Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 67


__ADS_3

"Tuan Muda berhenti! itu bahaya." teriak Icha dan supir bersamaan dari dalam mobil yang melihat Clay berlari ke sebrang jalan.


Ini tidak akan baik untuk mereka berdua, andai Arka dan Andi tau, sudah pasti mereka akan di pecat, lalu bagaimana nasib keluarga yang mereka tinggalkan, ah tidak, mereka belum siap.


"Ini karena mu!" bentak supir pada Icha yang terlihat jelas sesal di wajah nya.


"Aku tidak tahu, kalo tuan Clay akan pergi," jawab nya lirih.


"Ahk sudahlah! kita susul tuan sekarang."


Clay, bocah kecil itu sudah masuk ke hotel, bertanya pada resepsionis tentang kamar Cleo tempati, tapi petugas tersebut enggan untuk menjawab, karena ini rahasia pengunjung mereka, dan Clay tidak ada izin terlebih dulu untuk bertemu.


Icha akhirnya berhasil menyusul Clay, dengan nafas yang masih terengah engah, ia berjongkok di hadapan tuan muda nya "Tuan, ayo kita kembali, aku takut jika ayah anda tau, dia akan marah pada kami," bujuk Icha.


Clay menggelengkan kepalanya kuat kuat, ia tidak ingin beranjak dari sini barang satu langkah pun, ia sudah memutuskan untuk bertemu Cleo hari ini dan membawanya ke rumah, bertemu dengan Aqella "aku tidak mau, aku mau bertemu dengan daddy!" tolak Clay tegas.


Icha masih berusaha merayu Clay di bantu dengan supir, tapi anak ini terlalu keras kepala, ia tidak bisa memaksanya, dan ini sungguh merepotkan.


Tidak ada pilihan lain, supir menggendong tubuh mungil Clay, walau anak ini terus meronta memukuli nya, ia tidak akan membiarkan Clay kembali berulah.


Cleo yang baru saja kembali, ia melihat Clay, dan bocah itu terlihat sangat tidak senang berada dalam gendongan seseorang.


Segera menghampiri, Cleo merebut Clay dan membawanya dalam dekapan nya "apa kau tidak lihat kalo anak ini tidak suka di gendong olehmu!" bentak Cleo.


"Tuan, aku tidak punya urusan dengan anda... mohon kembali kan Tuan Clay pada kami," pintanya.


Melihat ke arah Clay, bocah ini terlihat menggeleng "Daddy aku tidak ingin ikut dengan mereka," cicit Clay menunjuk Icha dan supir.


"Kalian sudah dengar kan? pergi dan sampaikan pesan ku, Clay bersama Daddy nya." ucap Cleo yang sengaja menekan kata di akhir kalimat.

__ADS_1


Icha dan supir hanya tertunduk lemas, berjalan kembali ke mobil.


Kenapa masalah di keluarga orang kaya begitu rumit, tidak seperti keluarga mereka Icha dan supir , yang hanya meributkan masalah stok akhir bulan yang mulai menipis.


Memasuki residance suite room tempat Cleo menginap, di letakan Clay di atas kasur, begitu juga dengan nya yang ikut duduk di samping anaknya.


"Aku tidak tau jika Daddy ku sangat tampan," puji Clay, tersenyum melihat Cleo.


Ini kah buah dari penantian nya selama lima tahun ini, kehilangan segala sesuatu yang berharga, dan kini mendapatkan hadiah terindah dari Tuhan, kehadiran malaikat kecil yang tampan.


Tanpa sadar Cleo menitikkan air mata, terharu dengan pertemuan yang tidak di duga nya ini, terlebih saat Clay selalu menyebutnya dengan Daddy, ini memenuhi hatinya yang selama ini kesepian.


Perasaan bersalah, menyesal menyeruak begitu saja masuk ke hati Cleo, andai ia lebih kuat di saat itu dan tidak tumbang dengan sebuah permainan yang gila itu, mungkin saja ia akan menemani Aqella melewati setiap proses kehamilan, melahirkan, dan membesarkan Clay secara menyenangkan, dan ia tidak sampai harus kehilangan momen indah tersebut.


Namun sesal untuk saat ini tidaklah berarti, sekarang yang harus Cleo pikirkan adalah bagaimana caranya agar ia bisa menyatukan orang orang yang tercinta kembali ke sisinya.


"Clay... nama mu Clay kan?" tanya Cleo, suara nya bergetar menahan isakan.


Daddy memang lemah Clay, tidak bisa menjaga mami mu. sesal Cleo dalam hati.


Cleo mengukir senyum di wajahnya, tidak mengira kalau putranya mampu menangkap ekspresi nya "bagaimana jika ganti dengan Clay Rodriguez? sama seperti ku Cleo Rodriguez... kita akan menjadi pasangan ayah dan anak yang kompak." usul Cleo.


Mendongak ke atas dengan jari di dagunya, Clay terlihat sedang berpikir, hingga beberapa detik berikutnya ia menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan keputusan Cleo.


"Anak pintar." puji Cleo, sambil melakukan tos bersama Clay.


...----------------...


Arka di buat geram dengan ke kecerobohan Icha yang lalai menjaga Clay, dan sangat mudah dibodohi oleh anak yang baru berusia empat tahun tersebut, belum lagi dengan mudah nya mereka meninggalkan Clay begitu saja dengan Cleo.

__ADS_1


Menggebrak meja, Arka menatap nyalang pada dua orang yang berdiri di hadapan nya "saya rasa kalian sudah tidak ingin bekerja di sini lagi,"


"Itu-kami, mi-minta maaf Tuan," ucap Icha terbata bata, ia tidak berani menatap Arka, ia lebih memilih tetap menunduk, menghindar dari tatapan tuan nya yang setajam pedang.


"Pergilah." usir Arka, percuma saja ia marah pada Icha, toh putranya itu anak yang cerdas, sudah pastilah Icha dengan mudah dibodohi oleh Clay.


Setelah kepergian Icha dan supir, Arka mengambil ponsel Aqella yang ia simpan di laci, menghubungi Cleo.


"Halo," suara Cleo di seberang yang terdengar juga samar samar suara Clay.


"Kembalikan Clay, aku tunggu sepuluh menit dari sekarang,"


"Itu tidak akan terjadi, Clay putra ku dan dia akan bersama ku."


"Jangan terbang terlalu tinggi, kau bukan astronot."


"Kalo begitu aku akan menjadi astronot besok." Cleo menutup panggilan dengan sepihak.


"Brengs*k." umpat Arka, sambil membanting ponsel ke lantai, membuat benda pipih itu hancur berantakan.


...----------------...


Hallo kakak pembaca terhormat 👋👋


Tinggalkan untuk penulis nya like komen dan gift dan vote jika iklas ya 🤭🤭


sekalian penulis mau promo karya baru nih, mampir ya tinggalkan jejak kalian...


hehehe 😁😁

__ADS_1



__ADS_2