
Sesuai dengan arahan Ken, Arjun dan tim nya berjaga di hutan, bersembunyi di balik kegelapan malam yang mulai muncul perlahan.
Bahkan bukan hanya singa yang mengaum, kini suara lolongan serigala juga terdengar, membuat nyali siapa pun menjadi ciut yang mendengarnya.
Cleo dan Robby menelan ludah, menatap waspada ke setiap penjuru hutan.
Satu anak panah melesat ke arah mereka, menyambut kedatangan mereka. Robby dengan sigap mendorong Cleo ke samping dan mereka tersungkur ke tanah "nyaris aja." ucap Robby.
"Makasih."
Cleo dan Robby kembali berdiri, sekarang mereka saling membelakangi, mata mereka melihat keatas, di atas pohon seorang sedang bersiap untuk membidik mereka lagi, Cleo mengarahkan senapannya dan menembak kaki orang tersebut, membuatnya terjatuh.
Tidak sampai disitu datang beberapa orang lagi dengan masing belati di tangan mereka, kalo begini ia harus bersiap bertarung dengan jarak dekat, menggantung senapan di pundak, Cleo mengambil belatinya dari saku, begitu juga dengan Robby.
"Siap Rob?" tanya Cleo, melihat orang di depannya dengan tajam.
Robby mengangguk, menguatkan kuda kuda, mereka mulai menyerang, Robby berhasil membuat goresan di lengan salah satu dari mereka, begitu juga Cleo ia menusukan belati di dada salah satu mereka, lengah sedikit saja ia bisa kehilangan nyawa disini, sedangkan waktu terus bergerak,tidak kurang dari tiga puluh menit lagi.
Aqella membuka matanya, dan terkejut ketika ia sedang terikat di atas ketinggian, belum lagi di bawah sudah ada singa yang menunggu nya, ia tidak bisa teriak apalagi melepaskan diri, terlalu beresiko.
Ia hanya berharap ada seseorang yang akan membantunya.
Arka akhirnya dapat menyelesaikan masalah di CL, dengan bantuan Anton dan isi dari flashdisk pemberian Nada semua masalah tentang Cleo dapat di redam dan di ganti dengan berita tentang kebenaran Audrey.
"Tuan, kita harus menyusul tuan muda, aku takut jika ia dalam bahaya." usul Anton.
__ADS_1
"Aku akan siapkan beberapa orang, kau beri saja alamatnya padaku." ujar Arka.
"Tapi Tuan, aku ingin membantu."
"Dengan kondisimu yang seperti ini? kau hanya akan menyusahkan kami!" bentak Arka.
Anton menunduk tidak membalas Arka, pria ini tidak salah, kalaupun ia ikut ia hanya menjadi beban untuk mereka "baiklah Tuan, ini alamatnya." Anton menulis alamat mansion di secarik kertas, memberikan nya pada Arka.
Berlanjut dengan Robby dan Cleo, mereka kini sudah berhasil menumbangkan semua orang yang menyerangnya, walau ia harus mendapatkan goresan di lengan dan perutnya, tapi masih lebih baik di banding Robby yang mendapat luka di wajah.
Cleo berlari secepatnya ke dalam hutan, di ikuti Robby di belakangnya, mendadak langkahnya berhenti melihat seseorang sudah menghadang di depannya, pria berperawakan tinggi dengan kulit gelap, wajahnya yang garang penuh dengan bekas luka sayatan.
"Selamat datang tuan muda." menyambut Cleo sambil membukukan kan badan sedikit.
"Kau siapa?" tanya Cleo, ia tidak pernah melihat pria ini di antara anak buah Syam.
"Enyalah, aku tidak ada urusan dengan mu, aku ingin menyelamatkan istriku."
"Istri ya... itu bukan?" Arjun mendongak ke atas, begitu juga Cleo mengikuti pandangan Arjun, melihat Aqella sedang terikat menggantung di atas pohon.
"Astaga... Sayang kau tenanglah aku akan menyelamatkan mu!" teriak Cleo.
"Kau harus mengalahkan ku dulu, itupun jika waktu mu cukup dan cobalah untuk tenang, kalo tidak nanti anak ku bangun." sahut Arjun melihat ke singa yang sedang terlelap. Mulai memutarkan Kusarigama di udara dengan cepat dan mengayunkan nya ke arah Cleo.
Cleo menghindar melompat ke belakang, sabit menancap ke tanah.Sial, sedikit lagi dan ia akan terkena.Tidak mungkin ia melawan langsung menghadapinya, Cleo mengarahkan pistol pada Arjun, tapi pria itu dengan mudah menghindar bahkan ia saat ini sudah kehabisan peluru.
__ADS_1
Tidak tinggal diam, Robby berlari ke arah Arjun, berusaha menendang pria itu, tapi Arjun melempar Kusarigama ke arahnya, dan rantai benda ini melingkar di kaki Robby, lalu Arjun menariknya, dan Robby ikut tertarik juga, terpelanting ke tanah.
Cleo berpikir keras untuk melumpuhkan Arjun, tapi pria ini seperti monster yang tidak ada kelemahan nya, ia melempar belati ke arah Arjun, tapi berhasil di tangkis mengunakan Kusarigama.
Sementara Syam masih asik berbicara dengan Anna, tentang kebencian nya pada Cleo.
'Kau pembunuh Syam'
Tiba tiba suara Anna terdengar di pendengaran Syam, pria itu langsung mengedarkan padangan ke seluruh ruangan, mencari sosok istrinya, tapi hanya ada Ken disini.
"Sayang kau bicara padaku?" tanya Syam melihat wajah Anna yang pucat di pembaringan.
Diam, itulah yang di lihat Syam saat melihat Anna, tidak ada gerakan sama sekali.
'Kau pembunuh Syam, bukan Cleo tapi Kau'
Suara Anna kembali terngiang di pendengaran Syam "Aku tidak membunuh siapa pun!" teriak Syam ketakutan.
"Tuan ada apa?" Ken mencoba menenangkan Syam yang terlihat ketakutan.
"Aku bukan pembunuh! dia yang melenyapkan mu! lihatlah aku sedang menghukum nya." ucap Syam seorang diri, menunjuk layar monitor di depannya.
'Kau pembunuh'
Syam menggelengkan kepala nya kuat kuat, ia tidak terima dengan tuduhan Anna yang mengatakan kalau ia pembunuh, hal yang terjadi dua puluh tahun lalu itu salah Cleo.
__ADS_1
'Pembunuh'
"Aku bukan pembunuh! berhenti menuduh ku!"