Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 52


__ADS_3

warning 21+++


...----------------...


Aqella tidak menemukan Cleo di ranjang nya, seperti nya suaminya itu tidak pulang malam tadi, padahal ia berharap kalau Cleo akan menjelaskan semua padanya.


Ah sepertinya Aqella juga lupa, kalau saat ini Cleo pasti sedang menikmati malam panas dengan Audrey, wanita gila itu, sakit sekali rasanya.


Namun perutnya kembali bergejolak, Aqella buru buru lari ke kamar mandi, menumpahkan semua isi perutnya yang berbentuk cairan kuning dan rasanya sangat pahit.


Sudah beberapa hari Aqella merasakan seperti ini, setiap pagi ia akan selalu muntah muntah, dan rasanya menjadi sangat tidak nyaman.


Cleo melihat istrinya berlari ke kamar mandi segera menyusul, dan mendapati Aqella sedang muntah, kasian sekali wanitanya, segera ia membantu Aqella memijit tengkuk Aqella "Kamu baik baik saja, biar kita ke dokter."


Aqella menepis tangan Cleo "enyalah, aku tidak ingin melihatmu." sahut Aqella ketus.


Lihat wanita ini, tanpa menunggu penjelasan darinya, Aqella merajuk, seperti nya hanya ada satu cara menjinakkan nya kembali.


Tanpa persetujuan dari Aqella, Cleo menggendong wanitanya ala bridal style, membawa nya kembali ke kasur, meletakan nya disana.


Memulai dengan kecupan lembut di kening Aqella, dan turun ke bibir menjadi ******n yang cukup panas di waktu pagi yang seharusnya dingin.


Aqella membuka matanya lebar lebar, ingin memprotes perlakuan Cleo yang menurutnya sangat tidak berperasaan, bagaimana mungkin pria ini habis celup sana dan sekarang ingin celup sini, tidak tidak itu sangat menjijikan.


Aqella mendorong tubuh Cleo, tapi tenaga Cleo jauh lebih besar darinya dan ia semakin jatuh kedalam kungkungan Cleo.


Cleo menyusupkan tangan nya ke balik daster Aqella, mulai menyusuri setiap inci tubuh istrinya itu dan berakhir pada dua bukit kembar yang bebas tanpa penghalang.

__ADS_1


Aqella meremang, mengigit bibirnya menahan sensasi yang di berikan Cleo. sial sekali, padahal ia saat ini ingin menghujami pria ini dengan makian yang sedari tadi ia tahan, tapi malah sebaliknya Cleo menghujami nya dengan sejuta rasa kenikmatan menuju nirwana.


Terukir jelas di bibir Cleo sebuah senyuman melihat istrinya kini sudah terbuai dengan sentuhannya, bahkan Cleo kini mulai menurunkan jarinya sampai bawah, menyentuh pada titik yang paling di sukai banyak wanita, pintu surga dunia.


Permainan jari Cleo membuat Aqella bergetar hebat, bahkan ia sampai menekuk tubuhnya ketika cairan hangat keluar dari rahimnya, yang kini sedang di sesap habis oleh Cleo.


Selesai dengan pemanasan yang mengalahkan panasnya gurun pasir, Cleo mulai menanggalkan pakaiannya dan Aqella, memulai penyatuan, menggoyangkan pinggulnya, Cleo menaikan ritmenya mempercepat pacuan nya, memberi Aqella hujaman hujaman di titik yang orang bilang *-****.


Bahkan kini suara erotis yang keluar dari mereka,terdengar oleh Andi dan Rosa yang kebetulan lewat di depan kamar Aqella, membuat pasangan paruh baya itu meremang ikut merasakan bagaimana tangguhnya Cleo dalam sebuah pertarungan.


"Mereka lupa mengaktifkan pengedap suara." ujar Rosa yang kini sudah terlihat merona di pipinya.


"Pura pura tuli aja." sahut Andi yang kini ikutan menegang di bawah sana.


Pacuan yang di berikan Cleo pada Aqella semakin kencang, dan dengan sekali hentakan memuntahkan semua lahar di dalam rahim Aqella, menumbangkan sang petarung yang kini sudah kehabisan tenaga dan tergeletak lemas di atas tubuh Aqella.


"Aku mencintaimu istriku... tidak ada wanita lain lagi, percayalah." ucap Cleo lembut di telinga Aqella.


Aqella membalik keadaan, kini ia berada di atas Cleo, ingin memberi hadiah untuk Cleo sebuah babak ke dua yang tidak kalah panas nya dengan yang pertama.


Memulai dengan menyusuri dada bidang Cleo dan semakin turun dan berakhir di bawah sana, mengulum lolipop yang berukuran jumbo.


Cleo memejamkan matanya, rasanya lebih mengasyikan dari yang biasanya, Aqella benar benar pandai memberi kenikmatan yang tiada tara.


Mempercepat lajunya Aqella keluar masukan lolipopnya dan ketika milik Cleo makin tegang, ia melepaskannya berganti dengannya yang kini duduk manis di atas tubuh Cleo dan....


Bles

__ADS_1


Bles


Bles


Hajar terossss....


Gas polll....


Sampai Mentokkkk.....


...----------------...


"Pagi Mom." sapa Aqella, ia kini menarik bangku di samping Rosa.


"Pagi." sahut Andi dan Rosa bersamaan.


Aqella mengambil nasi dan teman temannya untuk Cleo yang masih di atas, suaminya itu sudah mendapat telpon dari Robby, entah apa yang mereka bicarakan sepertinya sangat serius.


"Redam semua beritanya." perintah Cleo, ia bolak balik sambil memijit pelipisnya, belum ada dua puluh empat jam, tapi berita Audrey tewas sudah menyebar ke semua chanel berita dan gosip dan sialnya itu bukan seperti yang di inginkan Cleo.


"Gue udah coba, tapi opini publik susah di rendam, semua komentar menghujat lo, ini gak akan baik buat perusahaan." terang Robby di telpon.


"Persetan sama perusahaan! yang gue pikiran Aqella sama keluarganya, mereka gak boleh dengar berita ini!" teriak Cleo.


"Lo jangan egois! disini bukan cuma lo yang ada masalah! semua karyawan menggantung hidupnya di perusahaan ini! kalo sampai perusahaan ada masalah, mereka juga bakal kena imbasnya!" sentak Robby, tidak mau kalah dengan Cleo.


"Kalo gitu cari jalan keluarnya! jangan cuma pintar nasehati!" Cleo menutup panggilan dengan kesal.

__ADS_1


Cleo menyambar jasnya dari lemari turun ke bawah dengan emosi yang sudah di ubun ubun, bahkan ia berlalu begitu saja meninggalkan rumah tanpa pamit pada Aqella, Rosa maupun Andi.


"Jaga ketat rumah, jangan sampai orang dirumah melihat berita di tv maupun online, putus semua jaringanq di rumah ini." pesan nya kepada anak buahnya sebelum masuk ke mobil dan melajukan nya keluar dari rumah.


__ADS_2