya.


Rupanya kedatangan Nada di kediaman Cleo tidak terlalu di harapkan oleh keponakannya.


"Maaf, jika kalian masih mau lanjut bisik bisik, Mama mau duduk aja... cape berdiri terus." ujar Nada, melangkah masuk begitu saja ke dalam apartemen Cleo.


Aqella terkesiap mendengar Nada menyebut dirinya Mama, mungkinkah wanita yang sedang duduk itu Mama nya Cleo, tapi kenapa terlihat sangat muda.


"Apa hubungan anda dengan Cleo?" tanya Aqella tanpa basa basi. Sudah biarkan saja jika ia terlihat lancang.


"Memangnya Cleo gak pernah cerita ya?" ujar Nada melihat Cleo.


Aqella menggeleng pelan "tidak."


"Sayang sekali... padahal aku ini ibunya loh." ujar Nada, bahkan sekarang ia terlihat membusungkan dadanya seperti wanita sosialita yang bermatabat.


Ibu...


Jadi wanita di hadapannya ini ibunya Cleo, yang berati ini adalah mertua Aqella.


Aqella dengan cepat langsung menyalami Nada, sebagai bentuk hormatnya kepada mertua yang baru pertama kali ia temui.


"Tante bukan ibuku... ibuku sudah tiada." ujar Cleo tiba tiba.


"Ibu kandungmu memang sudah tiada, tapi aku... saat ini ibu sambungmu Cleo." ujar Nada, mengingatkan Cleo tentang posisinya yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2