
bantu author nya dengan like, komen yak kakak...
biar semangat up nya...
...----------------...
Rasa rindu pada sang istri yang sudah memuncak membuat Cleo menjadi gila, tidak peduli dengan keselamatan orang di sekitar nya ia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Bahkan Robby yang duduk di kursi penumpang wajahnya sudah terlihat pucat pasi, dan suhu tubuh nya menurun drastis menjadi dingin, seperti nyawa nya baru saja di ambil oleh malaikat maut.
"Emak... gue belum kawin!!" teriak Robby sambil menutup mata nya dengan tas.
"Apaan sih...." sahut Cleo, namun ia masih tetap fokus dengan jalan di depan nya.
Ada alasan yang membuat Robby enggan untuk menyetir mobil, karena trauma di masa lalu membuat ia jauh jauh sejauh mungkin dari yang nama nya mengendari mobil.
yap hanya untuk mengendarai bukan untuk naik.
Dan sial nya untuk Cleo, kemana pun ia pergi dia terpaksa menyetir mobil sendiri, sedangkan Robby dengan santai nya ia akan menikmati pemandangan di jalan tanpa mengerti bagaimana lelah nya menyetir.
Aqella yang baru saja selesai mandi di kejutkan dengan dering ponsel nya, dengan sedikit berlari ia mengambil ponsel nya yang ia letakan di kasur.
,
Private number.
Nama panggilan masuk yang tertera di layar ponselnya, sedikit ragu ia memikirkan untuk mengangkat atau tidak nya hingga panggilan itu berakhir dengan sendirinya.
"Siapa ya??" gumam Aqella meletakan kembali ponselnya.
Kring...Kring...
Ponsel Aqella kembali berdering dengan nama panggilan yang sama.
Dengan perasaan yang sedikit takut dan penasaran menjadi satu, Aqella memberanikan diri untuk mengangkat panggilan tersebut.
Siapa yang tahu jika itu adalah panggilan penting.
"Hallo."
"...."
Di sebrang sana Arka meletakan ponselnya di pahanya, tidak ada niatan untuk menjawab Aqella padahal ia sendiri yang menghubungi nya.
"Ini dengan siapa?"tanya Aqella, memastikan jika yang menghubunginya bukan orang iseng.
Tapi sedikit aneh juga karena Aqella tidak begitu banyak punya kenalan, dan hanya segilintir orang yang tahu nomornya.
__ADS_1
"Sayang kau dimana?!"
Suara Cleo terdengar di ruang tamu, dengan cepat Aqella mematikan panggilan dan menemui Cleo yang baru saja datang.
"Kamu sudah pulang?" Aqella buru buru menyambar tangan Cleo dan mencium punggung tangan Cleo, seperti yang sering di lakukan oleh Rosa saat Andi berangkat atau pulang dari kantor.
Deg
Jantung Cleo berdebar kencang, bahkan jakun nya mulai terlihat naik turun melihat penampilan Aqella yang baru saja selesai mandi dan hanya di balut dengan handuk saja.
"Kenapa melihat ku seperti itu?" Aqella hendak berbalik, namun tangan Cleo dengan cepat mencekal pergelangan tangan nya,membuat Aqella tertahan di tempat ia berdiri.
"Apa kamu sengaja memancing ku." Cleo menarik Aqella dalam dekapan nya, membenamkan wajahnya di pundak Aqella.
Aroma yang harum dari tubuh Aqella, membuat hasrat nya kian menggebu gebu dan Cleo tidak dapat menahan nya lagi, terlebih saat di bawah sana sudah mulai mendesak meronta ronta untuk segera di tuntaskan membuat ia segera mengangkat tubuh Aqella dan meletakan nya di meja.
Dengan sekali tarikan melepas handuk yang di kenakan Aqella, Cleo dengan cepat menuntaskan hasrat nya tidak peduli dimana pun tempat nya selagi masih bisa menikmati nya lakukan saja.
.
.
.
.
Memilah memilih setiap pakaian yang akan di kenakan untuk disana nanti membuat ia sangat frustasi.
Sedangkan Cleo, bukan nya membantu nya malah asik berselancar dengan ponsel nya sambil merebahkan dirinya di kasur.
