
Syam berteriak dan selalu mengatakan ia bukan pembunuh, itu membuat Ken menjadi heran, mencoba menenangkan ia malah mendapatkan Bogeman di wajah.
"Tuan tenanglah." ucap ken.
"Dia mengatakan jika aku yang membunuhnya." ucap Syam, menunjuk mayat Anna di peti.
Ken mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan perkataan tuan nya, bagaimana mayat mampu berbicara "Tuan, nyoya sudah tiada, tidak mungkin ia bicara."
"Kau kira aku berbohong hahk!" bentak Syam.
Ken menggeleng, bingung harus menjawab apa, sedangkan di layar monitor terlihat Cleo sudah kewalahan menghadapi Arjun, tuan mudanya itu sudah di penuhi luka sayatan di sekujur tubuhnya, begitu juga dengan asisten nya Robby, ia bahkan sudah terkapar di tanah, dengan darah mengalir di punggungnya yang terkoyak.
"Tuan kita harus menghentikan Arjun, aku takut tuan muda tidak bisa mengalahkan Arjun." ucap Ken khawatir.
"Biarkan dia mati." balas Syam dingin.
Ken menghembuskan nafas, tidak ada pilihan lain ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Syam, ini demi menyelamatkan hidup tuan mudanya.
"Tuan anda harus mengetahui kenyataan ini, jika anda lah yang membunuh nyonya Anna..."
Malam itu...
Dua puluh tahun lalu...
__ADS_1
Anna baru saja menidurkan Cleo, mendengar Syam pulang, ia bergegas menghampiri suaminya, tapi karena kondisi malam yang sepi, adik iparnya Sandi datang menghampirinya di kamar Cleo, menarik paksa Anna dan membawanya ke kamar lain.
Syam yang sedang kalut ia tidak dapat berpikir jernih, terlebih di tambah dengan belasan botol alkohol yang ia habiskan, ia sudah kehilangan kewarasan nya.
Mendengar teriakan Anna dari kamar, Syam bergegas menghampiri Anna, dan terkejut ketika mendapati Anna sedang bercumbu dengan Sandi adik nya sendiri.
Namun itu hanya pandangan Syam, tapi dalam pandangan Anna, ia sedang di lecehkan oleh Sandi, pria itu mencoba menyentuhnya.
Anna berusaha meronta dan berteriak berharap ada seseorang yang menolongnya, dan benar saja Syam datang, ia sangat bahagia, akhirnya Sandi akan di hukum oleh Syam.
Namun siapa yang mengira jika Sandi langsung di tembak begitu saja oleh Syam, menarik Anna keluar mansion, Syam membawa Anna ke danau.
"Syam lepaskan ini sakit." rengek Anna, menggoyangkan lengan nya.
"Siapa yang kau panggil jal*ng hahk?!" teriak Anna.
Syam melepaskan cengkraman nya dari tangan Anna, dan berganti menampar pipi Anna dengan keras, membuat wanita itu langsung tersungkur, meringis menahan sakit.
"Bagaimana bisa kau lakukan itu Anna?! kau mengkhianati ku! aku benci pengkhianat!" teriak Syam, menyibak rambut nya kebelakang dengan kasar.
"Aku tidak mengkhianati mu! adikmu yang datang padaku, aku menolaknya!" bela Anna sambil memegangi pipinya yang sakit.
Syam berdecak lidah, tidak percaya dengan apa yang di katakan Anna, ia lebih percaya dengan apa yang di lihat.
__ADS_1
Cleo yang mendengar suara keributan, langsung terbangun dari tidurnya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Sandi sudah tergeletak dengan peluru menancap di belakang kepalanya.
Cleo sangat ketakutan, mencari Anna untuk menemaninya, ia mengira jika rumah sedang di rampok dan ada penjahat yang masuk, tapi saat ia mengitari seluruh mansion, semua masih tertata rapi, ia berjalan keluar dan mendengar seseorang berteriak meminta tolong.
Cleo menghampiri sumber suara, sungguh mengejutkan Anna ia ada di tengah danau, wajah nya mengadah ke atas, gerakan nya sangat kacau, ibu nya akan tenggelam.
Cleo kecil yang tidak pandai berenang ia hanya mampu berteriak meminta tolong, tangan nya menjulur ke arah Anna, dan tentu saja tidak akan sampai karena jarak di antara mereka.
Ken, ia melihat semua rentetan kejadian itu saat Syam melempar Anna ke tengah danau dan meninggalkan nya, begitu juga saat Cleo berteriak minta tolong, ingin langkahnya segera menghampiri Cleo, tapi ia tak dapat melakukannya karena seseorang sudah menodongkan pistol di belakang kepalanya.
Pagi harinya, kesadaran Syam sudah kembali, tidak dapan menemukan Anna di samping, ia mencari cari Anna di seluruh penjuru mansion.
Mendengar suara tangisan dari arah danau, Syam mendapati Cleo terisak sambil menunjuk ke tengah danau dan ia melihat Anna sudah mengambang.
Hancur seperti kaca yang pecah, itulah hatinya saat ini, tidak bisa nerima kenyataan dan kebenaran, Syam menyalahkan Cleo atas apa yang terjadi pada Anna, menumbuh rasa benci nya pada Cleo tanpa sebab, dan membuat ia mengasingkan putranya sendiri ke tempat yang jauh dan akan kembali sewaktu waktu.
Cleo kecil yang malang, di usianya yang baru delapan tahun, ia harus kehilangan kasih sayang dari ibunya untuk selamanya dan kasih sayang ayah nya yang kini menjadi benci.
..........
Mendengar penuturan Ken, syam menggeleng kuat kuat, ia menjadi histeris berteriak masih dengan keras kepalanya ia tetap tidak menerima kenyataan kalau dirinya sendiri lah yang membuat Anna tewas.
Ken menggeleng pelan, terserah dengan Syam ia mencoba menghubungi Arjun, berusaha untuk menghubungi pria itu agar menghentikan untuk menyerang Cleo, dan semua permainan berakhir, tapi sial Arjun tidak menjawab, malah ia terlihat membuang earphone nya ke tanah, dan melempari kamera dengan batu, dan kamera pengintai kehilangan gambar.
__ADS_1
Ken Frustasi, Arjun benar benar pria berdarah dingin, semoga saja ia tidak benar benar membunuh Cleo, sebab hal yang terakhir di lihat, Arjun sudah bersiap menodongkan pistol di kening Cleo yang sudah tergeletak di tanah.