Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 66


__ADS_3

Pukul delapan pagi, suasana di Tower Bridge masih cukup lenggang, berdiri di tepi jembatan, Cleo memandang sungai Thames di hadapan nya, terlebih udara pagi ini cukup sejuk "Kapan Aqella dateng, ini udah lewat setengah jam." gumam Cleo, melihat jam di pergelangan tangan.


Mencoba menghubungi nomor Aqella, tapi di luar jangkauan dan ini aneh, apa wanita nya membohongi nya? Cleo hanya berharap semoga saja tidak, karena ia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu lagi.


Arka yang berdiri di sisi lain jembatan, dengan memakai hoodie, menutup kepalanya, tentu saja Cleo tidak akan mengenali nya, melihat kekhawatiran Cleo, ah pria yang malang.


Menghampiri Cleo, Arka berdiri di samping Cleo "siapa yang kau harapkan? Aqella? dia tidak akan datang," ujar Arka.


Cleo langsung menoleh ke samping, mendapati Arka ia sedikit terkejut "apa maksudmu?" tanya Cleo.


"Kau tidak bodoh Cleo, kau tau apa maksudku," Arka bersandar pada sisi jembatan,melihat Cleo "ini yang terakhir kali aku ucapkan, pergi dari negara ini dan tinggalkan kami." lanjutnya.


Arka melangkahkan kakinya, meninggalkan Cleo yang masih terpaku di tempat nya, mengingat kejadian semalam saat ia dan Aqella berdebat mengenai Clay.


"Aqella! jangan keras kepala, Clay anak ku dan kau tau benar akan hal itu," ujar Arka, ia memilih duduk di kursi, menyandarkan punggung nya di sana.


"Clay anak Cleo, dan akan seperti itu, kau tidak ada hak untuk melarang Clay bertemu daddy nya!" bentak Aqella, ia meninggalkan Arka, kembali ke kamarnya, tapi langkah nya terhenti, ketika ia mendapat satu pesan masuk dari Cleo, ah ia tidak percaya, pria itu cepat sekali mendapatkan nomornya.


Jari nya mulai mengetik di layar, tapi Arka dengan cepat menyambar ponsel dari genggaman, sedikit terkesiap Aqella berusaha mengambil balik, tapi Arka malah menahan tangan nya.


"Oh cepat sekali dia mendapatkan nomor mu... sesuai apa yang di inginkan dia akan bertemu dengan ku," ujar Arka, membalas setiap pesan yang di kirim Cleo.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau berbeda sekali dengan Arka yang dulu?" ucapnya lirih.


"Karena aku mencintai mu, dan kau tau akan hal itu." sahut Arka, ia memilih pergi dan membawa ponsel Aqella bersama nya.


***


Cleo langsung menarik hoodie Arka dari belakang, ia tidak terima dengan apa yang di ucapkan pria ini, menyuruh nya pergi, tidak akan ia lakukan, walaupun Ratu Elizabeth sendiri yang mengusirnya, ia tetap di sini sampai Aqella dan Clay ikut bersama nya "Clay, dia putra ku, darah daging ku, hasil cinta ku bersama dengan Aqella, dan kau hanya lah pria kesepian yang tidak bisa menerima kenyataan kalau kami akan menjadi keluarga yang bahagia." ucap Cleo tegas sambil menunjuk dada bidang Arka.


Apa katanya, ia pria kesepian, mengepalkan kedua tangan nya, Arka langsung memukul wajah Cleo, ia muak dengan pria di hadapan nya saat ini "aku peringatkan kau, jangan melewati batas mu, atau aku bisa melakukan lebih dari ini!" ancam Arka dan langsung masuk ke mobil "jalan." titahnya pada supir.


"Kau yang jangan melewati batas Arkaaa!" teriak Cleo kencang "brengs*k." umpatnya, melayangkan tinju di udara.


"Papi tolong buka pintunya!"teriak Aqella dari dalam kamar.


Rasanya percuma saja ia melakukan ini, tidak akan ada yang membukanya, apakah ia harus pasrah?


Perdebatan antara Rosa dan Andi sampai terdengar ke ruang makan, dan di dengar oleh Clay yang sedang menikmati sarapan, bocah imut ini harus berpikir untuk menyelamatkan sang mami dari penjagaan ayah dan kakeknya, tapi apa yang bisa di lakukan anak seusianya?


"Tuan Muda, biar saya menyuapi anda ya?" tawar Icha, baby suster yang merawat Clay.


Ah benar juga, Icha pasti dapat membantunya "Suster, nanti kalo antar Clay sekolah, kita berhenti di hotel yang kemarin Clay sama mami beli es krim," pinta nya.

__ADS_1


"Tapi untuk apa Tuan?" tanya Icha heran.


"Ini rahasia, ayo kita berangkat." ujar nya yang langsung menarik tangan Icha agar mengikutinya.


Senyum mengembang terukir di wajah imut Clay, bocah ini sudah merencanakan sesuatu dalam benak nya, dan itu akan berhasil, andai ia bisa lolos dari penjagaan nantinya.


Mami... tenanglah, Clay akan mengeluarkan mami dari sini, dan membawa mami bertemu daddy.


Berpamitan pada Andi dan Rosa, Clay segera masuk ke mobil bersama Icha, mobil mulai melaju meninggalkan kediaman keluarga besar Andi.


"Suster sekarang," bisik Clay.


"Ah iya... pak aku ingin ke minimarket, bisa berhenti di depan."pinta Icha ke supir.


Supir mengangguk, menghentikan mobil nya di depan minimarket, melambaikan tangan, Clay keluar dari mobil berlari menyebrang jalan "Suter terima kasih!" teriak Clay.


...----------------...


Selalu tinggalkan Like komen dan gift seiklasnya ya...


Mampir juga ke "Balas Dendam Tuan Zetas"

__ADS_1


__ADS_2