"Cleo!!"Teriak Aqella.
"Ya sayang...." sahut Cleo meletakan ponselnya di sembarang tempat.
Lihat saja wajah Cleo seperti tanpa bersalah itu membuat Aqella geram sendiri, ingin rasanya ia menimpuk suami nya ini dengan sandal yang ia kenakan, namun ia urungkan karena masih ingat dosa, terlebih dengan dosa ia yang sudah menumpuk itu, Aqella tidak ingin menambahnya lagi.
"Kamu tidak ingin membantu ku bersiap siap?"ujar Aqella.
"Untuk apa?" tanya Cleo.
"Aihhs... kamu sendiri yang ngajakin pergi, kenapa sekarang bertanya."
"Maksud ku, untuk apa kamu bawa baju segitu banyak nya... lagian juga aku udah beli baju khusus buat kamu."
Aqella mengeryitkan dahi nya, bingung dengan perkataan Cleo, terlebih saat Cleo bilang ia membeli baju khusus untuk Aqella, entah kenapa firasatnya mengatakan ini tidak bagus.
Tapi mencurigai suami sendiri tanpa bukti itukan tidak benar.
__ADS_1
"Baju apa?"
"Ada di dalam mobil."jawab Cleo.
Aqella melihat Cleo dengan penuh selidik takut takut jika Cleo merencanakan sesuatu yang membuat nya menjadi rugi.
Namun melihat ekpresi Cleo yang datar, Aqella tidak dapat menemukan apapun, ya sudahlah ia akan percaya saja dengan Cleo.
Di bandara...
Jet pribadi milik Cleo sudah bersiap untuk segera berangkat, hanya tinggal menunggu Cleo dan Aqella masuk ke dalam nya.
"Pokoknya mommy gak mau tau, nanti pulang ini harus udah ada isinya."ancam Rosa menatap tajam kearah Aqella sambil memegang perut Aqella yang masih rata itu.
"Iya... isinya nasi."sahut Aqella malas.
Sedangkan Cleo hanya tersenyum menanggapi ancaman Rosa itu.
Sebelum berangkat ke bandara Cleo sudah menghubungi Andi, meminta izin untuk mengajak Aqella untuk berlibur.
Namun siapa sangka jika Rosa mengatakan ia akan menemui Aqella terlebih dulu dan ingin memberi beberapa wejangan yang di selundupkan dengan hadiah konyol untuk Cleo dan Aqella.
"Cleo...."panggil Rosa.
"Ya mom." sahut Cleo.
Rosa mengeluarkan sebotol air dari dalam tas nya, namun air ini bukanlah air biasa melainkan jamu yang sengaja ia pesan dari ahlinya untuk membuat junior Cleo selalu on.
"Nanti kamu minum ya." ucap Rosa menyerahkan botol jamu kepada Cleo.
Cleo hanya mengangguk sambil melihat lihat cairan butek apa yang Rosa berikan kepadanya.
"Itu apa mom? kok warna nya hijau gitu... mommy jangan aneh aneh deh." protes Aqella.
"Kan bukan kamu yang suruh minum, ngapain protes."ujar Rosa sambil menyerahkan paper bag ke Aqella.
Sedangkan untuk Aqella, Rosa sengaja membelikan gaun malam yang transparan agar nanti saat Aqella mengenakan nya, Aqella akan terlihat sangat menggoda.
"Mommy ingin sekali nimang cucu, pokoknya disana nanti kalian jangan berhenti membuat nya... dan kamu juga Aqella jangan stres... Have fun." ujar Rosa panjang lebar melihat kearah Aqella dan Cleo secara bergantian.
"Iya...tapi ini apa mom?" Aqella ingin membuka paper bag, ingin melihat isinya, namun segera ditahan oleh Rosa.
"Buka nya nanti kalo kamu udah sampai hotel!... sudah berangkat sana." Rosa mendorong pelan tubuh Aqella.
"Aqella sama Cleo berangkat dulu...."
Aqella mencium punggung tangan Rosa dan begitu juga dengan Cleo.
__ADS_1
"Jangan lupa senang senang ya!!" teriak Rosa saat anak dan menantu sudah menaiki tangga pesawat.