Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 74


__ADS_3

Pada akhirnya Arka mengalah, melepaskan segala yang ia jaga selama ini dengan lapang dada, berat memang, tapi dia akan berusaha kuat, toh setidaknya Cleo masih tetap mengizinkan dia dan Clay bertemu.


"Ayah akan merindukanmu bocah nakal," ucap Arka.


Ya saat ini Arka tengah mengantar kepergian mereka bertiga.


"Aku mencintaimu Yah," balas Clay, sambil memeluk Arka, yang lebih tinggi darinya dan dia hanyalah sebatas pinggang ayahnya.


"Aku tau, aku akan menyusulmu nanti dan kita akan bermain bersama." ujar Arka, dengan deraian air mata mengalir deras ke pipinya. Dia mengangkat Clay, memberi ciuman di pipi gembul putranya yang akan pergi jauh dari pandangan matanya.


Ayolah ini hanya sebuah perpisahan sementara, kenapa dia secengeng ini untuk melepas bocah kecil yang mengisi hidupnya lima tahun ini.


Haru biru senja kala itu, mengantarkan kepergian Clay, Cleo dan Aqella meninggalkan langit London di musim semi, menyisahkan berjuta kenangan untuk Arka.


Melangkahkan kakinya dengan gontai, Arka masuk ke mobil, menyadarkan punggung nya di kursi belakang, dia memejamkan matanya.


Bayangan Bella kembali menerobos masuk ke dalam pikiran nya, menampilkan senyum nya yang merekah, menebarkan sebuah rasa yang tidak dapat di artikan oleh Arka.


Belenggu luka yang tertoreh kini kembali terobati, dan itu membuat Arka meminta supir untuk memutar arah ke rumah sakit.


Tibanya di rumah sakit, Arka melangkahkan kakinya menghampiri Bella yang kala itu berjalan keluar, sepertinya wanita itu sudah menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


"Hai," sapa Arka terukir senyum di wajah tampan nya.


"Anda lagi Tuan," sahut Bella, tersirat jelas di wajah ayu Bella kalau ia sedikit tidak suka dengan kehadiran Arka.


"Mau pulang? biar aku antar," tawaran Arka membuat Bella sedikit terkesiap. Namun, dengan segera ia kembali bersikap biasa.


"Maaf Tuan, tapi aku sudah di jemput oleh seseorang," tolak Bella halus.


"Siapa?" entah kenapa perasaan Arka kembali menjadi tidak enak, semoga saja Bella belum menjalin hubungan dengan siapapun.


Namun harapan hanyalah ilusi, pria keturunan Chinese itu, menghampiri mereka dan langsung mendaratkan ciuman di pipi mulus Bella "hai sayang," sapanya.


Pria itu menggeleng pelan "tidak, hanya sekitar sepuluh menit lalu,"


"Baiklah, kita pulang... Tuan aku permisi." pamit Bella, berjalan bergandengan mereka terlihat sangat mesra.


Kembali lagi seperti ini, Arka menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, dan itu kembali menoreh luka di hatinya yang sebelum penuhnya kering.


Namun ini akan jauh lebih baik mengobatinya, karena dia masih bekum terlalu dalam untuk menyukai Bella, lain halnya dengan Aqella dulu.


Perjalanan panjang, dan lebih dari dua puluh jam mereka di udara, merasakan lelah yang amat terasa, begitu juga Clay yang sudah terlelap dalam gendongan Cleo.

__ADS_1


Kedatangan mereka di mansion, disambut hangat oleh Ken dan Nada, mereka semua langsung berpelukan satu sama lain,bahkan Nada dengan gemasnya mencubit pipi Clay, membuat bocah itu terbangun dari tidurnya.


Mengedarkan pandangan ke seluruh arah, Clay sangat merasa asing di tempat ini, terlebih dengan Nada dan Ken yang baru pertama kali dilihatnya.


"Dad ini dimana?" tanya Clay.


"Di rumah Daddy, dan ini Oma Nada, dan ini Paman Ken, tapi kamu akan memanggilnya Opa," tutur Cleo lembut, sambil menurunkan tubuh mungil Clay.


"Hallo... aku Clay," sapa Clay, sambil mencium punggung tangan Nada dan Ken secara bergantian.


"Ah dia sepertimu saat kecil," ujar Nada melihat Cleo.


Setelah perbincangan yang cukup lama, mereka semua kembali ke kamar masing masing, begitu juga dengan Clay yang memilih tidur dengan Nada.


"Cle... apa bisa besok kita kembali ke apartemen saja, atau ke rumah Papi, aku tidak ingin disini, ini menakutkan," ucap Aqella sambil bergidik menatap lebatnya hutan di depan matanya.


Kamar Cleo memang langsung menghadap ke hutan, dan itu wajar saja, jika Aqella masih sedikit memiliki trauma dengan tempat ini "ya, kita akan kembali apartemen kita," ujar Cleo.


"Terimakasih,"


"Hmm."

__ADS_1


__ADS_2