
Sial nasib nya Robby, niat hati ingin menendang pintu apartemen Cleo malah ia tersungkur ke lantai karena Cleo sudah membuka nya terlebih dulu.
"Gue gak tau kalo lo begitu kesepian... bahkan lantai pun lo cium."cibir Cleo sambil berlalu membiarkan Robby tergelatak di lantai.
Bener bener deh Cleo, lihat sahabatnya sendiri jatuh bukan nya nolong malah mencibirnya, bahkan lihat ia dengan santai nya duduk di sofa "Lo kalo buka pintu bilang bilang...jadi gue gak akan jatuh gini." omel Robby sambil membersihkan pakaian nya.
Cleo hanya mengedikan bahu tidak peduli "lo mau ngapain kesini?"
"Wah bener bener nih anak...." Robby geleng geleng kepala "gue nelponin lo sampe setengah budeg tapigak di angkat, terus gue dateng kesini ampe pegel kaki tangan gue ketok ketok pintu gak ada yang buka pintu ."dan bla bla bla cerocos Robby panjang dan cepet kaya kereta.
Bahkan Cleo yang mendengar nya sampe memijit pelipis nya, pusing mendengar ocehan Robby yang tidak henti nya kaya ibu ibu komplek lagi gosip "stop!! itu mulut gak cape nyerocos panjang panjang gitu."
"What?! ini juga ka-"
"Eh ada kak Robby... pagi pagi gini udah mampir aja." potong Aqella sambil membawa baki berisi dua cangkir kopi, suara Robby yang cukup keras membuat ia tahu jika Robby datang berkunjung dan langsung sekalian membuatkan kopi.
"Pagi?? ini udah siang... ah ini buat ku." Robby langsung mengambil kopi di meja dan meminum nya dengan cepat.
Cleo dan Aqella sampai di buat terbengong bengong dengan aksi Robby, dan lihat saja mulut Aqella sampai menganga lebar begitu, bahkan ia sampai sampai menelan saliva nya, apa Robby tidak merasakan panas atau lidah nya yang mulai mati rasa kopi yang masih mengebul ia tenggak habis.
"Apa?" Robby merasa heran karena di liatin begitu intens oleh pasangan di depan nya.
"Gak."jawab mereka kompak.
__ADS_1
"Cepetan ganti baju!! kuping gue udah budeg ini di maki maki kanan kiri!!" perintah Robby sambil menarik narik Cleo untuk beranjak dari duduk nya.
"Iya iya." Cleo benar benar merasa enggan untuk pergi ke kantor, ayolah ia baru saja menikah dan ingin menghabiskan waktunya untuk bermanja, ini malah di repotkan dengan meeting yang sudah di atur oleh Robby.
Tidak butuh waktu lama bagi seorang pria untuk bersiap, cukup butuh waktu lima belas menit maka dengan cepat ia sudah terlihat rapi dan menawan, terlebih jika memang memiliki wajah yang tampan, tidak mandi pun tidak akan ada yang tahu.
"Aku berangkat dulu, kamu baik baik dirumah ya."Cleo mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir nya dan Aqella hingga menjadi ciuman yang begitu lembut namun terasa panas.
Jiwa jomblo gue meronta ronta hiks hiks T_T.
"Udah ayok!!" Robby menarik paksa lengan Cleo , mengabaikan kenikmatan yang masih ingin dirasakan Cleo.
"Ihss iya... dah sayang."
Harapan nya yang semula ia akan kembali dengan Cleo ternyata sirna sudah karena melihat berita pernikahan Cleo bersama dengan Aqella putri tunggal Anggara pemilik perusahaan Anggara Group.
"Aaaaaa." teriak Audrey di dalam kamarnya.
Yap Audrey Friska, seorang model cantik keturunan indo ini ternyata mantan nya Cleo saat ia masih kuliah bersama di Inggris, namun karena ingin mencapai impian nya untuk menjadi model internasional, ia harus rela ditiduri oleh produser di agency nya dan sial nya hal itu di ketahui oleh Cleo dan membuat Cleo memutuskan hubungan yang sudah di jalani beberapa tahun ini.
"Gue gak terima kalo Cleo jatuh kepelukan cewek lain, gue harus secepat nya bertindak." ujar nya pada diri sendiri.
Dengan semangat yang mulai berapi api, Audrey bergegas bersiap siap dan segera pergi menemui seseorang yang akan membantunya dalam rencana ini.
__ADS_1
"Maaf semua nya saya terlambat." ujar Cleo saat ia sudah memasuki meeting room.
"Tidak apa apa tuan, kami mengerti jika anda sangat sibuk."
"Terima kasih atas pengertian nya... kalo gitu kita langsung mulai saja rapat kali ini."
Cukup memakan waktu lama untuk rapat kali ini, karena ada beberapa perubahan rancangan untuk game yang akan di luncurkan nanti nya, dan perubahan sistem, namun dengan para ahli yang dalam bidang yang cukup berkompeten setidaknya dengan masalah yang cukup rumit ini dapat di selesaikan dengan baik.
"Terima kasih atas waktunya." ujar Cleo.
Setelah tidak ada orang diruangan dan hanya ada ia dan Robby, Cleo mengambil ponsel nya mengeser geser ponselnya melihat gambar wanita cantik yang mulai mengisi hari hari nya kini.
Lihat saja baru saja meninggalkan Aqella beberapa jam ia sudah merindukan istrinya itu, sepertinya ia harus pergi honeymoon agar dapat puas memeluk Aqella.
"Robb atur penerbangan ke Bali, gue pengen honeymoon." bukan karena ia tidak mampu untuk membawa Aqella keluar negri hanya saja jadwal yang mulai padat untuk kedepannya ia tidak bisa pergi jauh jauh untuk sementara waktu.
"Berapa hari?? jadwal lo yang kosong cuma dua hari kedepan." Robby terlihat mengeser tab nya melihat jadwal Cleo.
"Gapapa, jangan lupa-"
"Pesen kamar Presidential suite."potong Robby cepat sambil tangan nya berselencar di tab "berangkat nanti sore jam lima."lanjut nya lagi sambil menunjukkan, percakapan dengan kru jet pribadi milik Cleo.
Inilah yang membuat Cleo sangat suka dengan Robby, selain ia sahabatnya Robby juga sangat cepat dalam melakukan sesuatu tanpa perlu Cleo harus berteriak teriak memerintah kedua kalinya.
__ADS_1